بسم الله الرحمن الرحيم
Selamat Hari Guru Nasional, terkhusus seluruh guruku yang pernah mengajariku berbagai disiplin ilmu selama ini. Semoga senantiasa sehat dan panjang usia. Allaahumma Aamiin
Jakarta, malam ke-18 Rabi'ul Awal 1440 H / 25 November 2018 M.
~ Alhamdulillaah ~
Minggu, 25 November 2018
Selasa, 21 Agustus 2018
aku dan RuQu Daru Hasbi
بسم الله الرحمن الرحيم
Tulisan ini kupersembahkan dan kudedikasikan sepenuh hati untuk diriku dan santri-santriku tercinta di Rumah Qur'an Daru Hasbi Yang Dirahmati Allah 'Azza wa Jalla ~
Alhamdulillaah, segala puji hanya milik Allah 'Azza wa Jalla; Rabb alam semesta, bersyukur atas segala bentuk anugerah dan kenikmatan yang tidak terhingga jumlahnya dan telah melekat di dalam diri yang lemah ini sebagai hamba-Nya. Shalawat beriring salam juga tidak lupa saya haturkan kepada Nabi tercinta; Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam yang in syaa Allaah, kita bisa memperoleh syafa'atnya kelak di hari Akhir. Aamiin
Sahabat Rumah Qur'an Daru Hasbi yang Disayang Allah 'Azza wa Jalla
Perkenalkan, nama saya Manhajuddin Z dan telah lama akrab dipanggil ustadz Manhaj di kalangan santri-santri dan juga ustadz-ustadzah Rumah Qur'an Daru Hasbi. Pada asal mulanya sebelum saya diminta bergabung menjadi ustadz pengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi, saya menyempatkan untuk belajar al-Qur'an, bertalaqqi langsung dengan guru saya; al-ustadz H. Muhammad Fikri, Lc., MA untuk lebih memperbaiki bacaan al-Qur'an saya. Setelah beberapa bulan atau bahkan sudah sekitar satu tahunan lamanya menimba ilmu al-Qur'an dari beliau, kemudian saya diminta langsung oleh beliau untuk mengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi pada tahun 1437 H / 2016 M dan pada tahun tersebut saya kali pertama mendampingi santri-santri Wisuda Al-Qur'an Angkatan ke-2. Alhamdulillaah.
Pada tahun pertama setelah saya bergabung menjadi ustadz pengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi, setelah beberapa bulan, entah karena saya adalah ustadz termuda dan saya termasuk orang yang memang menyayangi anak-anak, mengajari mereka banyak hal dengan rasa kasih sayang, sehingga banyak dari kalangan santri yang sangat senang, nyaman, dan akrab dengan saya sebagai ustadznya. Mereka selalu tampak bersemangat dalam belajar, menghafal al-Qur'an, dan menyetorkan hafalannya langsung kepada saya. Bahkan seringkali setiap saya berjalan saat hendak berangkat ke RuQu atau pun setiap saya hendak pulang seusai mengajar, mereka selalu menunggu kehadiran saya dan saat mereka melihat saya, mereka langsung memanggil-manggil saya dengan menyapa "ustadz Manhaj,... ustadz Manhaj." Subhaanallaah, saya pun ikut menyapa mereka sambil memberikan senyuman manis kepada mereka. Bahkan setiap saya berangkat shalat ke masjid Al-Abror, banyak dari mereka yang setelah melihat saya, mereka langsung tersenyum dan memanggil nama saya "Ustadz Manhaj" dan ingin bersalaman dengan saya. Termasuk setiap seusai shalat dan terkadang saya masih berdzikir atau berdo'a, mereka masih sangat setia menunggu saya selesai hanya untuk salim saja. Sungguh, ini adalah bagian terindah yang pernah saya rasakan dalam kehidupan ini. Kedekatan saya dengan mereka sudah sangat dekat, kami penuh rasa kasih sayang dan kami sudah seperti keluarga sendiri.
Menurut saya, banyak dari santri-santi Rumah Qur'an Daru Hasbi yang berasal dari keluarga yang biasa dan bersahaja, sehingga seringkali saya ingin hidup sederhana seperti layaknya mereka, ini benar-benar tersirat dalam hati kecil saya untuk juga bersikap untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bersahaja dan tetap rendah hati dimana pun berada. Mayoritas mereka setelah saya amati, adalah anak-anak yang penurut dan mudah untuk diberitahu, ya, mereka layaknya anak-anak di perkampungan yang memang notabene anak-anak didik yang 'manut' atau penurut. Meskipun juga ada segelintir anak yang memang berbeda dari yang lainnya, tapi masih bisa dimaklumi karena memang masih anak-anak dan masih suka bermain.
