Jumat, 31 Oktober 2014
Sabtu, 25 Oktober 2014
Semangat Tahun Baru Islam 1436 Hijriah
بسم الله الرحمن الرحيم
Semangat Tahun Baru Hijriah 1436 H
Edisi Spesial Tahun Baru Islam
Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi
Assalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh. Alhamdulillaah 'alaa kulli Haalin. Bagaimana kabar Anda?... Semoga tetap dalam keadaan sehat dan baik ya. Aamiin. :-)
Alhamdulillaah. Tepatnya pada hari ini kita Umat Islam mulai memasuki Tahun Baru Islam 1436 Hijriah. kita Harus bersyukur kepada ALLAH SWT yang telah Mengkaruniai kita nikmat kesehatan dan umur panjang sehingga kita tetap dapat menikmati indahnya Tahun Baru Islam 1436 H ini. kita juga Harus Bangga karena kita terlahir dalam keadaan suci dan atas fitrah Islam Agama yang Benar. Alhamdulillaah wa Al Syukru lillaah. Tentu kita selalu ingat Do'a yang pernah bahkan sering kita lantunkan sejak kita masih kecil yaitu:
بسم الله الرحمن الرحيم رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَ بِالْإِسْلاَمِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَ رَسُوْلاً. رَبِّيْ زِدْنِيْ عِلْمًا وَ ارْزُقْنِيْ فَهْمًا. رَبِّيْ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَ يَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ. وَ احْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُ قَوْلِيْ. آمين يَـاالله
Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.
aku rela ALLAH sebagai RABBku, Islam sebagai Agamaku, dan Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam sebagai Nabi sekaligus Rasulku.
Kita cermati dengan saksama khususnya untuk kalimat pada Do'a tersebut di atas yang saya garis bawahi. Bahwa kita telah mengakui dengan sebenar-benarnya bahwa Tuhan kita Hanyalah ALLAH. Agama kita Hanyalah Islam, dan kita meyakini bahwa nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam adalah sebagai Utusan ALLAH untuk kita.
Kembali lagi ke topik bahasan di atas, sebagai Umat Islam Umat yang Besar di dunia ini kita yang menjadi bagian darinya sudah seharusnya kita merayakan dan memeriahkan saat pergantian tahun baru kita sendiri yaitu Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah yang semestinya dijadikan sebagai bagian dari Hari Besar Islam yang dapat dijadikan tolok ukur kita untuk Introspeksi diri 'Muhasabah' di dalamnya untuk senantiasa terus ada perbaikan dari diri kita dan juga bertekad kuat untuk selalu ada peningkatan Ilmu, Iman, Takwa, dan juga Ketaatan kita kepada ALLAH SWT. Perlu kita ingat bersama bahwa negara kita Indonesia adalah negara dengan komposisi penduduk Muslim Terbesar di jagad raya ini. Maka dari itu, sudah semestinyalah kita sebagai Umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam sebagai Hari Besar Islam dan menjadi Peringatan Nasional sehingga bisa kita tunjukkan lagi bahwa kita adalah bangsa yang besar dan unggul dan bukan malah sebaliknya kita malah ikut-ikutan merayakan dan memeriahkan tahun baru yang bukan dari Islam yaitu tahun baru masehi yang jatuh setiap tanggal 1 Januari.
Pada kesempatan yang sangat baik ini dalam tulisan ini sebenarnya saya ingin mengajak saudara-saudara seiman untuk mensyi'arkan lagi semarak Tahun Baru Islam yang mesti kita banggakan dan syukuri dalam hidup kita sebagai bangsa dan Umat Islam yang Besar dan Unggul baik dari segi Kualitas maupun dari segi Kuantitasnya. Umat Islam harus menjadi Bangsa Besar yang Kaya dalam hal Keilmuan dan Berperadaban Tinggi. Mari kita Tunjukkan bersama!.
Saya mengucapkan Selamat dan Semangat Hari Besar Islam Tahun 1436 Hijriah!.
الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
الحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ
آمِيْنْ يَـالله
~Semoga Bermanfaat dan Menginspirasi~
Sabtu, 18 Oktober 2014
Semakin Kaya dengan Bersyukur
بسم الله الرحمن الرحيم
Semakin Kaya dengan Bersyukur
Oleh: Manhajuddin Zuhudi
Edisi Spesial 18 Oktober 2014 M / 24 Dzulhijjah 1435 H
Pada kesempatan yang sangat baik ini saya akan membuat tulisan dan membahas tentang makna dan hakikat bersyukur kepada Allah SWT. Hal ini saya dasarkan pada kutipan Firman~Nya yang artinya: "Jika kalian bersyukur, maka Aku akan tambahkan untuk kalian. ......". Secara sederhana, bersyukur itu adalah dengan cara kita memanfaatkan potensi serta segala sesuatu yang telah Allah SWT karuniakan kepada kita. Misalnya seperti mensyukuri nikmat Sehat yang ada pada diri kita yang kemudian direalisasikan melalui pemanfaatan waktu luang yang kita miliki dengan sebaik-baiknya.
Senin, 13 Oktober 2014
Sekadar Tulisan Ringan ~Inspirasiku~
بسم الله الرحمن الرحيم
Sekadar Tulisan Ringan
~Inspirasiku~
Oleh: Manhajuddin Zuhudi
1. Bersabar~sabar dahulu. Bersyukur Kemudian.
2. Belajar di waktu Muda bagaikan mengukir di atas batu.
3. Bersyukur dan kenikmatan pun akan semakin bertambah.
4. Senyum itu suatu bentuk Sedekah yang paling sederhana.
5. Meletakkan segala sesuatu pada tempatnya akan lebih memudahkan.
6. Semakin belajar akan semakin berkualitas.
7. Dua rakaat Dhuha berarti menyedekahi anggota~anggota badan.
8. Rajin menabung kunci untuk menjadi Kaya.
9. Buku adalah aset yang paling berharga sepanjang masa.
10. Sabar itu akan menjadikan awet muda.
11. Banyak berpikir akan semakin menjadikan semakin teliti dan mencerdaskan otak.
12. Dalam dzikir kepada Allah ada ketenangan batin.
13. Banyak jalan menuju kesuksesan.
14. Fokus pada satu objek dan akan menjadi ahli.
15. Bersungguh~sungguh dahulu. Bersenang~senang kemudian.
16. Puasa bisa menjadikan awet muda.
17. Puasa itu menyehatkan.
18. Apresiasi diri sendiri sangatlah perlu sebagai wujud penghargaan.
19. Dalam suka ada cinta.
20. Permudah dan jangan dipersulit.
21. Semakin bertambah keimanan. Semakin bertambah juga kualitas ketakwaan kepada Allah.
22. Menjaga dan Membanggakan Kedua Orangtua merupakan suatu wujud sifat yang mulia.
23. Masa Muda adalah masa awal untuk memperkaya diri dan hati.
~Semoga Bermanfaat~
Jumat, 03 Oktober 2014
Hadis tentang Puasa Arafah
بسم الله الرحمن الرحيم
Hadis tentang Anjuran Puasa Arafah
Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi
Alhamdulillaah. Saya sangat senang dan bersyukur karena memiliki kesempatan untuk bisa membuat tulisan lagi di akun blog pribadi saya ini. Semoga kita senantiasa dalam lindungan dan rida dari ALLAH 'Azza wa Jalla. Aamiin.
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menulis hal yang sederhana saja yaitu berkaitan dengan hadis tentang anjuran berpuasa Arafah yang juga saat ini [Jum'at. 3 Oktober 2014] Jama'ah Haji di Makkah sedang melaksanakan wukuf di padang Arafah. hehee
Para pembaca yang budiman, pada dasarnya puasa Arafah itu dilaksanakan pada saat momentum Jama'ah Haji yang berada di Makkah melaksanakan wukuf di Arafah tentunya pada bulan Dzulhijjah. Puasa Arafah itu sangat dianjurkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam kepada kaum muslimin yang sedang tidak berhaji pada saat itu. Puasa Arafah juga memiliki keistimewaan tersendiri dari segi pahala. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam:
صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ ذُنُوْبَ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَ مُسْتَقْبَلَةً، وَ صَوْمُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ يُكَفِّرُ سنَةً مَاضِيَةً. رواه مسلم
Artinya: "Puasa hari Arafah itu menghapus dosa-dosa dua tahun, setahun yang silam dan setahun yang akan datang. Dan puasa hari Asyura' itu menghapus dosa setahun sebelumnya."
Diriwayatkan oleh Muslim.
