Jumat, 28 Februari 2014

Percakapan Bahasa Arab tentang Makanan dan Minuman

بسم الله الرحمن الرحيم 

 

الحِوَارُ عَنِ الطَّعَامِ وَ الشَّرَابِ  

لِـ : منهج الدين زهودي



أحمد : السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ 

سالم : وَ عَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ 

أحمد : كَيْفَ حَالُكَ اليَوْمَ يَا أَخِيْ؟

سالم : أَنَا بِخَيْرٍ. الحَمْدُ لِلهِ. وَ كَيْفَ حَالُكَ أَنْتَ يَا أَخِيْ؟ 

أحمد : الحَمْدُ لِلهِ. أَنَا بِخَيْرٍ كَذَالِكَ

سالم : هَيَّا نَتَكَلَّمُ عَنِ الطَّعَامِ وَ الشَّرَابِ

أحمد : آهْ. فِكْرَةٌ طَيِّبَةٌ

سالم : كَمْ وَجْبَةً تَأْكُلُ فِي اليَوْمِ يَا أَحْمَدْ؟ 

أحمد : آكُلُ ثَلاَثَ وَجَبَاتٍ : الفَطُوْرَ.. الغَدَاءَ.. وَ العَشَاءَ. وَ كَمْ وَجْبَةً تَأْكُلُ فِيْ اليَوْمِ؟ 

سالم : أَنَا آكُلُ وَجْبَتَيْنِ فِيْ اليَوْمِ

أحمد : مَاذَا تَأْكُلُ وَ تَشْرَبُ فِيْ الفَطُوْرِ؟ 

سالم : آكُلُ الأَرُزَّ وَ الدَّجَاجَ و السَّلَطَةَ وَ أَشْرَبُ المَاءَ وَ أَحْيَانًا الشَّايَ. وَ مَاذَا تَأْكُلُ فِيْ الفَطُوْرِ؟  

أحمد : آكُلُ الأَرُزَّ وَ الخَضْرَوَاتَ وَ السَمَكَ وَ الفَاكِهَةَ

سالم : وَ مَاذَا تَشْرَبُ فِيْ الفَطُوْرِ؟

أحمد : أَنَا أشْرَبُ المَاءَ وَ اللَّبَنَ. الحَمْدُ لِلهِ

سالم : الحَمْدُ لِلهِ. لاَ بُدَّ عَلَيْنَا أَنْ نَأْكُلَ وَ نَشْرَبَ الأَطْعِمَةَ وَ الأَشْرِبَةَ حَلاَلاً طَيِّبًا وَ صِحِّيِّيًّا

أحمد : نَعَمْ. صَحِيْحٌ جِدًّا

 

 

 

 Percakapan tentang Makanan dan Minuman

Oleh: Manhajuddin Zuhudi



Ahmad: Assalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Salim: Wa'alaikumus Salam wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh 

Ahmad: Bagaimana kabarmu wahai saudaraku?

Salim: Saya dalam keadaan baik. Alhamdulillaah. Bagaimana kabarmu juga wahai saudaraku?

Ahmad: Alhamdulillaah. Saya juga dalam keadaan baik. 

Salim: Mari kita berbicara tentang makanan dan minuman.

Ahmad:  Ok. Ide yang bagus.

Salim: Berapakah porsi makananmu dalam sehari?

Ahmad: Saya makan tiga kali dalam sehari. Sarapan.. makan siang.. dan makan malam. Berapa kali kamu makan dalam sehari?

Salim: Saya makan dua kali dalam sehari. 

Ahmad: Apa yang kamu makan dan minum di saat sarapan? 

Salim: Saya makan nasi.. ayam.. dan sambal dan saya minum air putih dan kadang-kadang teh. Lalu apa yang kamu makan saat sarapan?

Ahmad: Saya makan nasi.. sayuran.. ikan.. dan buah-buahan. 

Salim: Lalu apa yang kamu minum di saat sarapan? 

Ahmad: Saya minum air putih dan susu. Alhamdulillaah.

Salim: Alhamdulillaah. kita memang harus makan dan minum makanan-makana dan minuman-minuman yang halal.. baik dan menyehatkan. 

Ahmad: Ya. Benar sekali.

 

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ 

 

~Semoga Bermanfaat~

   آمين يَـالله 


 


 



Jumat, 21 Februari 2014

Adab-adab yang Harus dimiliki Seorang Murid

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Adab-adab yang Harus dimiliki Seorang Murid

Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi

[1] Semua sikap baik dan terpuji yang dimiliki seorang guru haruslah juga dimiliki oleh seorang murid.

