Sabtu, 27 Mei 2017
Selasa, 23 Mei 2017
KOSA KATA BAHASA ARAB "ANGGOTA KELUARGA"
بسم الله الرحمن الرحيم
KOSA KATA BAHASA ARAB
"ANGGOTA KELUARGA"
Kosa Kata Bahasa Arab tentang "Anggota Keluarga"
الْعَائِلَةُ / Al-'Aailatu / Keluarga
الْجَدُّ / Al-Jaddu / Kakek
الْجَدَّةُ / Al-Jaddatu / Nenek
الْأُمُّ / Al-Ummu / Ibu
الْأَبُ / Al-Abu / Ayah
الْإِبْنُ / Al-Ibnu / Anak Laki-laki
الْبِنْتُ / Al-Bintu / Anak Perempuan
الطِّفْلُ / Ath-Thiflu / Bayi
الْأَخُ / Al-Akhu / Saudara Laki-laki
الْأُخْتُ / Al-Ukhtu / Anak Perempuan
الْعَمُّ / Al-'Ammu / Paman
الْعَمَّةُ / Al-'Ammatu / Bibi
اِبْنُ الْعَمِّ / Ibnu Al-'Ammi / Sepupu Laki-laki
بِنْتُ الْعَمَّةِ / Bintu Al-'Ammi / Sepupu Perempuan
الْحَفِيْدُ / Al-Hafiidu / Cucu
Silakan Dihafalkan. Semoga Bermanfaat. Aamiin
*Sumber Buku Rujukan: "Bahasa Dunia".
Kamis, 11 Mei 2017
Nasehat Diri "Istighfar-lah"
بسم الله الرحمن الرحيم
NASEHAT DIRI "ISTIGHFAR-LAH"
Oleh: Manhajuddin Z.
Tatkala waktumu kau gunakan untuk sesuatu yang tak bermanfaat, istighfar-lah.
Tatkala kesenanganmu melalaikan kebaikanmu, istighfar-lah.
Tatkala main-mainmu lebih lama daripada belajarmu, istighfar-lah.
Tatkala buka HP-mu lebih sering daripada baca Al-Qur'an-mu, istighfar-lah.
Tatkala beli pulsa lebih banyak daripada sedekahmu, istighfar-lah.
Tatkala obrolanmu lebih banyak daripada dzikirmu, istighfar-lah.
Tatkala dosamu lebih banyak daripada pahalamu, istighfar-lah.
Tatkala makanmu lebih banyak daripada puasamu, istighfar-lah.
Tatkala tertawamu lebih banyak daripada tangismu, istighfar-lah.
Tatkala ketidakpuasanmu lebih sering daripada rasa syukurmu, istighfar-lah.
Tatkala amarahmu mengalahkan kesabaranmu, istighfar-lah.
Tatkala main-mainmu lebih lama daripada belajarmu, istighfar-lah.
Tatkala buka HP-mu lebih sering daripada baca Al-Qur'an-mu, istighfar-lah.
Tatkala beli pulsa lebih banyak daripada sedekahmu, istighfar-lah.
Tatkala obrolanmu lebih banyak daripada dzikirmu, istighfar-lah.
Tatkala dosamu lebih banyak daripada pahalamu, istighfar-lah.
Tatkala makanmu lebih banyak daripada puasamu, istighfar-lah.
Tatkala tertawamu lebih banyak daripada tangismu, istighfar-lah.
Tatkala ketidakpuasanmu lebih sering daripada rasa syukurmu, istighfar-lah.
Tatkala amarahmu mengalahkan kesabaranmu, istighfar-lah.
~ Semoga Bermanfaat ~
Ditulis di Jakarta
Rabu, 10 Mei 2017
الحمد لله رب العالمين
Rabu, 03 Mei 2017
PAMERAN BUKU ISLAM TERBESAR; ISLAMIC BOOK FAIR JAKARTA
بسم الله الرحمن الرحيم
معرض الكتاب الإسلامي بجاكرتا
PAMERAN BUKU ISLAM TERBESAR
ISLAMIC BOOK FAIR 1438 H / 2017 M JAKARTA
Ditulis oleh: Manhajuddin Z.