Para pembaca sekalian yang saya hormati, dari hadis yang pernah disabdakan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam di atas sudahlah kiranya cukup jelas bagi kita untuk mengamalkannya. Terlebih puasa Arafah itu hanya satu hari saja yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah dan memiliki efek dihapusnya dosa-dosa kita pada tahun yang telah berlalu dan tahun yang akan datang. ~Subhaanallaah~
Sebenarnya pada hadis di atas jika kita cermati, maka pada hadis tersebut selain dibahas mengenai puasa Arafah disandingkan juga dengan puasa Asyura' yaitu puasa yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram karena memang jaraknya tidak terlalu lama hanya berselang satu bulan saja setelah bulan Dzulhijjah.
*Sumber Bacaan:
Buku Ensiklopedi Muslim 'Minhajul Muslim' hlm. 415.
الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
~Semoga Bermanfaat~
Aamiin
Minggu, 20 Juli 2014
Bulan Suci Ramadhan yang Sangat Mulia dan Diberkahi
بسم الله الرحمن الرحيم
شَـهْرُ رَمَضَـانَ الْكَـرِيْـم وَ الْمُبَـارَك
Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi
23 Ramadhan 1435 H
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu dan dinantikan oleh Umat Islam sejagad raya di muka bumi ini. Bulan suci yang sangat mulia, banyak limpahan pahala dari Allah 'Azza wa Jalla yang sangat berlipat ganda, banyak juga keberkahan dan ampunan dari-Nya.
~Subhaanallaah~
Umat Islam sangat dituntut untuk benar-benar memanfaatkan waktu di bulan yang sangat mulia ini dengan sebaik-baiknya, terlebih di sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan seperti saat ini. Pada sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yang disebut 'Lailatul Qadar' لَيْـلَـةُ الْقَـدْرِ sebagaimana juga kata tersebut termaktub bahkan telah Dijadikan Allah 'Azza wa Jalla menjadi nama surah di dalam Al-Qur'an Al-Karim.
~Subhaanallaah~
Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ sudah berpesan kepada umatnya dengan memcontohkan untuk mengencangkan sabuknya dan sarungnya sebagaimana terdapat pada hadis beliau. Maksud dari mengencangkan sabuknya dan sarungnya tersebut adalah bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ apabila sudah masuk di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan beliau benar-benar sangat memfokuskan untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dengan penuh kesungguhan. Terlebih pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan terdapat satu malam yang sangat mulia dan diagungkan yaitu malam Lailatul Qadar. Berdasarkan pada buku Fiqih I'tikaf yang pernah penulis baca, malam Lailatul Qadar itu akan datang pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Di antara malam-malam itu adalah pada tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 yang telah dijadikan landasan kuat terdapatnya satu malam Lailatul Qadar yang apabila kita mendapatinya dan melakukan Qiyamul Lail atau menghidupkan malam tersebut untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah dengan Ikhlas hanya karena-Nya, maka kita sama dengan beribadah selama seribu bulan lamanya.
~Subhaanallaah~
Mudah-mudahan kita Dikaruniai oleh Allah 'Azza wa Jalla nikmat kemudahan-kemudahan, kelancaran-kelancaran, dan juga nikmat mendapatkan dan bisa menggapai serta memanfaatkan momentum luar biasa hebatnya yaitu malam Lailatul Qadar tersebut khususnya untuk saat ini adalah pada bulan suci Ramadhan 1435 Hijriah ini yang sedang kita jalani. Aamiin Yaa RABB al~'Aalamiina.
