Kamis, 07 Mei 2015
Jumat, 01 Mei 2015
Kosakata Bahasa Arab Bagian II
بسم الله الرحمن الرحيم
Kosakata Bahasa Arab Bagian II
Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi
جِسْمُ الْإِنْسَانِ
/ Jismu al-Insaani /
Anggota Tubuh Manusia
شَعْرٌ / Sya'run / Rambut
رَأْسٌ / Ro'sun / Kepala
أُذُنٌ / Udzunun / Telinga
عَيْنٌ / 'Ainun / Mata
حَاجِبٌ / Haajibun / Alis mata
جَفْنٌ / Jafnun / Kelopak mata
رَمْشٌ / Romsyun / Bulu mata
أَنْفٌ / Anfun / Hidung
خَدٌّ / Khoddun / Pipi
شَفَةٌ / Syafatun / Bibir
فَمٌ / Famun / Mulut
عُنُقٌ / رَقَبَةٌ / 'Unuqun / Roqobatun / Leher
صَدْرٌ / Shadrun / Dada
كَتِفٌ / Katifun / Bahu
يَدٌ / Yadun / Tangan
ذِرَاعٌ / Dziroo'un / Lengan tangan
أُصْبُعٌ / Ushbu'un / Jari tangan
ظُفْرٌ / Zhufrun / Kuku tangan
كَفٌّ / Kaffun / Telapak tangan
بَطْنٌ / Bathnun / Perut
فَخِذٌ / Fakhidzun / Paha
رُكْبَةٌ / Rukbatun / Dengkul kaki
قَدَمٌ / Qodamun / Telapak kaki
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
~ Semoga Bermanfaat ~
آمِيْنْ
Bulan-bulan Hijriah dalam Kalender Islam
بسم الله الرحمن الرحيم
Bulan-bulan Hijriah dalam Kalender Islam
مُحَرَّمْ
1. Muharram
صَفَرْ
2. Safar
رَبِيْعُ الْأَوَّلْ
3. Rabi'ul Awal
رَبِيْعُ الْآخِرْ
4. Rabi'ul Akhir
جُمَادِيْ الْأُوْلَى
5. Jumadil Ula
جُمَادِيْ الثَّانِيَةْ
6. Jumadil Tsaniah
رَجَبْ
7. Rajab
شَعْبَانْ
8. Sya'ban
رَمَضَانْ
9. Ramadhan
شَوَّالْ
10. Syawal
ذُوْ الْقَعْدَةْ
11. Dzulqa'dah
ذُوْ الْحِجَّةْ
12. Dzulhijjah
*Silakan dihafalkan ya.
الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
~ Semoga Bermanfaat ~
Jumat, 17 April 2015
Kosakata Bahasa Arab Bagian I
بسم الله الرحمن الرحيم
Kosakata Bahasa Arab
Bagian I
Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi
عَدَدُ السَّاعَاتِ
/ 'Adadu As-Saa'aati /
Bilangan Jam
سَاعَةٌ / Saa'atun / Jam
السَّاعَةُ الْوَاحِدَةُ / As-Saa'atu Al-Waahidatu / Jam Satu
السّاعَةُ الثَّانِيَةُ / As-Saa'atu Ats-Tsaaniyatu / Jam Dua
السَّاعَةُ الثّالِثَةُ / As-Saa'atu Ats-Tsaalitsatu / Jam Tiga
السَّاعَةُ الرَّابِعَةُ / As-Saa'atu Ar-Roobi'atu / Jam Empat
السَّاعَةُ الْخَامِسَةُ / As-Saa'atu Al-Khoomisatu / Jam Lima
السَّاعَةُ السَّادِسَةُ / As-Saa'atu As-Saadisatu / Jam Enam
السَّاعَةُ السَّابِعَةُ / As-Saa'atu As-Saabi'atu / Jam Tujuh
السَّاعَةُ الثَّامِنَةُ / As-Saa'atu Ats-Tsaaminatu / Jam Delapan
السَّاعَةُ التَّاسِعَةُ / As-Saa'atu At-Taasi'atu / Jam Sembilan
السَّاعَةُ الْعَاشِرَةُ / As-Saa'atu Al-'Aasyirotu / Jam Sepuluh
السَّاعَةُ الْحَادِيَةَ عَشْرَةَ / As-Saa'atu Al-Haadiyata 'Asyrota / Jam Sebelas
السَّاعَةُ الثَّانِيَةَ عَشْرَةَ / As-Saa'atu Ats-Tsaaniyata 'Asyrota / Jam Dua Belas
*Catatan Tambahan:
1. Untuk pelafalan bilangan jam menggunakan tambahan setengah jam ==> Ditambah kata:
وَ النِّصْفُ / Wan-Nishfu / Lewat Setengah Jam.