[2] Benar-benar memanfaatkan waktunya untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya.

[3] Memilih guru yang benar-benar ahli dalam bidangnya, mumpuni ilmu agamanya dan diakui keilmuannya.

[4] Membersihkan diri dan jiwanya dari segala kotoran hati agar dengan mudah dapat menerima Al-Qur'an, menghafalnya dan mendalaminya.

[5] Harus benar-benar bersungguh-sungguh dalam belajar dan rakus terhadap ilmu.

[6] Harus menjaga semua hafalannya dan jangan merasa sombong dengan keberhasilan ilmu yang dimilikinya serta tidak boleh merasa dengki sedikit pun dengan keberhasilan yang dicapai oleh orang lain.

[7] Harus menghormati gurunya dan meyakini akan kemahiran dan keilmuan yang dimilikinya, karena hal itu dapat mengantarkan dirinya untuk dapat mengambil manfaat dari apa yang disampaikan oleh gurunya.

[8] Seorang murid harus selalu bersikap tawadhu' [rendah hati] di mana pun ia berada. 

[9] Harus beradab secara baik juga kepada teman-temannya.

[10] Memperhatikan perkataan dan penjelasan guru dengan penuh saksama.


الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ 

*Saya terinspirasi untuk membuat tulisan ini dari buku Agenda Pelajar Muslim.

~Semoga Bermanfaat~

آمين يالله 

Jumat, 14 Februari 2014

العِــــلْمُ وَسِيْــــلَةٌ لِلرَّخَــــاءِ

بسم الله الرحمن الرحيم

 

العِــــلْمُ وَسِيْــــلَةٌ لِلرَّخَــــاءِ

 

العِلْمُ وَسِيْلَةٌ لِلرَّخَاءِ.... تَتَحَقَّقُ أَنَّ هَذِهِ الوَسِيْلَةَ بِفَضْلِ العِلْمِ الَّذِيْ يَشْتَغِلُ العُلَمَاءَ بِتَنْمِيَتِهِ دَائِمًا. تِلْكَ الحَقَائِقُ مِنْ فضَائِلِ العِلْمِ فِيْ الحَيَاةِ. بِفَضْلِ العِلْمِ أَصْبَحَ الصَّعْبُ سَهْلاً. وَ بِفَضْلِ العِلْمِ أَصْبَحَ البَعِيْدُ قَرِيْبً. وَ بِفَضْلِ العِلْمِ اِسْتَطَاعَ الإنْسَانُ أَنْ يَبْنَى حَضَارَةً عَالِيَةً. وَ كَذَالِكَ بِفَضْلِ العِلْمِ اِسْتَطَاعَ الإِنْسَانُ أَنْ يَعِيْشَ فِيْ رَخَاءٍ وَ رَفَاهِيَةٍ. وَ كَذَالِكَ كَثِيْرٌ جِدًّا فَضَائِلُ الآخَرِ لِلْعِلْمِ. سُبْحَانَ الله وَ الحَمْدُ لِلهِ

 

Ilmu sebagai perantara untuk mencapai Kemakmuran

 

Ilmu adalah perantara untuk menuju kepada kemakmuran (dalam hidup). Hal itu terbukti bahwa perantara itu direalisasikan dengan keutamaan dari ilmu itu sendiri melalui berbagai kesibukan para Ulama' da Ilmuwan dengan selalu berupaya mengembangkannya. Kenyataan-kenyataan itulah yang telah menjadikan ilmu memiliki banyak keutamaan dalam hidup ini. Dengan ilmu jadilah sesuatu yang sulit itu menjadi mudah. Dengan ilmu sesuatu yang jauh itu menjadi dekat. Dengan ilmu manusia bisa membangun suatu peradaban yang tinggi. dan dengan ilmu manusia bisa hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan. dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan lainnya dari ilmu itu sendiri. Subhaanallaah ~ Alhamdulillaah [Maha Suci ALLAH ~ Segala Puji Hanya bagi ALLAH].

 

*Referensi dan Sumber Bacaan:

Buku Pelajaran Bahasa Arab Jilid II untuk Madrasah Aliyah.