Hari demi hari, pertemuan demi pertemuan, waktu ke waktu, hingga tahun berganti tahun, hubungan kekeluargaan saya pun terasa sangat dekat dengan anak-anak. Hubungan kami semakin akrab layaknya adik-kakak, tapi tetap memerhatikan batasan-batasan murid terhadap gurunya. Kedekatan antara saya dan anak-anak diantaranya mungkin kelembutan saya di dalam cara mengajarkan kepada mereka dalam proses belajar dan menghafal al-Qur'an, di samping penyayang dan tidak suka marah setiap mengajar, kadang-kadang saya memiliki inisiatif sendiri untuk berbagi hadiah atau makanan ringan untuk mereka, beberapa faktor inilah yang mungkin menjadi indikasi kedekatan saya kepada mereka. Alhamdulillaah. Kegiatan Pesantren Kilat demi Pesantren Kilat selalu diadakan setiap bulan Ramadhan juga telah kami lalui bersama yang tentunya berangkat dari sanalah hubungan diantara kami semua menjadi semakin baik, akrab, dan penuh rasa kekeluargaan. Membaca al-Qur'an bersama, muroja'ah bersama, tidur menginap bersama di RuQu atau di rumah bang Nurul, shalat bersama, bahkan buka puasa bersama itu serangkaian kegiatan yang sangat indah bagi kami.
Waktu mengaji mereka hanya 3 hari saja; Jum'at, Sabtu, dan Ahad. Menurut saya, hari Jum'at, Sabtu, dan Ahad itu adalah tiga hari yang selalu saya tunggu-tunggu karena kesempatan saya bertemu lagi dengan santri-santri RuQu Daru Hasbi tercinta. Tiga waktu tersebut benar-benar saya manfaatkan bersama mereka. Terkadang pertemuan tiga hari itu masih terasa kurang bagi saya bersama-sama mereka, hingga terkadang saya niat shalat berjama'ah ke masjid Al-Abror, sambil ingin melihat dan bertemu dengan mereka, karena memang banyak dari santri RuQu Daru Hasbi yang tinggal di sekitaran masjid Al Abror. Hal ini sekaligus menghilangkan kerinduan saya terhadap mereka untuk bertemu dan menyapa mereka lagi. Sejuk hati dan pikiran ini ketika melihat senyuman manis dan imut mereka saat berada di masjid. Pernah beberapa kali ketika saya masbuq atau tertinggal satu atau dua raka'at berjama'ah di masjid Al Abror, mereka sudah selesai lebih dulu daripada saya, namun mereka tetap dengan setianya menunggu saya selesai shalat dan berdo'a hanya untuk salim saja. Bahkan, pernah suatu kali adik saya yang menggunakan motor Honda Beat yang warnanya sudah sangat dihafal oleh anak-anak, ketika adik saya masih di dalam masjid dan hendak keluar masjid, adik saya bercerita ke saya kalau ada anak (murid) yang menunggu di luar masjid, mengira bahwa itu saya, padahal bukan. Subhaanaallaah, saya sampai terharu mendengarnya. Terima kasih adik-adikku tercinta RuQu Daru Hasbi. Di samping itu, sering juga setiap saya bersepeda motor melewati jalanan H. Gaim, sekitaran SDN 08 atau saat lewat di sekitar jalanan masjid Al-Abror pun anak-anak selalu berteriak menyapa dan memanggil saya, saya pun ikut menyapa mereka atau memberi senyuman dari atas sepeda motor.