~Semoga Bermanfaat~
آمِيْـن يَـالله يَـا مُجِيْـبَ السَّـائِلِيْـنَ
وَ بِرَحْـمَتِكَ يَـا أَرْحَـمَ الرَّاحِـمِيْـنَ
Minggu, 13 Juli 2014
URGENSI IMAN dan TAQWA kepada ALLAH TA'ALA
بسم الله الرحمن الرحيم
أَهَمِّيَّةُ الإِيْمَان وَ التَّقْوَى إِلَى اللهِ تَعَالَى
URGENSI IMAN dan TAQWA kepada ALLAH TA'ALA
Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi
إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا و من سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، و من يضلله فلا هادي له. أما بعد
Pertama-tama dan yang paling utama marilah kita bersyukur kepada Allah 'Azza wa Jalla, karena Dialah yang mengkaruniai kita Nikmat Kesehatan dan Nikmat Umur Panjang. Alhamdulillaah. Kedua, tak lupa kita curahkan Shalawat serta Salam kita kepada baginda tercinta kita Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam yang Mulia, karena beliaulah Ajaran Islam dapat kita rasakan hingga pada zaman kita saat ini. Ketiga, kita juga harus senantiasa bersyukur atas nikmat Islam yang sudah sejak kita lahir di bumi ini kita telah beragama Islam. Sungguh beruntunglah kita. Sebagaimana Firman Allah 'Azza wa Jalla di dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran Ayat ke-19 yang artinya: "Sesungguhnya Agama di sisi Allah ialah Islam." [QS. Ali Imran: 19]
Membaca kutipan ayat suci Al-Qur'an tersebut di atas maka sudah sangat jelas bagi kita bahwa agama yang paling benar dan diakui oleh Allah hanyalah Agama Islam yang sudah sangat jelas dan mutlak kebenarannya. Islam Rahmatan lil 'Aalamiin.
Pada kesempatan yang baik ini, saya akan membahas tentang hal-hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim di dunia ini yaitu tentang "Urgensi Iman dan Takwa kepada Allah Ta'ala".
Pertama, tentang Iman kepada Allah Ta'ala
Secara bahasa, Iman itu dapat diartikan dengan 'percaya' الإيمان bahkan pada hakikatnya definisi dari Iman itu sendiri adalah Keyakinan, lebih dari sekadar percaya. Secara istilah Iman adalah keyakinan kuat yang tidak dicampuri dengan keraguan dan disertai dengan perbuatan yang membuktikan keyakinan itu. Sebagaimana dijelaskan di dalam buku Al Iman karya Syaikh Abdul Majid Az Zindani. Defiisi di atas menunjukkan adanya cakupan dua aspek yang dimiliki oleh Iman yaitu keyakinan dan perbuatan. Perlu kita ketahui bahwa selain ilmu, iman juga menjadi faktor penentu diterimanya amalan seorang hamba.
Iman itu harus dicari dan tidak dapat diwarisi oleh siapa pun. Iman itu bersifat fluktuatif, kadang bertambah dan kadang juga berkurang dalam hati seseorang. Iman itu bertambah dengan diri kita senantiasa melakukan ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla dan iman itu dapat berkurang apabila diri kita melakukan kemaksiatan. Dalam hal agar Iman dapat bertambah, Allah telah memberi Tips bagi kita dalam Al-Qur'an surah Al-Anfal Ayat ke-2 yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka apabila disebut Nama Allah (Sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakan-Nya) gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah kuat imannya dan kepada Tuhan (Allah) mereka bertawakal." [QS. Al-Anfal: 2]
Kedua, tentang Taqwa kepada Allah Ta'ala
Taqwa dalam bahasa Arab berasal dari kata وَقَى - يَقِيْ - وِقايَةً yang memiliki arti 'Memelihara'. Jadi, Taqwa itu secara sederhana dalam bahasa Arab berarti memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala Perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jadi, taqwa tidak sekadar Takut. Istilah lain dari Taqwa adalah Ridha yang memiliki arti menerima dengan rela dan senang hati tanpa beban hukum-hukum dan ketentuan Allah. Ilustrasi dari Taqwa itu sendiri pernah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam seperti seseorang yang berjalan di suatu jalan dan di jalan yang dilalui orang itu banyak terdapat duri, maka dipastikan orang itu akan sangat berhati-hati saat melewati jalan tersebut. Itulah Taqwa.
Firman Allah 'Azza wa Jalla di dalam Al-Qur'an Al-Karim Surah Ali Imran Ayat yang ke- 102 yang Artinya: "Wahai orang-orang yang Beriman! Bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." [QS. Ali Imran: 102]
Iman dan Taqwa itu pada hakikatnya keduanya memiliki korelasi atau hubungan yang sangat terikat dan dekat. Hal itu dikarenakan kondisi keimanan seseorang yang baik dan berkualitas sudah akan tentu lambat laun akan melahirkan sifat, sikap, dan perilaku Taqwa dalam hati seseorang.
Wallaahu A'lam bi al-Shawaab.
الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
~Semoga Bermanfaat~
آمين يـــــــالله
Langganan:
Postingan (Atom)