2. Untuk pelafalan bilangan jam menggunakan kurang setengah jam ==> Ditambah kata:
إِلاَّ النِّصْفُ / Illaa An-Nishfu / Kurang Setengah Jam.
3. Untuk pelafalan bilangan jam menggunakan tambahan seperempat jam ==>
Ditambah kata:
وَ الرُّبْعُ / War-Rub'u / Lewat Seperempat Menit.
4. Untuk pelafalan bilangan jam menggunakan kurang seperempat jam ==> Ditambah kata:
إِلاَّ الرُّبْعُ / Illaa Ar-Rub'u / Kurang Seperempat Menit.
الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
~ Semoga Selalu Bermanfaat ~
Aamiin
Jumat, 06 Maret 2015
Islamic Book Fair
بسم الله الرحمن الرحيم
مَعْرَضُ الْكِتَابِ الْإِسْلاَمِيِّ
Pameran Buku Islam
Islamic Book Fair
Ditulis oleh: Manhajuddin Z.
Pada kesempatan yang baik ini dan juga karena saat ini sedang bertepatan dengan diselenggarakannya pameran buku-buku Islam; Islamic Book Fair 1436 H di Istora Senayan ~ Jakarta. Penulis ingin membuat tulisan sederhana tentang Islamic Book Fair yang sangat spesial ini khususnya Islamic Book Fair yang ada di Jakarta.
Saat ini penyelenggaraan Islamic Book Fair di Jakarta telah memasuki tahun yang ke-14 tepatnya pada tahun 1436 Hijriah ini. Alhamdulillaah wa Subhaanallaah telah berlangsung selama lebih dari satu dekade dan setelah saya amati dan kunjungi sejak Islamic Book Fair Jakarta pada tahun 2009 lalu ternyata setiap penyelenggaraannya Alhamdulillaah selalu lancar dan sukses tentunya disertai dengan terus membludaknya pengunjung yang sangat luar biasa antusiasnya.
Islamic Book Fair yang diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta adalah diakui sebagai pameran buku Islam terbesar se-Asia Tenggara karena memang hal itu dapat dibuktikan dengan sangat banyaknya penerbit-penerbit buku yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta dan didukung dengan sarana tempat penyelenggaraan yang memang sangat luas (dua lantai) dan setiap pengunjung dapat dengan leluasa berada di dalam ruang pameran.
Islamic Book Fair di Istora Senayan Jakarta selalu disediakan panggung utama yang multifungsi. Mulai digunakan sejak acara resmi yaitu pembukaan pameran tersebut dilanjutkan dengan berbagai sajian yang menarik seperti: 'talkshow', pelatihan, 'workshop', diskusi, dan lain sebagainya yang tentunya bermanfaat dan menghibur para pengunjung pameran.
Islamic Book Fair setiap tahunnya selalu menyajikan tema-tema istimewa di setiap hari penyelenggaraannya. Selama ini, pameran Islamic Book Fair selalu diselenggarakan selama sepuluh hari dan dibuka mulai jam 10.00 WIB (pagi) sampai jam 20.30 WIB (malam) dan terkadang sampai jam 21.00 WIB pada tahun sebelumnya.
Bagi Anda yang mungkin belum berkunjung ke pameran yang sangat luar biasa ini, silakan datang dan kunjungilah. Islamic Book Fair yang diselenggarakan di Istora Senayan Gelora Bung Karno Jakarta ini selalu diadakan tiap tahun dan hampir di setiap bulan Februari-Maret. Diskon yang disediakan pun sangat menarik dan istimewa yaitu berkisar kurang-lebih mulai dari 30 % hingga 70 % sehingga Anda bisa sangat menghemat keuangan Anda dalam pembelian setiap bukunya dengan tetap bisa mendapatkan banyak buku yang diinginkan.
الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Semoga Bermanfaat
Minggu, 15 Februari 2015
Nikmat dengan Bersyukur kepada Allah SWT
بسم الله الرحمن الرحيم
Nikmat dengan Bersyukur kepada Allah SWT
Oleh: Manhajuddin Zuhudi
Alhamdulillaah. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb alam semesta yang telah mengkaruniai kita berbagai nikmat yang wajib kita syukuri. Shalawat serta salam kita haturkan kepada baginda kita Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam yang telah mengantarkan Umat Islam menuju kemuliaan dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. Penulis tak lupa untuk mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pembaca setia blog ini. Semoga kita semua dapat memahami dengan pemahaman yang baik dan benar dengan sepenuh hati serta menjadi termotivasi untuk lebih giat lagi dalam memperbanyak kebaikan di dunia ini sebagai bekal untuk kehidupan yang kekal abadi kelak. Aamiin.