Sunnguh, saya merasa bersyukur kepada Allah 'Azza wa Jalla karena telah menakdirkan saya menjadi guru ngaji dan terkhusus mengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi yang berada di bawah naungan Yayasan Hasbiyallah Jiban Gaim yang jaraknya juga tidak jauh dari rumah. Mereka; Keluarga Besar H. Hasbih dan al-ustadz H. Muhammad Fikri, Lc., MA sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri, mereka pun in syaa Allaah, sudah menganggap saya sebagai bagian dari keluarganya. Alhamdulillaah. Berkah untuk semua. Aamiin
Saya berharap kepada Allah, mudah-mudahan nantinya saat saya sudah berkeluarga, saya berharap kepada Allah, semoga saya akan tetap bisa mengajar di RuQu Daru Hasbi. ALLAHumma Aamiin
Menurut saya, banyak dari santri-santi Rumah Qur'an Daru Hasbi yang berasal dari keluarga yang biasa dan bersahaja, sehingga seringkali saya ingin hidup sederhana seperti layaknya mereka, ini benar-benar tersirat dalam hati kecil saya untuk juga bersikap untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bersahaja dan tetap rendah hati dimana pun berada. Mayoritas mereka setelah saya amati, adalah anak-anak yang penurut dan mudah untuk diberitahu, ya, mereka layaknya anak-anak di perkampungan yang memang notabene anak-anak didik yang 'manut' atau penurut. Meskipun juga ada segelintir anak yang memang berbeda dari yang lainnya, tapi masih bisa dimaklumi karena memang masih anak-anak dan masih suka bermain.
Hari demi hari, pertemuan demi pertemuan, waktu ke waktu, hingga tahun berganti tahun, hubungan kekeluargaan saya pun terasa sangat dekat dengan anak-anak. Hubungan kami semakin akrab layaknya adik-kakak, tapi tetap memerhatikan batasan-batasan murid terhadap gurunya. Kedekatan antara saya dan anak-anak diantaranya mungkin kelembutan saya di dalam cara mengajarkan kepada mereka dalam proses belajar dan menghafal al-Qur'an, di samping penyayang dan tidak suka marah setiap mengajar, kadang-kadang saya memiliki inisiatif sendiri untuk berbagi hadiah atau makanan ringan untuk mereka, beberapa faktor inilah yang mungkin menjadi indikasi kedekatan saya kepada mereka. Alhamdulillaah. Kegiatan Pesantren Kilat demi Pesantren Kilat selalu diadakan setiap bulan Ramadhan juga telah kami lalui bersama yang tentunya berangkat dari sanalah hubungan diantara kami semua menjadi semakin baik, akrab, dan penuh rasa kekeluargaan. Membaca al-Qur'an bersama, muroja'ah bersama, tidur menginap bersama di RuQu atau di rumah bang Nurul, shalat bersama, bahkan buka puasa bersama itu serangkaian kegiatan yang sangat indah bagi kami.
Waktu mengaji mereka hanya 3 hari saja; Jum'at, Sabtu, dan Ahad. Menurut saya, hari Jum'at, Sabtu, dan Ahad itu adalah tiga hari yang selalu saya tunggu-tunggu karena kesempatan saya bertemu lagi dengan santri-santri RuQu Daru Hasbi tercinta. Tiga waktu tersebut benar-benar saya manfaatkan bersama mereka. Terkadang pertemuan tiga hari itu masih terasa kurang bagi saya bersama-sama mereka, hingga terkadang saya niat shalat berjama'ah ke masjid Al-Abror, sambil ingin melihat dan bertemu dengan mereka, karena memang banyak dari santri RuQu Daru Hasbi yang tinggal di sekitaran masjid Al Abror. Hal ini sekaligus menghilangkan kerinduan saya terhadap mereka untuk bertemu dan menyapa mereka lagi. Sejuk hati dan pikiran ini ketika melihat senyuman manis dan imut mereka saat berada di masjid. Pernah beberapa kali ketika saya masbuq atau tertinggal satu atau dua raka'at berjama'ah di masjid Al Abror, mereka sudah selesai lebih dulu daripada saya, namun mereka tetap dengan setianya menunggu saya selesai shalat dan berdo'a hanya untuk salim saja. Bahkan, pernah suatu kali adik saya yang menggunakan motor Honda Beat yang warnanya sudah sangat dihafal oleh anak-anak, ketika adik saya masih di dalam masjid dan hendak keluar masjid, adik saya bercerita ke saya kalau ada anak (murid) yang menunggu di luar masjid, mengira bahwa itu saya, padahal bukan. Subhaanaallaah, saya sampai terharu mendengarnya. Terima kasih adik-adikku tercinta RuQu Daru Hasbi. Di samping itu, sering juga setiap saya bersepeda motor melewati jalanan H. Gaim, sekitaran SDN 08 atau saat lewat di sekitar jalanan masjid Al-Abror pun anak-anak selalu berteriak menyapa dan memanggil saya, saya pun ikut menyapa mereka atau memberi senyuman dari atas sepeda motor.