Alhamdulillaah. Segala pujian dan rasa syukur ini hanya untuk Allah 'Azza wa Jalla yang telah memberikan sangat banyak kenikmatan kepada diri ini, termasuk nikmat terbesar sepanjang masa yaitu nikmat Iman dan Islam yang senantiasa tetap melekat di dalam hati dan diri ini. Shalawat dan salam tidak lupa saya haturkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, yang telah sangat berjasa demi kemajuan Islam dan ajarannya hingga pada masa akhir zaman ini. Pada kesempatan yang baik ini, saya terinspirasi untuk membuat tulisan sedikit tentang Pameran Buku Islam Terbesar yaitu Islamic Book Fair di Jakarta yang pada kesempatan ini adalah masuk ke penyelenggaraannya yang ke-16 Tahun. ما شاء الله
Islamic Book Fair di Jakarta tahun ini diselenggarakan mulai hari Rabu, tanggal 6 Sya'ban 1438 H / 3 Mei 2017 M hingga hari Ahad, tanggal 10 Sya'ban 1438 H / 7 Mei 2017 M, Sangat bersyukur rasanya karena selama ini dan hingga Islamic Book Fair tahun ini, Allah selalu memberi saya kesempatan untuk bisa selalu berkunjung ke pameran buku yang super besar dan banyak diskon ini. Alhamdulillaah. Harapan saya, semoga setiap tahunnya bisa selalu mengunjunginya, baik tahun ini maupun untuk tahun-tahun yang akan datang. اللهم آمين
Ada hal yang menarik untuk bisa saya bahas sedikit di artikel ini, berkaitan dengan penyelenggaraan Pameran Buku Islam Terbesar; Islamic Book Fair tahun 1438 H / 2017 M di Jakarta tahun ini. Hal menarik itu di antaranya adalah pertama, dari segi waktu penyelenggaraannya, Islamic Book Fair Jakarta tahun ini agak mundur waktunya yaitu pada bulan Mei, yang biasanya sudah diselenggarakan secara rutin di bulan Februari hingga Maret, atau di bulan Maret. Kedua, hari penyelenggaraannya untuk tahun ini lebih singkat atau bisa dibilang setengahnya dibandingkan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, yaitu hanya 5 hari saja (rasanya agak kurang lama ya.), padahal untuk tahun-tahun sebelumnya selalu diselenggarakan selama 10 hari. Ketiga, dari segi tempat penyelenggaraannya pun juga berbeda. Meskipun masih di kawasan Senayan, tetapi pada kesempatan ini Islamic Book Fair Jakarta tahun 1438 H / 2017 M bertempat di gedung megah Jakarta Convention Center (JCC) tepatnya di Hall A dan B dikarenakan gedung Istora Senayan sedang dalam tahap renovasi bangunan yang insyaAllah akan dimanfaatkan untuk penyelenggaraan even Asian Games 2018 di Jakarta. Keempat, dari segi mekanisme masuknya, setiap orang dikenai tarif tiket masuk sebesar Rp/ 5.000,- untuk bisa menikmati pameran buku terbesar ini, yang berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya selalu gratis tanpa dipungut biaya apapun. Ya, meski demikian, Alhamdulillaah. masih sangat ramai pengunjung yang datang dari berbagai daerah, sekolah, dan Pondok Pesantren. Fasilitas-fasilitasnya pun juga bisa saya bilang sangat megah, bersih, dan nyaman.
الحمد لله رب العالمين
Ditulis di Jakarta,
Rabu, 7 Sya'ban 1438 H / 3 Mei 2017 M
~ Semoga Bermanfaat ~
Kamis, 20 April 2017
BERBAGI CERITA PILKADA DKI JAKARTA 2017 PUTARAN KEDUA
*Ditulis oleh: Manhajuddin Z.
Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017 Putaran Kedua baru saja selesai
diselenggarakan. Ada banyak hal, kesan, cerita, dan kenangan manis
tentunya terjadi saat momentum penyelenggaraannya hingga selesainya
penghitungan suara.
