Minggu, 25 Mei 2014

Hakikat Sukses [Bagian II]

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Hakikat Sukses [Bagian II]

Oleh: Manhajuddin Zuhudi

 

          Berikut saya sajikan secara ringkas dan sederhana tentang hakikat sukses:

[1] Orang yang sukses akan selalu membiasakan diri untuk giat berolahraga dan menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, karena orang yang sukses adalah orang yang kuat dan sehat.

[2] Orang yang sukses memiliki rasa optimis yang tinggi, mampu memperbaiki kesalahannya, mampu keluar dari tekanan dan masalahnya, serta mampu mengubah kerugian menjadi keberuntungan.

[3] Orang yang sukses harus memiliki kekuatan dalam mempelajari ilmu, selalu berkonsentrasi, dan menghargai waktu.

[4] Orang yang sukses memiliki cita~cita setinggi bintang dan memiliki tekad yang sangat kuat untuk meraih berbagai kesuksesan hidup dan cita~citanya. 

[5] Orang yang sukses akan senantiasa mengamalkan ilmunya dan menuliskannya. 

[6] Orang yang sukses adalah orang yang memiliki profesionalitas yang baik dalam bekerja.

[7] Orang yang sukses adalah orang yang menjauhkan dirinya dari sesuatu yang tidak ada manfaatnya. 

[8] Orang yang sukses adalah orang yang tidak akan pernah berhenti melangkah untuk terus maju dan lebih baik. 

[9] Orang yang sukses adalah orang yang tetap konsisten dengan kebaikan~kebaikannya meskipun berada di lingkungan yang tidak baik.

[10] Orang yang sukses adalah orang yang senantiasa mencari keridhaan dari ALLAH Ta'ala dan Kedua Orangtuanya. 

 

 

*Terinspirasi dari buku "Kunci Sukses" yang ditulis oleh Syaikh Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni dengan berbagai perubahan sederhana dari penulis.

 

~Semoga Bermanfaat~

آمين يـالله 

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 

Senin, 19 Mei 2014

Beberapa Terjemahan Ayat~ayat Al-Qur'an tentang Keutamaan Dzikir

بسم الله الرحمن الرحيم 

 

Beberapa Terjemahan Ayat~ayat Al-Qur'an tentang Keutamaan Dzikir

 

[1] QS. Al-Baqarah: 152

       Firman Allah: "Karena itu, Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan Rahmat dan Ampunan), dan bersyukurlah kepada-Ku, serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku)". 

 

[2] QS. Al-Ahzab: 35 

      Firman Allah: "Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung."

 

[3] QS. Al-Ahzab: 42

      Firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut nama-Nya)."

 

[4] QS. Al-A'raf: 205 

      Firman Allah: "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaan-Nya), tidak mengeraskan suara di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." 

 

 *Referensi: 

Buku Kumpulan Do'a dalam Al-Qur'an dan Hadis, Said bin Ali Wahf Al-Qohthoni


الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 

~Semoga Bermanfaat~

آمين يـَالله 



Minggu, 20 April 2014

Tentang Niat

بسم الله الرحمن الرحيم 

Tentang Niat


          Niat bukan sekadar mengucapkan saya berniat (nawaytu). Lebih daripada itu, niat adalah dorongan hati seiring dengan pembukaan dari Allah 'Azza wa Jalla. Kadang-kadang niat itu mudah dicapai, kadang-kadang juga sulit. Seseorang yang hatinya selalu dipenuhi dengan urusan-urusan Agama (Din), maka dia akan mudah untuk menghadirkan niat untuk berbuat kebaikan. Apabila hati telah condong kepada pangkal kebaikan, maka ia pun akan terdorong untuk cabang-cabang kebaikan. 

          Sebaliknya, jika seseorang hatinya dipenuhi dengan kecenderungan kepada gemerlap dunia hingga terlalaikan untuk hal-hal yang berkaitan dengan Agama, maka ia akan mendapati kesulitan untuk menghadirkan niatan dari dalam hatinya.

          Umar bin Khattab radhiyallaahu 'anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, 

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَ إِنَّمَا لِكُلٍّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ. وَ مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ. الْحَدِيْثُ رَوَاهُ البُخَارِيْ 


"Sesungguhnya amal-amal itu tergantung kepada niatnya. Seseorang itu akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Seseorang yang niat hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya pun kepada Allah dan Rasul-Nya. Seseorang yang hijrahnya kepada dunia yang diinginkannya atau wanita yang akan dinikahinya, hijrahnya pun untuk apa yang dia niatkan." [HR. Al-Bukhari]. 

