Minggu, 20 Juni 2021

Hari Milad Ibu Tercinta

 بسم الله الرحمن الرحيم 

الحمد لله رب العالمين 

اللهم صل على محمد و على آل محمد 


Teruntuk Wanita Pertama yang Mencintaiku... 


بارك الله في عمرك و حياتك يا أمي 💓🤗

كل عام و أنت بألف خير و صحة و عافية و رخاء و سعادة و سلامة و طول العمر في طاعة الله و رسوله صلى الله عليه و سلم. آمين 


 اللهم ارزقها الصحة و العافية و طول العمر؛ طول الحياة في طاعتك و رسولك. آمين يا رب. 


أحبك يا أمي 💓

#أمي 

#الدعاء 

#الخير


Jakarta

Ahad, 20 Juni 2021 M / 9 Dzulqa'dah 1442 H 

Rabu, 12 Mei 2021

Penghujung Ramadhan 1442 H

 بسم الله الرحمن الرحيم 

Alhamdulillaah segala puji hanya milik Allah; RABB alam semesta. Shalawat beriring salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi tercinta Muhammad 

Ramadhan 1442 H yang penuh makna... Semoga kita bisa berjumpa lagi denganmu ya. 

Pada kesempatan yang sangat baik ini, tepatnya pada hari Rabu, 30 Ramadhan 1442 H / 12 Mei 2021 saya khususkan tulisan ini sebagai ungkapan bentuk syukur saya kepada Allah yang telah memberi lagi kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan tahun ini hingga kini tiba saatnya di penghujungnya tanggal 30 Ramadhan. Maa Syaa Allaah 

Waktu seperti cukup cepat berlangsung untuk hitungan 1 bulan. 

Melalui tulisan singkat ini, saya mengajak untuk muhasabah diri, memperbanyak berdzikir, istighfar kepada Allah, semoga seluruh amal shaalih, ibadah, dan kebaikan yang telah dikerjakan selama ini kelak menjadi pemberat timbangan amalan di hari perhitungan amal perbuatan (yaumu al-hisaab). Aamiin


Terima kasih banyak Ya Allah ~ Yang Maha Pengasih Maha Penyayang ~ 

RamadhanMu telah mengajari banyak hal pada diri ini untuk berproses menjadi hamba-Mu yang lebih baik lagi. 


Ya Allah... 

Kini, Ramadhan 1442 H akan segera berakhir. 

Kiranya hamba memohon kepadaMu untuk pertemukanlah lagi dengan bulan ramadhan-Mu tahun depan hingga seterusnya yang tetap dalam keadaan sehat wal 'aafiyah dan bisa lebih maksimal dan lebih baik lagi setiap tahunnya. Aamiin 


Penulis: Manhajuddin Zuhudi

Jakarta, 

Rabu, 30 Ramadhan 1442 H / 12 Mei 2021 M 







Jumat, 07 Mei 2021

Ramadhan 1442 H

 بسم الله الرحمن الرحيم و الحمد لله رب العالمين الذي بنعمته تتم الصالحات و الصلاة و السلام على رسول الله صلى الله عليه و سلم

Terima kasih banyak Ya Allah, Engkau telah mempertemukan kami sekeluarga dengan bulan Ramadhanmu tahun ini. Semoga kami menjadi hamba-hambaMu yang bertakwa. Aamiin 


الحمد لله على كل حال 

Jum'at, 25 Ramadhan 1442 H / 7 Mei 2021 M


Rabu, 25 November 2020

HARI GURU NASIONAL

 SELAMAT HARI GURU NASIONAL


25 November Diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Guru Nasional 


Tulisan singkat ini, pertama kudedikasikan untuk kedua Orangtuaku yang menjadi guru pertamaku, dan kedua untuk seluruh guruku dari guru ngaji, guru TK sampai sekarang yang telah ikhlas dan tulus mengajarkan ilmunya, meluangkan waktunya, dan menjadi wasilah tersampaikannya ilmu baik 'uluumuddiin maupun 'uluumul 'aam.


 Perkenankanlah muridmu ini untuk mengucapkan terima kasih banyak sekaligus mendo'akan di momen spesial ini; Jazaakumullaahu Khairan Katsiiran atas semua ilmu pengetahuan, dedikasi, dan wawasan bermanfaat yang telah diajarkan selama ini. Semoga ilmu-ilmu yang telah diajarkan senantiasa dapat melekat dalam memori untuk bisa diamalkan dalam kehidupan. Semoga melalui wasilah ilmu yang diajarkan menjadi sebab Allah naikkan derajat mulia dan keberkahan dalam kehidupan ini.

 Allaahumma Aamiin 🤲🏻


Al-Faatihah...