Ya, semuanya adalah atas Kehendak dan Kuasa
Allah di Pilkada DKI Jakarta 2017 Putaran Kedua pada hari Rabu, 19 April
2017. Sungguh, begitu banyak kenikmatan yang telah Allah berikan untuk
Umat Islam di Jakarta khususnya. Cuaca di sepanjang pagi hingga siang
hari sangat cerah, kemudian Allah kirimkan awan mendung dan hujan
gerimis sebentar untuk meredakan lelah dan kantuk, khususnya bagi semua
yang terlibat dalam proses kepanitiaan Pilkada DKI Jakarta di lapangan.
Nikmat lainnya adalah Allah jadikan proses pemungutan suara di berbagai
TPS berlangsung aman dan tertib, yang Alhamdulillaah juga dijaga oleh
anggota TNI dan polisi di setiap TPS. Nikmat selanjutnya adalah berupa
Anugerah Kemenangan Mutlak dalam hasil perolehan suara yang Allah
hadiahkan kepada Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur harapan Umat
Islam untuk Memimpin DKI Jakarta periode 5 tahun mendatang.
Sungguh, puas dan bersyukur rasanya hati ini tatkala hamba-Nya yang
kecil bisa menjadi bagian dalam tim saksi TPS nomor 3; pak Anies Rasyid
Baswedan dan mas Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Cagub-Cawagub Muslim
yang mewakili harapan Umat Islam bukan hanya di Jakarta, tetapi juga
Umat Islam di berbagai wilayah, kota, provinsi, bahkan dunia yang memang
menjadi sorotan publik.
Senang dan tentunya bersyukur karena
Allah beri kesempatan untuk bisa ikut berpartisipasi memberikan hak
suara (mencoblos) untuk Cagub-Cawagub Muslim di Pilkada DKI Jakarta
tahun ini.
Kemenangan yang Allah karuniakan juga pastinya
akan selalu disyukuri oleh Umat Islam. Janji Allah sebagaimana yang
termaktub di dalam Al-Qur'an sudah pasti Allah tepati. Ucapan terima kasih banyak kepada suluruh ustadz, da'i, dan kyai di Indonesia yang telah menyerukan dan mengajak seluruh Umat Islam menerapkan Surah Al Maaidah Ayat 51 dan juga Ayat-ayat Suci Al-Qur'an lainnya yang Alhamdulillaah, termasuk sukses besar dalam penerapannya. Terima kasih banyak juga kepada seluruh Umat Islam yang telah melaksanakan seruan tamasya Al Maaidah 51 untuk turut serta memantau, mengawal, dan menjaga berbagai TPS saat momentum Pilkada DKI Jakarta 2017 Putaran Kedua tanggal 19 April 2017 kemarin sehingga bisa berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Jazaakumullaahu Khairan. Tidak kalah
penting juga, bahwa bila Allah berkehendak atas sesuatu, maka tidak akan
ada satu makhluk pun yang bisa menandingi ketetapan-Nya. Terima kasih
banyak Ya Allah atas nikmat kemenangan ini. Kemenangan bagi Umat Islam
di DKI Jakarta, khususnya, dan Umat Islam di seluruh Indonesia, pada
umumnya.
Selanjutnya, marilah kita bersama-sama sambil
mensyukuri hasilnya pun juga tetap harus mengawal proses penghitungan
suara oleh pihak KPU Pusat hingga selesai, dan tidak lupa untuk selalu
memanjatkan do'a kepada Allah. Harus optimis bersama Allah. Semoga hasil
akhir penghitungan suara manual yang resmi dari pihak KPU, tidak jauh
berbeda dengan hasil Hitung Cepat (Quick Count) banyak Lembaga Survei
yang sudah 100% masuk datanya. Kita do'akan bersama, semoga pak Anies
Rasyid Baswedan dan pak Sandiaga Salahuddin Uno bisa menjadi pemimpin
yang baik, mengayomi warganya, berlaku adil, santun, bijaksana dalam
memimpin, amanah, bertanggung jawab, dan sukses besar dalam menjalankan
semua programnya, sehingga Maju Kotanya dan Bahagia Warganya.
👌🏻
😊 Allaahumma Aamiin
Jakarta, 23 Rajab 1438 H / 20 April 2017 M.