Sunnguh, saya merasa bersyukur kepada Allah 'Azza wa Jalla karena telah menakdirkan saya menjadi guru ngaji dan terkhusus mengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi yang berada di bawah naungan Yayasan Hasbiyallah Jiban Gaim yang jaraknya juga tidak jauh dari rumah. Mereka; Keluarga Besar H. Hasbih dan al-ustadz H. Muhammad Fikri, Lc., MA sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri, mereka pun in syaa Allaah, sudah menganggap saya sebagai bagian dari keluarganya. Alhamdulillaah. Berkah untuk semua. Aamiin
Saya berharap kepada Allah, mudah-mudahan nantinya saat saya sudah berkeluarga, saya berharap kepada Allah, semoga saya akan tetap bisa mengajar di RuQu Daru Hasbi. ALLAHumma Aamiin
Bersambung...
Ditulis di rumah Jakarta, 9 Dzulhijjah 1439 H / 21 Agustus 2018 M
Kamis, 14 Juni 2018
TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH ~ TERIMA KASIH RAMADHAN
بسم الله الرحمن الرحيم
TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH ~ TERIMA KASIH RAMADHAN
Sebuah Catatan Manhajuddin Zuhudi
*Ditulis pada hari Kamis, 29 Ramadhan 1439 H / 14 Juni 2018 M
TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH
Engkau telah Mengabulkan do'a-do'a yang hamba dan keluarga hamba panjatkan selama ini.
Engkau telah mengkaruniai kami nikmat Iman, Islam, kesehatan, dan usia yang panjang
Sehingga, kami bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tercinta tahun 1439 H ini.
TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH
Engkau senantiasa Membimbing hati dan diri ini untuk senantiasa bersyukur kepadaMu
Engkau senantiasa Memberi kami kekuatan jasmani juga rohani kami,
Sehingga, kami dapat memperbanyak ibadah, tilawah, dan kebaikan-kebaikan di bulan ini.
TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH
Atas kasih sayangmu kepada kami, selama bulan Ramadhan penuh berkah dan kebaikan ini
Atas Maha Pemurah-Mu kepada kami, sehingga kami merasa cukup dengan pemberian-Mu
Atas segala kenikmatan yang telah Engkau limpahkan kepada kami di setiap hari kami.
TERIMA KASIH RAMADHAN
Engkau telah datang lagi menemani kami selama satu bulan lamanya bersama kami
Engkau telah mengajarkan kami kesabaran, perjuangan, dan semangat dalam kebaikan
Engkau telah menjadikan kami termotivasi untuk meningkatkan ibadah dan tilawah kami
TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH ~ TERIMA KASIH RAMADHAN
Atas segalanya selama ini. Sungguh, hamba sangat berharap kepadaMu Ya RABB
Tolong senantiasa karuniai kami sekeluarga besar, nikmat usia yang sangat lama
Nikmat kesehatan, sehingga kami bisa berjumpa lagi dengan bulan RamadhanMu di tahun-
tahun yang akan datang yang semoga kami bisa jauh lebih baik lagi. ALLAHumma Aamiin
Ya ALLAH
Semoga seluruh amal ibadah dan amal baik kami selama ini,
khususnya selama bulan Ramadhan 1439 H ini, Engkau terima seluruhnya
Engkau maafkan kami atas segala bentuk kekurangan kami selama ini
Engkau ampuni seluruh dosa dan kelalaian kami selama ini
Serta yang Terpenting tolong jadikanlah kami menjadi hamba-hambaMu yang sukses meraih
derajat Takwa di sisiMu, senantiasa tetap istiqamah dalam menjaga kualitas dan kuantitas
ibadah shalat berjama'ah 5 waktu kami
sehari-hari, shalat Dhuha kami, membaca Al-Qur'an kami, infak dan sedekah kami, shalat tahajjud (qiyaamu al-
Lail), kesabaran, serta menjaga perkataan dan perilaku kami di luar Ramadhan Ya RABB.