Pada kesempatan yang baik ini. Penulis ingin menyampaikan pemikiran tentang makna bersyukur karena dipandang perlu untuk lebih mengingatkan diri penulis pribadi serta menjadikan diri ini lebih banyak bersyukur kepada-Nya serta Insya Allah menjadi hamba-Nya yang jauh lebih baik lagi. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
Pada hakikatnya bersyukur itu merupakan suatu bentuk kepuasan hati dan jiwa seseorang kepada Rabbnya dan hal itu menjadi suatu kenikmatan tersendiri dalam kehidupan seseorang. Implementasi dari rasa syukur itu sendiri bervariasi. Hemat penulis, perwujudan atau implementasi dari rasa syukur itu yang pertama, dapat dilafalkan dari lisan baik secara bersuara maupun secara berbisik atau pelan dengan mengungkapkan terima kasih berkaitan dengan apa yang telah ia peroleh. Kedua, rasa syukur juga dapat diimplementasikan melalui sujud syukur dan berdo'a kepada Allah SWT. Ketiga, perwujudan dari sikap syukur itu sendiri dapat dilakukan melalui amalan-amalan shalih lainnya seperti halnya saat seseorang memperoleh rezeki dalam bentuk uang yang sangat banyak kemudian cara mensyukurinya bisa dengan mengeluarkan zakat, infak, dan shadaqah melalui masjid-masjid atau musholla-musholla.
Landasan dari anjuran bersyukur sebagaimana mengacu pada firman Allah 'Azza wa Jalla pada Al-Qur'an surah Ibrahim ayat ke-7 yang berbunyi:
بسم الله الرحمن الرحيم
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ.
Terjemahnya: "(Dan) Ingatlah ketika Tuhanmu (Allah) memperingatkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." QS. Ibrahim: 14
Semoga kita semua bisa menjadi hamba-Nya yang senantiasa ingat kepada Allah SWT dengan tetap menjaga kemurnian ketaatan kita hanya kepada Allah SWT serta bisa menjadi hamba-Nya yang banyak bersyukur dan pandai di dalam mensyukuri berbagai kenikmatan dari Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.
الحَمْدُ لِلهِ رَبّش الْعَالَمِيْنَ
~ Semoga Bermanfaat ~
Jumat, 02 Januari 2015
Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam
بسم الله الرحمن الرحيم
مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam
Segala puji hanya bagi Allah Rabb alam semesta. Alhamdulillaah kita bersyukur hanya kepada Allah yang telah mengkaruniai kita berbagai kenikmatan luar biasa dan nikmat-nikmat itu tidak bisa kita hitung satu per satu jumlahnya. Kita sangat bersyukur karena kita terlahir di dunia ini dalam keadaan fitrah Islam, kita memeluk agama yang mutlak kebenarannya di sisi Allah 'Azza wa Jalla yaitu Diinul Islaam atau Agama Islam. Alhamdulillaah. Shalawat serta salam juga tidak lupa penulis haturkan kepada baginda kita, Nabi akhir zaman kita, Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam Tercinta karena beliau telah menunjukkan, mengantarkan, dan menyelamatkan Umat Islam dari masa jahiliah menuju ke masa Islamiah yang terang benderang atas petunjuk Allah Ta'ala dan nikmat tersebut masih dapat kita rasakan hingga pada zaman kita saat ini. Alhamdulillaah.
Pada kesempatan yang sangat baik ini yang sebenarnya juga bertepatan pada tanggal 12 Rabi'ul Awal 1436 H, penulis memiliki niat untuk membuat tulisan spesial tentang Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam yang penulis dasarkan pada buku-buku sejarah Islam yang penulis miliki. Pada kesempatan ini penulis hanya akan menyampaikan secara ringkas saja berkenaan dengan kehidupan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam untuk lebih membuka wawasan pengetahuan kita tentang sejarah mulia beliau.
Sekitar tahun 570-571 M, seorang bayi keturunan Quraisy lahir di Mekah. Hingga saat ini tidak diketahui secara pasti berkaitan dengan apa nama yang diberikan oleh ibunya saat bayi itu dilahirkan. Bangsa Quraisy memberinya julukan al-Amiin الأَمِيْنْ yang artinya 'yang terpercaya'. -- sebuah gelar yang cukup terhormat. Al-Qur'an menyebutkan nama Muhammad secara jelas di dalam beberapa surah di antaranya surah Ali Imran ayat ke- 144, surah Al- Ahzab ayat ke- 40, surah Al-Fath ayat ke-29, dan surah Muhammad ayat ke-2. Nama seterusnya yang ia sandang adalah Muhammad (yang terpuji). Ayah bayi itu, 'Abdullah, meninggal saat ia masih dalam kandungan. Saat setelah dilahirkan, kemudian diserahkan kepada ibu pengasuh, Halimah Sa'diyyah. Dalam asuhannyalah Muhammad dibesarkan sampai usia empat tahun. Setelah itu, kurang lebih dua tahun dia berada dalam asuhan ibu kandungnya. Ketika berusia enam tahun, ibunya meninggal. Seakan-akan Allah ingin melaksanakan sendiri pendidikan Muhammad, orang yang dipersiapkan untuk membawa risalah-Nya yang terakhir.