الحمد لله رب العالمين
~ Semoga Bermanfaat ~
Rabu, 05 April 2017
SEGMEN TERAKHIR KULIAH UMUM DR. ZAKIR NAIK DI UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR; MASUK ISLAMNYA SEORANG PEMUDA ASAL KEDIRI
📝 SEGMEN TERAKHIR KULIAH UMUM DR. ZAKIR NAIK DI UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR; MASUK ISLAMNYA SEORANG PEMUDA ASAL KEDIRI.
*Ditranskrip oleh: Manhajuddin Z.
الحمد لله رب العالمين.
Segmen menjelang akhir Kuliah Umum Dr. Zakir Naik di Universitas
Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo - Jawa Timur tadi malam (Rabu, 5 April 2017 dini
hari) diakhiri dengan manis oleh penanya terakhir dari pemuda non-muslim
bernama Antoni, berasal dari Kediri yang bertanya tentang "pada akhir
zaman nanti Nabi Isa turun kedua kalinya ke dunia, bukankah saya (pemuda
yang bertanya ke Dr. Zakir Naik) sudah mengikuti keyakinan yang benar
(kristen)?...".
Dr. Zakir Naik kemudian memberikan penjelasan memukau
bahwa Nabi Isa 'Alaihissalam turun yang kedua kalinya ke muka bumi pada
akhir zaman adalah di antaranya untuk memberikan pernyataan bahwa
dirinya bukanlah Tuhan, dan Nabi Isa juga tidak pernah menyuruh manusia
untuk menyembah dirinya. Nabi Isa 'Alaihissalam akan datang yang kedua
kalinya pada akhir zaman bukan untuk membawa ajaran baru, tetapi
mendeklarasikan bahwa syari'at yang dianutnya adalah tetap pada
syari'atnya Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi wa Sallam sebagai Nabi
terakhir utusan Allah. Nabi Isa 'Alaihissalam juga akan menegaskan bahwa
dirinya bukanlah Tuhan yang selama ini dianut keyakinannya oleh
orang-orang non-Islam. Nabi Isa hanyalah utusan Allah juga, sama seperti
Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam.
Dr. Zakir Naik kemudian
bertanya balik ke pemuda tadi, "Apakah kamu percaya Tuhan (Allah) itu
Esa?" "Percaya", jawab si pemuda. Dr. Zakir Naik bertanya lagi, "Apakah
kamu meyakini bahwa Nabi Isa 'Alaihissalam itu Tuhan atau utusan
Tuhan?". "Utusan, menurut saya." Dr. Zakir Naik kemudian bertanya lagi,
"Apakah kamu percaya Nabi Muhammad adalah utusan Allah?". "Sama seperti
Nabi Isa (Utusan Allah)." jawab si pemuda. Dr. Zakir Naik bertanya lagi,
"Apakah kamu percaya bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir utusan
Allah?". "Ya, saya percaya." Dr. Zakir Naik setelah itu langsung
mengatakan "Kalau begitu, kamu Muslim. Siapa pun yang percaya dan
meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan (Allah), percaya bahwa Nabi Isa
adalah utusan Allah, dan percaya bahwa Nabi Muhammad adalah utusan dan
Nabi terakhir Allah, maka dia telah menjadi seorang Muslim."
Dr. Zakir
Naik kemudian bertanya lagi. "Apakah kamu setuju dengan pernyataan
ini?". "Ya, saya setuju." jawabnya si pemuda. Dr. Zakir Naik bertanya
lagi, "Apakah kamu mau mengucapkan (Syahadat) dalam bahasa Arab untuk
persaksian ini?". "Ya, mau (bersedia)" kata si pemuda. Suara Takbir pun
terdengar lantang dari para jama'ah yang hadir. Dr. Zakir Naik kemudian
langsung mengajak si pemuda untuk mengikutinya mengucapkan dua kalimat
syahadat dalam bahasa Arab yang diikuti oleh pemuda tadi. "Asyhadu an
Laa ilaaha illallaah, wa Asyhadu anna Muhammadan 'Abduhu wa Rasuuluh."