Semoga Allah 'Azza wa Jalla memberi nikmat sehat wal 'aafiyah, keberkahan, dan umur panjang kepada kedua orangtuaku dan seluruh guruku yang masih hidup, dan Allah jadikan amal dan pahala jariyah melalui profesi guru ini, serta Allah ampuni dosa dan kesalahan guru-guruku yang telah lebih dulu menghadap-Mu hingga menjadi wasilah mudahnya kami semua dalam memasuki surga-Mu. Allaahumma Aamiin 🤲🏻


Alhamdulillaah bersyukur pada-Mu atas nikmat profesi guru yang Engkau telah amanahkan pada diri ini. Semoga senantiasa tertanam keikhlasan mengharap Ridha dan pahala dari-Mu dalam menjalani profesi mulia ini. Meneruskan estafet perjuangan para 'aalim-'ulamaa pendahulu. Mudah-mudahan senantiasa terlimpah berkah dan pahala serta kelak menjadi pemberat amal timbangan di akhirat-Mu. Allaahumma Aamiin 🤲🏻


Jakarta, 9 Rabiul Akhir 1442 H / 25 November 2020


Ditulis oleh al-faqiir ilallaah ~

Manhajuddin Z. 


#guru #hariguru #harigurunasional #harigurunasional2020 #teacherday #teachersday #pendidikan #ilmu #ilmuagama #ilmupengetahuan #ilmuislam #dedikasi #pendidikan #pendidikanislam #pendidikanindonesia #pendidikananak #pendidikankarakter #pendidikan #muslim #akhlak #islami #literasi

Jumat, 24 April 2020

MARHABAN YAA RAMADHAN 1441 H

بسم الله الرحمن الرحيم


مرحبا يا شهر رمضان 

MARHABAN YAA RAMADHAN 1441 H


 Alhamdulillaah. Segala puji kepada ALLAH 'Azza wa Jalla Yang telah memberi kita berbagai kenikmatan yang tidak terhingga nilainya, termasuk nikmat terbesar Iman dan Islam sebagai nikmat terbesar di dalam hidup ini. Alhamdulillaah juga sangat perlu disyukuri karena Allah telah mengabulkan do'a-do'a kita untuk bertemu dengan bulan Ramadhan 1441 H ini yang telah terkabul. Bulan yang penuh keberkahan dan limpahan pahala. Shalawat beriring salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda tercinta kita; Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, beserta keluarga, dan para pengikutnya. Aaamiin 

Sudah sangat lama rasanya saya tidak membuat tulisan lagi di akun blog pribadi saya ini. Alhamdulillaah terinspirasi untuk menulis lagi di momen spesial ini di hari yang penuh berkah; hari Jum'at, 1 Ramadhan 1441 H / 24 April 2020 M yang menjadi hari pertama bulan Ramadhan 1441 H. Alhamdulillaah

Tulisan sederhana ini adalah sekadar opini singkat khususnya berkaitan dengan bulan Ramadhan 1441 H yang sungguh sangat-sangat berbeda dengan Ramadhan-ramadhan tahun-tahun sebelumnya yang pernah saya lalui dalam kehidupan ini. Ya, Ramadhan kali ini tergolong cukup sepi karena di tengah diberlakukannya pembatasan sosial sejak sebelum masuk bulan Ramadhan dikarenakan terjadinya wabah hampir di seluruh negara, dan anjuran untuk shalat di rumah. Jadi, secara otomatis masjid-masjid dan mushalla-mushalla dimana-mana sepi, khususnya yang biasanya di hari pertama Ramadhan selalu tampak ramai dengan ramainya masjid-masjid dan mushalla-mushalla. Kini menjadi sepi saat dan hanya beberapa shaf saja jama'ahnya. 

Diantaranya, imbauan untuk shalat tarawih di rumah, menurut saya yang biasanya di awal-awal ramadhan masjid-masjid dan musholla-musholla selalu ramai diisi oleh sangat banyak anak muda dan orang tua, di ramadhan kali ini sangat jauh berbeda. Sangat disayangkan, ketika adzan 'Isya telah dikumandangkan, akan tetapi masih sangat banyak orang yang mungkin bisa dibilang terlalaikan dengan seruan adzan untuk bergegas melaksanakan shalat 'isya berjama'ah, meskipun diimbau dilaksanakan di rumah, tetapi realitanya sangat banyak yang tidak langsung bergegas mengambil air wudhu, bahkan masih banyak yang sibuk dengan urusan-urusan duniawi, main HP, kumpul-kumpul, dan hal-hal lainnya. Na'uudzu billaah. 
Nah, sikap seperti itulah yang menurut pandangan saya dianggap lalai di dalam shalat. Bagaimana tidak? saat sudah tiba waktunya shalat, masih sangat banyak yang tidak langsung bergegas untuk shalat, khususnya di waktu 'isya. Hal ini berbeda dengan waktu shalat Shubuh, yang jumlah jama'ahnya bisa dibilang sangat meningkat semakin bertambah jumlahnya karena mungkin setelah menyantap hidangan sahur, mereka lebih memilih melaksanakan shalat Shubuh di masjid daripada di rumah. Alhamdulillaah.