Setelah ibunya Muhammad, Aminah meninggal, 'Abdul Muthalib kakeknya mengambil alih tanggung jawab merawat dan mengasuh Muhammad. Namun, dua tahun kemudian 'Abdul Muthalib meninggal karena renta. Tanggung jawab selanjutnya beralih kepada pamannya, Abu Thalib. Dalam usianya yang masih muda, Muhammad hidup sebagai penggembala kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Diriwayatkan bahwa ketika berusia dua belas tahun, Muhammad menyertai Abu Thalib, pamannya, dalam sebuah kafilah dagang menuju Suriah (Syam), tempat kemudian ia berjumpa dengan seorang pendeta yang dalam berbagai riwayat disebutkan bernama Bahira atau Buhairah. Pendeta itu kemudian melihat tanda-tanda kenabian pada Muhammad sesuai dengan petunjuk cerita-cerita sebelumnya.
Pada usia yang kedua puluh lima, Muhammad berangkat ke Syiria (Suriah) membawa barang dagangan saudagar wanita kaya raya yang telah lama menjanda, Khadijah. Dalam perdagangan ini, Muhammad memperoleh laba atau keuntungan yang cukup besar. Khadijah kemudian melamarnya. Lamaran itu diterima dan perkawinan segera dilaksanakan. Ketika itu Muhammad berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun. Dalam perkembangan selanjutnya, Khadijah adalah wanita pertama yang masuk Islam. Perkawinan bahagia dan saling mencintai itu kemudian dikaruniai enam orang anak, dua putra dan empat putri. Mereka adalah: Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum, dan Fatimah. Dalam sejarah dijelaskan bahwa dua anak laki-laknya meninggal pada saat mereka masih kecil. Nabi Muhammad tidak kawin lagi sampai Khadijah meninggal ketika Muhammad berusia 50 tahun.
Peristiwa penting yang memperlihatkan kebijaksanaan Muhammad terjadi pada saat ia berusia 35 tahun. Pada waktu itu bangunan Ka'bah rusak berat. Perbaikan bangunan Ka'bah itu dilakukan secara gotong royong. Para penduduk Mekah membantu pekerjaan itu dengan sukarela. Tetapi pada saat pekerjaan akan selesai, ketika pekerjaan tinggal mengangkat dan meletakkan batu hajar aswad di tempatnya semula, sempat timbul perselisihan di antara mereka. Setiap suku merasa berhak melakukan tugas terakhir dan terhormat tersebut yaitu mengangkat dan meletakkan batu hajar aswad. Perselisihan itu semakin tegang dan memanas hingga pada akhirnya para pemimpin Quraisy sepakat untuk mamutuskan bahwa orang yang pertama masuk ke Ka'bah melalui pintu Shafa, akan dijadikan hakim untuk memutuskan perkara ini. Ternyata orang yang pertama masuk ke Ka'bah itu melalui pintu Shafa adalah Muhammad. Ia pun dipercaya menjadi hakim. Ia lantas membentangkan kain dan meletakkan hajar aswad di tengah-tengah, lalu meminta seluruh kepala suku memegang tepi kain itu dan mengangkatnya bersama-sama. Setelah sampai pada ketinggian tertentu kemudian Muhammad meletakkan batu itu pada tempat semula. Dengan demikian, perselisihan yang tadinya sempat terjadi dapat diselesaikan dengan bijaksana dan semua kepala suku merasa puas dengan cara penyelesaian seperti itu.
Menjelang usianya yang keempat puluh tahun, Muhammad sudah terbiasa memisahkan diri dari kegalauan masyarakat, dan ia pun berkontemplasi ke gua Hira yang berjarak beberapa kilometer di sebelah utara Mekah. Di sana mula-mula Muhammad berjam-jam kemudian berhari-hari bertafakkur. Tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan tahun 611 M, Malaikat Jibril muncul di hadapannya, kemudian menyampaikan wahyu Allah yang pertama kepadanya. Wahyu tersebut adalah surah Al-'Alaq ayat ke-1 hingga ayat ke-5. Dengan turunnya wahyu pertama itu, berarti Muhammad telah dipilih Allah sebagai nabi. ~ Subhaanallaah ~
*Sumber Referensi:
Buku History of the Arabs, karya Philip K. Hitti
Al-Qur'anul Kariim
Buku Sejarah Peradaban Islam (jilid II), karya Dr. Badri Yatim, M.A.
~ Semoga Bermanfaat ~
Langganan:
Postingan (Atom)