Setelah itu pemuda diajak lagi oleh penerjemah Dr. Zakir Naik untuk
melafalkan dua kalimat syahadat dalam bahasa Indonesia. "Saya bersaksi,
bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi
Muhammad adalah hamba-Nya dan Utusan-Nya." Dr. Zakir Naik langsung
mengucapkan ما شاء الله you are a Muslim.
Pemuda tadi langsung menangis
terharu dan langsung sujud syukur. Dr. Zakir Naik mengatakan lagi kepada
pemuda, InsyaAllah, Allah akan memasukkanmu ke dalam Surga, dan Allah
akan mengampuni semua dosamu (sebelum masuk Islam), dan mendo'akan ada
yang membimbing orang lain untuk bisa memeluk agama Islam juga. "Takbir!
Takbir! Takbir!" Seruan Dr. Zakir Naik untuk seluruh jama'ah yang
hadir. "wa Aakhiru Da'waanaa 'an Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin."
Kemudian pemuda tadi berkata, "karena saya ngefans sama doktor, bolehkah
saya berjabat tangan? dan meminta izin untuk naik ke atas panggung
untuk memeluk dan berjabat tangan dengan Dr. Zakir Naik sambil menangis
haru. Dr. Zakir Naik langsung bisa memahami keinginannya dan mengatakan
"Coming here, welcome". "Datanglah ke sini (atas panggung), selamat
datang." sambil tersenyum bahagia, kemudian pemuda tersebut diantar ke
atas panggung sambil menangis haru dan memeluk dan berjabat tangan
dengan Dr. Zakir Naik dan diantar kembali lagi ke tempatnya.
~ Semoga Bermanfaat ~
Ditulis / Ditranskrip di Jakarta. Rabu, 8 Rajab 1438 H / 5 April 2017 M
Senin, 06 Maret 2017
KEDATANGAN RAJA SALMAN BIN ABDUL AZIZ AALU SA'UUD KE JAKARTA ~ INDONESIA
بسم الله الرحمن الرحيم
أَهْلًا
وَ سَهْلًا يَا خَادِمَ الْحَرَمَيْنِ الشَّرِيْفَيْنِ الْمَلِكُ سَلْمَانُ بْنُ عَبْدُ الْعَزِيْزِ آلُ سَعُوْدٍ ~
حَفِظَهُ اللهُ ~ فِيْ جَاكَرْتَا ~ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذَا الْيَوْمَ، فِيْ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ، التَّارِيْخُ ٢
جُمَادَى الْآخِرِ ١٤٣٨ ه / ١ مَارِسُ ٢٠١٧ م.
Selamat Datang wahai Tamu
yang mulia; Pelayan Dua Kota Suci; Raja Salman bin Abdul Aziz Aali
Sa'uud di Jakarta ~ Indonesia pada hari ini. Rabu, 2 Jumadil Akhir 1438 H
/ 1 Maret 2017 M
📝 Raja Salman bin Abdul Aziz Aali
Sa'ud yang Dimuliakan Allah 'Azza wa Jalla Sang Penjaga Dua Kota Suci;
Makkah dan Madinah. Dua kota suci tempat singgah bersejarah para Nabi.
Terima kasih banyak wahai Raja Salman yang sudah mengagendakan
kunjungan ke negeri Indonesia ini dengan jumlah Muslim terbanyak di
dunia.
Semoga melalui kunjunganmu, wahai raja, negeri ini
semakin berkah dan Diridhai Allah serta dapat mempersatukan Umat Islam.
Allaahumma Aamiin
Saya termasuk yang ikut senang dan bangga,
yang pertama karena engkau adalah seorang Muslim dan terlebih engkau
telah hafal Al Qur'an sejak usia 10 tahun. Saya senang dan bersyukur
engkau saat ini mengunjungi negeri tercinta ini. Kedua, karena engkau
adalah seorang Pemimpin Kerajaan Arab Saudi yang baik hati, tersirat
dari pancaran wajahmu yang rendah hati (Tawadhdhu'). Saya kagum denganmu
wahai Raja.