 تَعْلِيْمُ اللُّغَة العَرَبِيَّة

 

  الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

~Semoga Bermanfaat~

آمِيْنْ

 

Minggu, 09 Februari 2014

Sarana Mencari dan Mendapatkan Ilmu

بسم الله الرحمن الرحيم 

Sarana Mencari dan Mendapatkan Ilmu

Ditulis Oleh: Manhajuddin Zuhudi

 

           Ada tiga sarana utama dalam mencari dan mendapatkn ilmu sebagaimana yang telah disebutkan di dalam Al~Qur'an al~Karim. Tiga sarana utama itu adalah:

[1] Al-Sam'u (السَّمْعُ) [Pendengaran] => Adalah asas ilmu dan digunakan baik pada masa penurunan Wahyu, penyampaiannya kepada sahabat maupun hingga kepada masa kita sekarang.

[2] Al-Basharu (البَصَرُ) [Penglihatan] => Adalah asas ilmu yang sangat dibutuhkan untuk mengamati sesuatu dan mencobanya. 

[3] Al-Fuaadu (الفُؤَادُ) [Hati] => Ini adalah asas 'aqli yang harus dimiliki oleh penuntut ilmu.

          Ketiga sarana utama tersebut sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al~Qur'an Surah An-Nahl: 78.


أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ _ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

( وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ )

سورة النحل: 78

 Artinya:
[Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, kemudian Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kamu bersyukur.] QS. An-Nahl: 78.

*Referensi Bacaan:
~ Buku Agenda Pelajar Muslim [Menuju Pelajar Muslim Berprestasi] hlm. 14 - 15.
~ Al~Qur'an Online [http://quran.ittelkom.ac.id/?sid=16&aid=78&pid=arabicid].

~Semoga Bermanfaat~

 آمين

 

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ 




Jumat, 31 Januari 2014

Mengenali Diri

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Mengenali Diri

Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi


          Mengenali diri berarti kita harus mengenali diri dan kelebihan pada diri kita yang telah Dikaruniakan ALLAH SWT kepada kita. Kemudian kita mampu memfungsikan kelebihan tersebut dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan tempatnya. Baik berupa ilmu, potensi, pekerjaan, atau profesi. Hal itu sangat penting karena setiap manusia pasti telah mengetahui dan memiliki bakat dan keahliannya masing-masing. 

          Karakteristik setiap orang berbeda-beda, maka bagi orang yang berakal dan mau berpikir hendaknya mendalami bidang yang dirasa paling mampu untuk ia tekuni dan pelajari secara mendalam sehingga mampu untuk dikuasai dengan baik, karena setiap manusia akan Dimudahkan oleh ALLAH SWT pada setiap apa yang telah diciptakan untuknya. Apabila Anda membaca sejarah dan kisah kehidupan para Sahabat Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam. Maka Anda akan mendapati bahwa masing-masing dari mereka [Sahabat-sahabat Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam] memiliki profesi dan keahlian masing-masing di bidangnya. 

         Menjadi hal yang sangat penting bagi kita untuk mencari keahlian yang ada pada diri kita, serta mengenali kemampuan, kecintaan, dan kecenderungan kita terhadap apa yang dapat kita lakukan. Sebuah buku apa pun itu bukunya hanyalah bisa mengajari kita tentang hikmah dan kebijaksanaan, tetapi buku itu tidak bisa mencetak orang yang bijaksana.Orang-orang yang telah menjadi pakar dan ahli pada bidang-bidang tertentu, mereka tidak hanya belajar dari bangku sekolah dan buku saja, tetapi mereka juga telah melalui pengalaman-pengalaman kehidupan yang mereka jalani. Dengan istilah lain, kita untuk bisa menjadi seorang yang ahli di bidang yang kita cintai, kita tidak hanya cukup dengan bekal teori-teori saja, tetapi juga haruslah dipraktekkan dalam bentuk pengajaran atau pengamalan lebih lanjut.

          Apabila kita mau menjadi orang yang ahli dalam bidang ilmu, pekerjaan, dan profesi tertentu, maka kita harus mendalami dan menekuni bidang tersebut dengan sebaik-baiknya. Di samping itu, kita juga harus memiliki dasar cinta atau memiliki kecintaan terhadap bidang ilmu atau pekerjaan tersebut. Jangan sekali-kali kita mengira bahwa kesuksesan itu akan datang tersaji begitu saja di hadapan kita. Namun kesuksesan yang sangat berharga adalah kesuksesan yang diperoleh melalui kerja keras, kesungguhan dalam berusaha dan juga dalam berdo'a kepada ALLAH SWT. 


الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

 

* Referensi Bacaan
Penulis terinspirasi dari buku 'Kunci Sukses' yang ditulis oleh Syaikh Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni. 

~Semoga Bermanfaat~

 آمين يَـالله

Minggu, 26 Januari 2014

Nama~nama Bulan Hijriyah [Kalender Islam]

بسم الله الرحمن الرحيم 

Nama-nama Bulan Hijriah

[Sistem Kalender Islam]

Ditulis Oleh: Manhajuddin Zuhudi

مُحَرَّمْ

[1] Muharram

صَفَرْ

[2] Shafar

رَبِيْعُ الأَوَّلِ

[3] Rabi'ul Awal

رَبِيْعُ الأَخِرْ

[4] Rabi'ul Akhir

جُمَادِي الأُوْلَى

[5] Jumadil Ula

جُمَادِي الثَّانِيَةِ

[6] Jumadil Tsaniah

رَجَبْ

[7] Rajab

شَعْبَانْ

[8] Sya'ban

رَمَضَانْ

[9] Ramadhan

شَوَّالْ

[10] Syawal

ذُوْ القَعْدَةِ

[11] Dzulqa'dah

ذُوْ الحِجَّةِ

[12] Dzulhijjah

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

~Semoga Bermanfaat~

آمين يـَالله

Jumat, 17 Januari 2014

Bahasa Arab sebagai Alat Komunikasi dan Pembelajaran

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Bahasa Arab sebagai Alat Komunikasi dan Pembelajaran


Ditulis Oleh: Manhajuddin Zuhudi

 

          Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan di dalam Al-Qur'an yang sangat mulia dan menjadi satu di antara banyak alat komunikasi internasional. Oleh karena itu, mempelajari bahasa Arab sudah menjadi suatu kebutuhan khususnya bagi umat Islam. Hal itu menjadi suatu keharusan mengapa bahasa Arab harus dikuasai oleh umat Islam karena hanya bahasa Arab lah satu-satunya bahasa yang digunakan dan dilafalkan di dalam ibadah Shalat sehari-hari yang juga di dalamnya termasuk bacaan-bacaan surah-surah dari dalam Al-Qur'an.

          Bahasa Arab itu sendiri terdiri dari beberapa cabang ilmu antara lain seperti: Nahwu, Sharaf, Balaghah, Mufradat, Muthala'ah, dan lain sebagainya. Semuanya telah menjadi suatu kesatuan sistem pembelajaran dalam bahasa Arab yang masing-masing harus dikuasai dengan baik dan benar.

           Orang yang mempelajari bahasa Arab tentunya juga harus mempunyai keterampilan-keterampilan yang wajib dimiliki yaitu: Keterampilan mendengarkan (مَهَارَةُ الإِسْتِمَاعِ), Keterampilan berbicara (مَهَارَةُ الكَلاَمِ), Keterampilan membaca (مَهَارَةُ القِرَاءَةِ), dan Keterampilan menulis (مَهَارَةُ الكِتَابَةِ). Keempat keterampilan tersebut harus dimiliki oleh setiap orang yang hendak mempelajari bahasa Arab. Hal itu sangatlah diperlukan untuk menunjang kesuksesan di dalam dua hal yaitu di dalam berkomunikasi dan juga di dalam pembelajaran bahasa Arab.

          Dalam kaitannya dengan pemanfaatan bahasa Arab sebagai alat komunikasi. Menurut saya, di samping bisa belajar secara mandiri melalui menghafal banyak kosa kata bahasa Arab dari kamus dwibahasa (Arab-Indonesia) atau sebaliknya (Indonesia-Arab) juga sangat diperlukan juga untuk menjalin komunikasi kepada sesama pengguna bahasa Arab dalam suatu komunitas bahasa Arab baik di lingkungan formal seperti di sekolah-sekolah, pesantren-pesantren, di kampus maupun di lingkungan nonformal seperti menjalin komunikasi kepada sesama teman saat berada di luar kelas. Hal itu sangatlah diperlukan dan harus bisa diterapkan secara terjadwal demi tercapainya kemampuan berkomunikasi secara lancar dan fasih dalam berbahasa Arab sehingga mampu mengekspresikan bahasa Arabnya baik melalui percakapan langsung maupun melalui tulisan-tulisan. 

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

 ~Semoga Bermanfaat~

آمين يـالله

 

*Referensi Bacaan:
Buku Tata Bahasa Arab Sistematis
Dr. H. Imaduddin Sukamto, MA dan Akhmad Munawari, S. Ag.