          Semoga kita Senantiasa mudah untuk selalu menghadirkan niatan-niatan baik dari dalam hati kita di setiap hendak melaksanakan amal-amal yang baik termasuk untuk beribadah kepada Allah 'Azza wa Jalla. 
Aamiin Yaa ALLAH. 

~Semoga Selalu Bermanfaat~
آمين يَـالله 

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 


*Sumber Bacaan:
Buku 'Tazkiyatun Nafs', Konsep Penyucian Jiwa Menurut Ulama Salafushshalih oleh Ibnu Rajab Al-Hambali, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, dan Imam Al-Ghazali. 



Jumat, 11 April 2014

Cerita Bahasa Arab Tentang Pekerjaan

بسم الله الرحمن الرحيم 


قصة عن العمل 

لـ : منهج الدين زهودي


          ذهب أدي إلى المكتب للعمل في الصباح. الوقت للعمل في الساعة الثامنة صباحا. و المسافة من البيت إلى المكتب حوالي خمسين دقيقة إلى ساعة واحدة. ذهب أدي إلى المكتب بالحافلة مرة واحدة حتى محطة الحافلات. و الوقت للعمل يبدأ من الساعة الثامنة صباحا إلى الساعة الرابعة أو الخامسة مساءا. كان المكتب قريب من المسجد و المحطة للحافلات و أيضا قريب من مراكز التسوق بجاكرتا. و كان الناس هناك مزدحم جدا و العديد من المعاملات و كثير من التجارة. و بعد العمل في الساعة الخامسة في المساء ذهب أدي إلى محطة الحافلات للعودة إلى البيت و الإستراحة. هـذا هو الوصف عن قصة أدي في عمله الآن. الحمد لله رَبِّ العالمين


~Semoga Bermanfaat~  

آمين يالله

Minggu, 06 April 2014

Sekadar Tips Sederhana untuk Mudah Menghafal Al~Qur'an

بسم الله الرحمن الرحيم 

 

 Sekadar Tips Sederhana untuk Mudah Menghafal Al~Qur'an

Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi 


Pada kesempatan ini saya berniat untuk menyajikan beberapa tips sederhana saja untuk mudah dalam menghafal Al~Qur'an. Insya Allah. Berikut di antaranya...... 

[1] Menumbuhkan Niat Ikhlas Hanya karena Allah.
[2] Harus Mencari Ridha Allah dalam Menghafal Al~Qur'an. 
[3] Harus Ada Kemauan dan Tekad yang Kuat di Dalam Menyelesaikan Hafalan. 
[4] Harus Ada Seorang Guru atau Ustadz yang Dinilai Bagus Bacaannya dan Bisa Menjadi Pendamping untuk Menyetorkan Hafalan Surah~surahnya. 
[5] Harus Bisa Menyediakan Waktu Khusus Setiap Hari untuk Menghafal. Misalnya di Waktu Setelah Shalat Fajar / Shubuh dan di Waktu Setelah Maghrib atau Isya'. 
[6] Harus Selalu Merasa Selalu Mendapatkan Pahala dari Allah Setiap Membaca dan Menghafalkan Surah~surah dari Al~Qur'an. 
[7] Memilih Tempat yang Nyaman dan Tenang Saat Menghafal Al~Qur'an. Misalnya di Dalam Masjid atau Mushalla. 
[8] Harus Memiliki Mushaf Khusus yang Diperuntukkan untuk Menghafalkan Al~Qur'an. 
[9] Menghafalkan Ayat per Ayat. Surah per Surah dan Juz demi Juz Secara Sistematis Baik Dimulai dari Juz ke~1 atau Boleh Juga Dimulai dari Juz ke~30. 
[10] Harus Selalu Konsisten dan Penuh Perhatian dalam Menghafalkan Al~Qur'an yang Sangat Mulia. 


الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 

~Semoga Bermanfaat~ 

آمين يالله 


*Terinspirasi oleh Buku 'Cara Mudah Menghafal Al-Qur'an' M. Taqiyul Islam Qori.


Minggu, 30 Maret 2014

Hal~hal Penting lain Seputar Ilmu

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Hal~hal Penting lain Seputar Ilmu 

          Berikut saya tuliskan beberapa hal penting seputar dengan Ilmu yang juga harus diketahui bagi para penuntut ilmu. 