Saya merasa senang saat bisa berkumpul, berkomunikasi, dan
bersilaturrahmi dengan tamu-tamu dari kalangan bangsa Arab yang beberapa
tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2010 pernah menghadiri acara Seminar
Internasional Bahasa Arab Terbesar di Universitas Al Azhar Indonesia,
Jakarta yang pada saat itu saya adalah termasuk bagian dari anggota
Panitia Seminar. Meskipun dalam foto tersebut, raja tidak bersama saya,
saya berharap kepada Allah 'Azza wa Jalla, semoga suatu saat nanti Allah
perkenankan saya untuk bisa foto berdampingan dengan engkau wahai Raja
Salman bin Abdul Aziz yang mulia. Aamiin
Saya cinta bangsa
Arab karena mereka adalah bangsa keturunan Nabi tercinta; Muhammad
Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam di jazirah Arab. Saya cinta bahasa mereka
yaitu bahasa Arab. Saya cinta bahasa Arab karena bahasa Al-Qur'an, juga
bahasa yang diterapkan dalam ibadah Shalat sehari-hari, bahasa Arab
adalah bahasa pemersatu Umat Islam khususnya di saat jutaan Umat Islam
berkumpul di tanah suci. Rasa cinta saya ini, Alhamdulillaah.
terealisasi dalam wujud pernah menjadi Santri dan Mahasiswa Program
Studi Sastra Arab. Saya saat ini juga senang dengan kedatangan Raja
Salman yang baik hati ke Indonesia, yang pertama kali menginjakkan
kakinya di kota Jakarta (Bandara Halim P.K.) yang tentunya sama dengan
saya berada di satu kota yaitu Jakarta meskipun kita tidak berada dalam
satu ruangan yang sama.
😍
الحمد لله رب العالمين
*Tulisan: Manhajuddin Zuhudi
Ditulis di Jakarta
Rabu, 2 Jumadil Akhir 1438 H / 1 Maret 2017 M
أَهْلًا
وَ سَهْلًا يَا خَادِمَ الْحَرَمَيْنِ الشَّرِيْفَيْنِ الْمَلِكُ سَلْمَانُ بْنُ عَبْدُ الْعَزِيْزِ آلُ سَعُوْدٍ ~
حَفِظَهُ اللهُ ~ فِيْ جَاكَرْتَا ~ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذَا الْيَوْمَ، فِيْ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ، التَّارِيْخُ ٢
جُمَادَى الْآخِرِ ١٤٣٨ ه / ١ مَارِسُ ٢٠١٧ م.
😍
الحمد لله رب العالمين
Selamat Datang wahai Tamu
yang mulia; Pelayan Dua Kota Suci; Raja Salman bin Abdul Aziz Aali
Sa'uud di Jakarta ~ Indonesia pada hari ini. Rabu, 2 Jumadil Akhir 1438 H
/ 1 Maret 2017 M
📝 Raja Salman bin Abdul Aziz Aali
Sa'ud yang Dimuliakan Allah 'Azza wa Jalla Sang Penjaga Dua Kota Suci;
Makkah dan Madinah. Dua kota suci tempat singgah bersejarah para Nabi.
Terima kasih banyak wahai Raja Salman yang sudah mengagendakan kunjungan ke negeri Indonesia ini dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia.
Semoga melalui kunjunganmu, wahai raja, negeri ini semakin berkah dan Diridhai Allah serta dapat mempersatukan Umat Islam. Allaahumma Aamiin
Saya termasuk yang ikut senang dan bangga, yang pertama karena engkau adalah seorang Muslim dan terlebih engkau telah hafal Al Qur'an sejak usia 10 tahun. Saya senang dan bersyukur engkau saat ini mengunjungi negeri tercinta ini. Kedua, karena engkau adalah seorang Pemimpin Kerajaan Arab Saudi yang baik hati, tersirat dari pancaran wajahmu yang rendah hati (Tawadhdhu'). Saya kagum denganmu wahai Raja.