ALLAHumma Aamiin
الحمد لله رب العالمين
~ Semoga Bermanfaat ~
tahun yang akan datang yang semoga kami bisa jauh lebih baik lagi. ALLAHumma Aamiin
Ya ALLAH
Semoga seluruh amal ibadah dan amal baik kami selama ini,
khususnya selama bulan Ramadhan 1439 H ini, Engkau terima seluruhnya
Engkau maafkan kami atas segala bentuk kekurangan kami selama ini
Engkau ampuni seluruh dosa dan kelalaian kami selama ini
Serta yang Terpenting tolong jadikanlah kami menjadi hamba-hambaMu yang sukses meraih
derajat Takwa di sisiMu, senantiasa tetap istiqamah dalam menjaga kualitas dan kuantitas
ibadah shalat berjama'ah 5 waktu kami
sehari-hari, shalat Dhuha kami, membaca Al-Qur'an kami, infak dan sedekah kami, shalat tahajjud (qiyaamu al-
Lail), kesabaran, serta menjaga perkataan dan perilaku kami di luar Ramadhan Ya RABB.
ALLAHumma Aamiin
الحمد لله رب العالمين
~ Semoga Bermanfaat ~
Senin, 18 Desember 2017
HARI BAHASA ARAB SEDUNIA (INTERNASIONAL)
بسم الله الرحمن الرحيم
اليوم العالمي للغة العربية
HARI BAHASA ARAB SEDUNIA (INTERNASIONAL)
Ditulis oleh: Manhajuddin Z., S.S
Assalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh. Saudara-saudaraku se-Iman dan se-Islam, di manapun berada, semoga kita semua senantiasa dalam bimbingan, perlindungan, dan ridha dari Allah 'Azza wa Jalla. Allaahumma Aamiin. Rasa syukur diri ini kepada Dzat Yang telah Menciptakan diri ini dari diri yang satu; Nabi Adam 'Alaihi al-Salaam, atas sangat banyaknya kenikmatan yang tidak terhingga nilai dan jumlahnya dalam kehidupan ini, Alhamdulillaah. Shalawat beriring salam juga tidak lupa kepada Nabi kita tercinta; Muhammad bin 'Abdullah Shallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang telah berjuang untuk umat dan agama Islam ini semasa hidupnya. Semoga kelak di hari Akhir, kita semua bisa memperoleh pertolongan (syafa'at) langsung dari Rasullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. Aamiin
Pada kesempatan yang baik ini, bertepatan pada tanggal 18 Desember 2017, sebenarnya sederhana saja, saya ingin menginformasikan, memberitahukan kepada banyak orang, bahwa pada tanggal ini lah 18 Desember itu diperingati sebagai Hari Bahasa Arab se-Dunia. Berdasarkan informasi yang saya baca pada kiriman artikel di salah satu media sosial terkemuka, bahwa Organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB atau lebih populer dengan istilah singkatan UNESCO yang telah menetapkan tanggal 18 Desember yaitu sebagai Hari Bahasa Arab se-Dunia.
Bahasa Arab, bagi saya, bahasa Arab adalah bahasa yang sangat penting untuk dikuasai. Bahasa Arab juga memiliki banyak keistimewaan, di antaranya, bahasa Arab adalah bahasa Kitab Suci Al-Qur'an, bahasa yang senantiasa lafalkan dalam shalat, bahasa internasional yang digunakan jutaan orang di banyak negara, khususnya kawasan Timur Tengah, dan masih banyak lagi. Bahkan dikatakan oleh imam al-Syafi'i rahimahullaah, bahwa bahasa Arab adalah bahasa pemersatu umat Islam. Bahasa Arab juga memiliki peran yang sangat besar dan luar biasa dalam sejarah peradaban Islam yang terus berkembang dan semakin maju dalam brbagai bidang ilmu pengetahuan. Alhamdulillaah. Semoga, saya pribadi dan juga teman-teman semua semakin cinta dan mau membaca buku-buku tentang bahasa Arab Allahumma Aamiin ALLAHu AKBAR!
الحمد لله رب العالمين
ّ Semoga Bermanfaat ~
Ditulis oleh: Manhajuddin Z.,S.S
Jakarta, 18 Desember 2017
Sabtu, 02 Desember 2017
REUNI DAN MAULID AKBAR ALUMNI 212 UMAT ISLAM DI MONAS
بسم الله الرحمن الرحيم
REUNI DAN MAULID AKBAR ALUMNI 212 UMAT ISLAM DI MONAS
Ditulis oleh: Manhajuddin Z.