[1] Setiap pelajar hendaknya harus rakus dalam mempelajari ilmu dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah didapatkannya.

[2] Setiap pelajar harus selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong terkait dengan ilmu-ilmu yang telah dipelajarinya.

[3] Hal-hal penting yang harus ditempuh oleh setiap pelajar adalah mendengarkan, memahami, mengamalkan, dan menyampaikannya. Sesungguhnya Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم mendoakan kebaikan bagi orang yang mendengar ucapannya, kemudian memahami, menghafal, dan mendakwahkannya kepada orang lain.

[4] Setiap pelajar juga hendaknya harus mengkaji ilmunya, mambahas, dan menuliskannya dalam buku hingga mampu meraih ilmu yang banyak dan melimpah sehingga hati dan pikiran bisa mengambil manfaat dan faidah darinya. 

[5] Setiap pelajar juga harus memiliki akhlak yang baik terhadap gurunya dan juga temannya. 

[6] Ibnu Qayyim juga menyebutkan tentang sifat dasar bagi seorang pelajar adalah mengerahkan daya dan tenaga semaksimal mungkin, jujur dalam mencari ilmu, dan lurus niatnya, karena kebahagiaan dalam menuntut ilmu tidak akan dapat diraih kecuali dengan mengerahkan daya dan tenaga, jujur dalam pencarian dan lurus dalam niatnya. (Miftah Darus Sa'adah: 1 / 108).

*Referensi Bacaan:

Buku Agenda Pelajar Muslim [Menuju Pelajar Muslim Berprestasi]. 

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

 

~Semoga Bermanfaat~

آمين يــالله 

Minggu, 23 Maret 2014

AKIDAH: IMAN KEPADA ALLAH TA'ALA

بسم الله الرحمن الرحيم 

IMAN KEPADA ALLAH TA'ALA 

Ringkasan sederhana dengan beberapa perubahan oleh: Manhajuddin Zuhudi 

Buku: Ensiklopedi Muslim [Minhajul Muslim] 

Karya Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi

 

 

          Pembahasan ini adalah pembahasan yang paling urgen dalam kehidupan setiap Muslim di dunia ini dan paling berat bobotnya, karena kehidupan seorang Muslim itu pasti selalu berputar pada porosnya, dan terbentuk dengannya. Bahasan ini juga merupakan puncak prinsip dalam sistem umum kehidupan seorang Muslim secara keseluruhan. 

          Seorang Muslim beriman kepada Allah berarti dia membenarkan eksistensi Allah Tabaraka wa Ta'ala bahwa Allah lah Sang Pencipta langit dan bumi, bahwa Allah mengetahui alam ghaib dan alam nyata, bahwa Allah adalah Tuhan segala sesuatu sekaligus pemiliknya, bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, bahwa Allah Maha Agung dan Maha Tinggi yang bersifatkan seluruh kesempurnaan, dan bersih dari semua kekurangan. Iman seperti itu semua adalah petunjuk Allah Ta'ala sebelum segala sesuatu. Hal ini karena Allah Ta'ala berfirman, "Dan kita tidak mendapatkan petunjuk, jika Allah tidak memberi petunjuk kepada kita."

          Berikut adalah sekumpulan Dalil dari Al-Qur'an Al-Karim: 

[1] Firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-A'raf Ayat ke-54 yang artinya: 
         "Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam."

      Dalam Ayat tersebut di atas adalah penjelasan Allah Ta'ala tentang eksistensi diri-Nya, tentang penciptaan-Nya terhadap makhluk, tentang nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya. 


[2] Firman Allah Ta'ala dalam Surah Thaha Ayat ke-14 yang artinya:
          "Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk mengingat Aku."


[3] Firman Allah Ta'ala tentang pengagungan Diri-Nya, penyebutan nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya dalam Surah Al-Hasyr Ayat ke-22 sampai 24 yang artinya:
          "Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Maha Raja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia Memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."


[4] Firman Allah Ta'ala tentang sanjungan Diri-Nya, dalam Surah Al-Fatihah Ayat ke-2 sampai 4 yang artinya: 
          "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan." 

 
[5] Firman Allah Ta'ala kepada kaum Muslimin, dalam Surah Al-Anbiya' Ayat ke-92 yang artinya: 
          "Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku." 


[6] Firman Allah Ta'ala dalam Surah Al-Mukminun Ayat ke-52 yang artinya: 
          "Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku." 


الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 

~Semoga Senantiasa Bermanfaat~

آمِيْنْ يَــالله