Saya merasa senang saat bisa berkumpul, berkomunikasi, dan bersilaturrahmi dengan tamu-tamu dari kalangan bangsa Arab yang beberapa tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2010 pernah menghadiri acara Seminar Internasional Bahasa Arab Terbesar di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta yang pada saat itu saya adalah termasuk bagian dari anggota Panitia Seminar. Meskipun dalam foto tersebut, raja tidak bersama saya, saya berharap kepada Allah 'Azza wa Jalla, semoga suatu saat nanti Allah perkenankan saya untuk bisa foto berdampingan dengan engkau wahai Raja Salman bin Abdul Aziz yang mulia. Aamiin
Saya cinta bangsa Arab karena mereka adalah bangsa keturunan Nabi tercinta; Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam di jazirah Arab. Saya cinta bahasa mereka yaitu bahasa Arab. Saya cinta bahasa Arab karena bahasa Al-Qur'an, juga bahasa yang diterapkan dalam ibadah Shalat sehari-hari, bahasa Arab adalah bahasa pemersatu Umat Islam khususnya di saat jutaan Umat Islam berkumpul di tanah suci. Rasa cinta saya ini, Alhamdulillaah. terealisasi dalam wujud pernah menjadi Santri dan Mahasiswa Program Studi Sastra Arab. Saya saat ini juga senang dengan kedatangan Raja Salman yang baik hati ke Indonesia, yang pertama kali menginjakkan kakinya di kota Jakarta (Bandara Halim P.K.) yang tentunya sama dengan saya berada di satu kota yaitu Jakarta meskipun kita tidak berada dalam satu ruangan yang sama.
Terima kasih banyak wahai Raja Salman yang sudah mengagendakan kunjungan ke negeri Indonesia ini dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia.
Semoga melalui kunjunganmu, wahai raja, negeri ini semakin berkah dan Diridhai Allah serta dapat mempersatukan Umat Islam. Allaahumma Aamiin
Saya termasuk yang ikut senang dan bangga, yang pertama karena engkau adalah seorang Muslim dan terlebih engkau telah hafal Al Qur'an sejak usia 10 tahun. Saya senang dan bersyukur engkau saat ini mengunjungi negeri tercinta ini. Kedua, karena engkau adalah seorang Pemimpin Kerajaan Arab Saudi yang baik hati, tersirat dari pancaran wajahmu yang rendah hati (Tawadhdhu'). Saya kagum denganmu wahai Raja.
Saya merasa senang saat bisa berkumpul, berkomunikasi, dan bersilaturrahmi dengan tamu-tamu dari kalangan bangsa Arab yang beberapa tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2010 pernah menghadiri acara Seminar Internasional Bahasa Arab Terbesar di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta yang pada saat itu saya adalah termasuk bagian dari anggota Panitia Seminar. Meskipun dalam foto tersebut, raja tidak bersama saya, saya berharap kepada Allah 'Azza wa Jalla, semoga suatu saat nanti Allah perkenankan saya untuk bisa foto berdampingan dengan engkau wahai Raja Salman bin Abdul Aziz yang mulia. Aamiin
Saya cinta bangsa Arab karena mereka adalah bangsa keturunan Nabi tercinta; Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam di jazirah Arab. Saya cinta bahasa mereka yaitu bahasa Arab. Saya cinta bahasa Arab karena bahasa Al-Qur'an, juga bahasa yang diterapkan dalam ibadah Shalat sehari-hari, bahasa Arab adalah bahasa pemersatu Umat Islam khususnya di saat jutaan Umat Islam berkumpul di tanah suci. Rasa cinta saya ini, Alhamdulillaah. terealisasi dalam wujud pernah menjadi Santri dan Mahasiswa Program Studi Sastra Arab. Saya saat ini juga senang dengan kedatangan Raja Salman yang baik hati ke Indonesia, yang pertama kali menginjakkan kakinya di kota Jakarta (Bandara Halim P.K.) yang tentunya sama dengan saya berada di satu kota yaitu Jakarta meskipun kita tidak berada dalam satu ruangan yang sama.
الحمد لله رب العالمين
*Tulisan: Manhajuddin Zuhudi
Ditulis di Jakarta
Rabu, 2 Jumadil Akhir 1438 H / 1 Maret 2017 M
Ditulis di Jakarta
Rabu, 2 Jumadil Akhir 1438 H / 1 Maret 2017 M
Langganan:
Postingan (Atom)