Ok, in syaa Allaah bisa dilanjut lagi ya...

Minggu, 25 November 2018

Hari Guru Nasional (2018)

بسم الله الرحمن الرحيم

Selamat Hari Guru Nasional, terkhusus seluruh guruku yang pernah mengajariku berbagai disiplin ilmu selama ini. Semoga senantiasa sehat dan panjang usia. Allaahumma Aamiin

Jakarta, malam ke-18 Rabi'ul Awal 1440 H / 25 November 2018 M.

~ Alhamdulillaah ~

Selasa, 21 Agustus 2018

aku dan RuQu Daru Hasbi

بسم الله الرحمن الرحيم


Tulisan ini kupersembahkan dan kudedikasikan sepenuh hati untuk diriku dan santri-santriku tercinta di Rumah Qur'an Daru Hasbi Yang Dirahmati Allah 'Azza wa Jalla ~

Alhamdulillaah, segala puji hanya milik Allah 'Azza wa Jalla; Rabb alam semesta, bersyukur atas segala bentuk anugerah dan kenikmatan yang tidak terhingga jumlahnya dan telah melekat di dalam diri yang lemah ini sebagai hamba-Nya. Shalawat beriring salam juga tidak lupa saya haturkan kepada Nabi tercinta; Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam yang in syaa Allaah, kita bisa memperoleh syafa'atnya kelak di hari Akhir. Aamiin

Sahabat Rumah Qur'an Daru Hasbi yang Disayang Allah 'Azza wa Jalla

Perkenalkan, nama saya Manhajuddin Z dan telah lama akrab dipanggil ustadz Manhaj di kalangan santri-santri dan juga ustadz-ustadzah Rumah Qur'an Daru Hasbi. Pada asal mulanya sebelum saya diminta bergabung menjadi ustadz pengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi, saya menyempatkan untuk belajar al-Qur'an, bertalaqqi langsung dengan guru saya; al-ustadz H. Muhammad Fikri, Lc., MA untuk lebih memperbaiki bacaan al-Qur'an saya. Setelah beberapa bulan atau bahkan sudah sekitar satu tahunan lamanya menimba ilmu al-Qur'an dari beliau, kemudian saya diminta langsung oleh beliau untuk mengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi pada tahun 1437 H / 2016 M dan pada tahun tersebut saya kali pertama mendampingi santri-santri Wisuda Al-Qur'an Angkatan ke-2. Alhamdulillaah. 

Pada tahun pertama setelah saya bergabung menjadi ustadz pengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi, setelah beberapa bulan, entah karena saya adalah ustadz termuda dan saya termasuk orang yang memang menyayangi anak-anak, mengajari mereka banyak hal dengan rasa kasih sayang, sehingga banyak dari kalangan santri yang sangat senang, nyaman, dan akrab dengan saya sebagai ustadznya. Mereka selalu tampak bersemangat dalam belajar, menghafal al-Qur'an, dan menyetorkan hafalannya langsung kepada saya. Bahkan seringkali setiap saya berjalan saat hendak berangkat ke RuQu atau pun setiap saya hendak pulang seusai mengajar, mereka selalu menunggu kehadiran saya dan saat mereka melihat saya, mereka langsung memanggil-manggil saya dengan menyapa "ustadz Manhaj,... ustadz Manhaj." Subhaanallaah, saya pun ikut menyapa mereka sambil memberikan senyuman manis kepada mereka. Bahkan setiap saya berangkat shalat ke masjid Al-Abror, banyak dari mereka yang setelah melihat saya, mereka langsung tersenyum  dan memanggil nama saya "Ustadz Manhaj" dan ingin bersalaman dengan saya. Termasuk setiap seusai shalat dan terkadang saya masih berdzikir atau berdo'a, mereka masih sangat setia menunggu saya selesai hanya untuk salim saja. Sungguh, ini adalah bagian terindah yang pernah saya rasakan dalam kehidupan ini. Kedekatan saya dengan mereka sudah sangat dekat, kami penuh rasa kasih sayang dan kami sudah seperti keluarga sendiri.

Menurut saya, banyak dari santri-santi Rumah Qur'an Daru Hasbi yang berasal dari keluarga yang biasa dan bersahaja, sehingga seringkali saya ingin hidup sederhana seperti layaknya mereka, ini benar-benar tersirat dalam hati kecil saya untuk juga bersikap untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bersahaja dan tetap rendah hati dimana pun berada. Mayoritas mereka setelah saya amati, adalah anak-anak yang penurut dan mudah untuk diberitahu, ya, mereka layaknya anak-anak di perkampungan yang memang notabene anak-anak didik yang 'manut' atau penurut. Meskipun juga ada segelintir anak yang memang berbeda dari yang lainnya, tapi masih bisa dimaklumi karena memang masih anak-anak dan masih suka bermain.