Alhamdulillaah. Segala puji dan rasa syukur saya panjatkan kepada Allah 'Azza wa Jalla, karena melalui berbagai kenikmatan dari-Nya kepada saya selama ini, sehingga saya bisa menghadiri agenda besar Umat Islam yaitu Reuni Alumni 212 di Monas pada hari ini; Sabtu, 2 Desember 2017 M / 13 Rabi'ul Awal 1439 H. Shalawat beserta salam, semoga senantiasa tetap tercurah kepada Nabi tercinta; Nabi akhir zaman; Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. Semoga kita sebagai Umat Islam kelak bisa memperoleh pertolongan (Syafa'at) dari beliau langsung, aamiin. Sungguh nikmat yang sangat luar biasa dan menjadi momentum yang sangat indah rasanya ketika diri yang kecil ini bisa ikut hadir bersama jutaan saudara Muslim di Monas dan sekitarnya. Keberkahan dari Allah pun sangat bisa dirasakan, yaitu bisa dilihat dari cuaca yang cerah di sepanjang hari, tidak panas, dan tidak hujan, khususnya selama acara berlangsung. Bahkan sangat banyak dan sering angin sejuk yang berhembus di sekitaran Monas. Harapannya, semoga kebangkitan Islam di bumi Indonesia bisa berjaya dan kemenangan mutlak untuk kaum Muslimin. Semoga bisa menghadiri lagi acara Reuni Akbar 212 tahun depan. Allaahumma Aamiin
الحمد لله رب العالمين
Sabtu, 25 November 2017
TERIMA KASIHKU SEBANYAK-BANYAKNYA TERUNTUK SELURUH GURUKU
بسم الله الرحمن الرحيم
TERIMA KASIHKU SEBANYAK-BANYAKNYA TERUNTUK SELURUH GURUKU (SEDARI TK SAMPAI KULIAH)
Oleh: Manhajuddin Zuhudi
Melalui tulisan singkat ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih banyak kepada seluruh guruku, sejak saya masih anak-anak yang duduk di bangku TK, SD (Madrasah), Mts dan Aliyah (di Pondok Pesantren), hingga di bangku kuliah atas segala ilmu, nasehat-nasehat, dan juga dedikasi tulusmu dalam mendidik dan mengajariku dengan tulis dan penuh rasa kasih sayang.
Mungkin, saya saat ini belum bisa memberi kado spesial satu per satu kepada seluruh guru, tapi baru bisa mendo'akanmu dari jarak jauh yang kusisipkan di setiap do'aku seusai shalat. Meskipun, tidak semuanya membaca tulisan di blog ini. Semoga Allah 'Azza wa Jalla Yang memberimu semuanya nikmat kesehatan, kebahagiaan di dunia dan di akhirat, dan nikmat usia yang sangat panjang hidup di dunia ini karena begitu besarnya peran dan kiprahmu dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Allaahumma Aamiin
Selamat Hari Guru Nasional 2017
JAZAAKUMULLAAHU KHAIRAN KATSIIRAN :-)
Ditulis di Jakarta
Sabtu, 25 November 2017 / 6 Rabi'ul Awal 1439 H
الحمد لله رب العالمين
Rabu, 06 September 2017
ALLAH MEMBERI REZEKI YANG TIDAK DISANGKA KEPADA ORANG YANG BERTAKWA
بسم الله الرحمن الرحيم
ALLAH MEMBERI REZEKI YANG TIDAK DISANGKA KEPADA ORANG YANG BERTAKWA
Tulisan Pribadi
Alhamdulillaah, ternyata realisasi dari Ayat Al-Qur'an al-Karim sudah terbukti secara nyata:
قال الله تعالى في القرآن العظيم
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3) سورة الطلاق
Firman Allah 'Azza wa Jalla: "Bagi siapa saja yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Bagi siapa saja yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusannya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." Al-Qur'an Surah Ath-Thalaaq: 2-3.
Alhamdulillaah. bisa diterima menjadi Guru Al-Qur'an di satu sekolahan SDIT yang jaraknya lumayan dekat dari rumah itu sungguh merupakan kenikmatan yang luar biasa dari Allah. Kehendak dan skenario Allah yang sangat indah. Ridha Kedua Orangtua juga Ridhanya Allah 'Azza wa Jalla.
Semoga bisa selalu bermanfaat bagi banyak orang ~ Allaahumma Aamiin
Jakarta
Kamis, 15 Dzulhijjah 1438 H / 6 September 2017 M.
Semoga bisa selalu bermanfaat bagi banyak orang ~ Allaahumma Aamiin
Jakarta
Kamis, 15 Dzulhijjah 1438 H / 6 September 2017 M.
الحمد لله رب العالمين
Langganan:
Postingan (Atom)