Hari demi hari, pertemuan demi pertemuan, waktu ke waktu, hingga tahun berganti tahun, hubungan kekeluargaan saya pun terasa sangat dekat dengan anak-anak. Hubungan kami semakin akrab layaknya adik-kakak, tapi tetap memerhatikan batasan-batasan murid terhadap gurunya. Kedekatan antara saya dan anak-anak diantaranya mungkin kelembutan saya di dalam cara mengajarkan kepada mereka dalam proses belajar dan menghafal al-Qur'an, di samping penyayang dan tidak suka marah setiap mengajar, kadang-kadang saya memiliki inisiatif sendiri untuk berbagi hadiah atau makanan ringan untuk mereka, beberapa faktor inilah yang mungkin menjadi indikasi kedekatan saya kepada mereka. Alhamdulillaah. Kegiatan Pesantren Kilat demi Pesantren Kilat selalu diadakan setiap bulan Ramadhan juga telah kami lalui bersama yang tentunya berangkat dari sanalah hubungan diantara kami semua menjadi semakin baik, akrab, dan penuh rasa kekeluargaan. Membaca al-Qur'an bersama, muroja'ah bersama, tidur menginap bersama di RuQu atau di rumah bang Nurul, shalat bersama, bahkan buka puasa bersama itu serangkaian kegiatan yang sangat indah bagi kami.

Waktu mengaji mereka hanya 3 hari saja; Jum'at, Sabtu, dan Ahad. Menurut saya, hari Jum'at, Sabtu, dan Ahad itu adalah tiga hari yang selalu saya tunggu-tunggu karena kesempatan saya bertemu lagi dengan santri-santri RuQu Daru Hasbi tercinta. Tiga waktu tersebut benar-benar saya manfaatkan bersama mereka. Terkadang pertemuan tiga hari itu masih terasa kurang bagi saya bersama-sama mereka, hingga terkadang saya niat shalat berjama'ah ke masjid Al-Abror, sambil ingin melihat dan bertemu dengan mereka, karena memang banyak dari santri RuQu Daru Hasbi yang tinggal di sekitaran masjid Al Abror. Hal ini sekaligus menghilangkan kerinduan saya terhadap mereka untuk bertemu dan menyapa mereka lagi. Sejuk hati dan pikiran ini ketika melihat senyuman manis dan imut mereka saat berada di masjid. Pernah beberapa kali ketika saya masbuq atau tertinggal satu atau dua raka'at berjama'ah di masjid Al Abror, mereka sudah selesai lebih dulu daripada saya, namun mereka tetap dengan setianya menunggu saya selesai shalat dan berdo'a hanya untuk salim saja. Bahkan, pernah suatu kali adik saya yang menggunakan motor Honda Beat yang warnanya sudah sangat dihafal oleh anak-anak, ketika adik saya masih di dalam masjid dan hendak keluar masjid, adik saya bercerita ke saya kalau ada anak (murid) yang menunggu di luar masjid, mengira bahwa itu saya, padahal bukan. Subhaanaallaah, saya sampai terharu mendengarnya. Terima kasih adik-adikku tercinta RuQu Daru Hasbi. Di samping itu, sering juga setiap saya bersepeda motor melewati jalanan H. Gaim, sekitaran SDN 08 atau saat lewat di sekitar jalanan masjid Al-Abror pun anak-anak selalu berteriak menyapa dan memanggil saya, saya pun ikut menyapa mereka atau memberi senyuman dari atas sepeda motor.

Sunnguh, saya merasa bersyukur kepada Allah 'Azza wa Jalla karena telah menakdirkan saya menjadi guru ngaji dan terkhusus mengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi yang berada di bawah naungan Yayasan Hasbiyallah Jiban Gaim yang jaraknya juga tidak jauh dari rumah. Mereka; Keluarga Besar H. Hasbih dan al-ustadz H. Muhammad Fikri, Lc., MA sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri, mereka pun in syaa Allaah, sudah menganggap saya sebagai bagian dari keluarganya. Alhamdulillaah. Berkah untuk semua. Aamiin

Saya berharap kepada Allah, mudah-mudahan nantinya saat saya sudah berkeluarga, saya berharap kepada Allah, semoga saya akan tetap bisa mengajar di RuQu Daru Hasbi. ALLAHumma Aamiin


Bersambung...

Ditulis di rumah Jakarta, 9 Dzulhijjah 1439  H / 21 Agustus 2018 M