Jumat, 24 April 2020

MARHABAN YAA RAMADHAN 1441 H

بسم الله الرحمن الرحيم


مرحبا يا شهر رمضان 

MARHABAN YAA RAMADHAN 1441 H


 Alhamdulillaah. Segala puji kepada ALLAH 'Azza wa Jalla Yang telah memberi kita berbagai kenikmatan yang tidak terhingga nilainya, termasuk nikmat terbesar Iman dan Islam sebagai nikmat terbesar di dalam hidup ini. Alhamdulillaah juga sangat perlu disyukuri karena Allah telah mengabulkan do'a-do'a kita untuk bertemu dengan bulan Ramadhan 1441 H ini yang telah terkabul. Bulan yang penuh keberkahan dan limpahan pahala. Shalawat beriring salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda tercinta kita; Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, beserta keluarga, dan para pengikutnya. Aaamiin 

Sudah sangat lama rasanya saya tidak membuat tulisan lagi di akun blog pribadi saya ini. Alhamdulillaah terinspirasi untuk menulis lagi di momen spesial ini di hari yang penuh berkah; hari Jum'at, 1 Ramadhan 1441 H / 24 April 2020 M yang menjadi hari pertama bulan Ramadhan 1441 H. Alhamdulillaah

Tulisan sederhana ini adalah sekadar opini singkat khususnya berkaitan dengan bulan Ramadhan 1441 H yang sungguh sangat-sangat berbeda dengan Ramadhan-ramadhan tahun-tahun sebelumnya yang pernah saya lalui dalam kehidupan ini. Ya, Ramadhan kali ini tergolong cukup sepi karena di tengah diberlakukannya pembatasan sosial sejak sebelum masuk bulan Ramadhan dikarenakan terjadinya wabah hampir di seluruh negara, dan anjuran untuk shalat di rumah. Jadi, secara otomatis masjid-masjid dan mushalla-mushalla dimana-mana sepi, khususnya yang biasanya di hari pertama Ramadhan selalu tampak ramai dengan ramainya masjid-masjid dan mushalla-mushalla. Kini menjadi sepi saat dan hanya beberapa shaf saja jama'ahnya. 

Diantaranya, imbauan untuk shalat tarawih di rumah, menurut saya yang biasanya di awal-awal ramadhan masjid-masjid dan musholla-musholla selalu ramai diisi oleh sangat banyak anak muda dan orang tua, di ramadhan kali ini sangat jauh berbeda. Sangat disayangkan, ketika adzan 'Isya telah dikumandangkan, akan tetapi masih sangat banyak orang yang mungkin bisa dibilang terlalaikan dengan seruan adzan untuk bergegas melaksanakan shalat 'isya berjama'ah, meskipun diimbau dilaksanakan di rumah, tetapi realitanya sangat banyak yang tidak langsung bergegas mengambil air wudhu, bahkan masih banyak yang sibuk dengan urusan-urusan duniawi, main HP, kumpul-kumpul, dan hal-hal lainnya. Na'uudzu billaah. 
Nah, sikap seperti itulah yang menurut pandangan saya dianggap lalai di dalam shalat. Bagaimana tidak? saat sudah tiba waktunya shalat, masih sangat banyak yang tidak langsung bergegas untuk shalat, khususnya di waktu 'isya. Hal ini berbeda dengan waktu shalat Shubuh, yang jumlah jama'ahnya bisa dibilang sangat meningkat semakin bertambah jumlahnya karena mungkin setelah menyantap hidangan sahur, mereka lebih memilih melaksanakan shalat Shubuh di masjid daripada di rumah. Alhamdulillaah.



Ok, in syaa Allaah bisa dilanjut lagi ya...

Minggu, 25 November 2018

Hari Guru Nasional (2018)

بسم الله الرحمن الرحيم

Selamat Hari Guru Nasional, terkhusus seluruh guruku yang pernah mengajariku berbagai disiplin ilmu selama ini. Semoga senantiasa sehat dan panjang usia. Allaahumma Aamiin

Jakarta, malam ke-18 Rabi'ul Awal 1440 H / 25 November 2018 M.

~ Alhamdulillaah ~

Selasa, 21 Agustus 2018

aku dan RuQu Daru Hasbi

بسم الله الرحمن الرحيم


Tulisan ini kupersembahkan dan kudedikasikan sepenuh hati untuk diriku dan santri-santriku tercinta di Rumah Qur'an Daru Hasbi Yang Dirahmati Allah 'Azza wa Jalla ~

Alhamdulillaah, segala puji hanya milik Allah 'Azza wa Jalla; Rabb alam semesta, bersyukur atas segala bentuk anugerah dan kenikmatan yang tidak terhingga jumlahnya dan telah melekat di dalam diri yang lemah ini sebagai hamba-Nya. Shalawat beriring salam juga tidak lupa saya haturkan kepada Nabi tercinta; Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam yang in syaa Allaah, kita bisa memperoleh syafa'atnya kelak di hari Akhir. Aamiin

Sahabat Rumah Qur'an Daru Hasbi yang Disayang Allah 'Azza wa Jalla

Perkenalkan, nama saya Manhajuddin Z dan telah lama akrab dipanggil ustadz Manhaj di kalangan santri-santri dan juga ustadz-ustadzah Rumah Qur'an Daru Hasbi. Pada asal mulanya sebelum saya diminta bergabung menjadi ustadz pengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi, saya menyempatkan untuk belajar al-Qur'an, bertalaqqi langsung dengan guru saya; al-ustadz H. Muhammad Fikri, Lc., MA untuk lebih memperbaiki bacaan al-Qur'an saya. Setelah beberapa bulan atau bahkan sudah sekitar satu tahunan lamanya menimba ilmu al-Qur'an dari beliau, kemudian saya diminta langsung oleh beliau untuk mengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi pada tahun 1437 H / 2016 M dan pada tahun tersebut saya kali pertama mendampingi santri-santri Wisuda Al-Qur'an Angkatan ke-2. Alhamdulillaah. 

Pada tahun pertama setelah saya bergabung menjadi ustadz pengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi, setelah beberapa bulan, entah karena saya adalah ustadz termuda dan saya termasuk orang yang memang menyayangi anak-anak, mengajari mereka banyak hal dengan rasa kasih sayang, sehingga banyak dari kalangan santri yang sangat senang, nyaman, dan akrab dengan saya sebagai ustadznya. Mereka selalu tampak bersemangat dalam belajar, menghafal al-Qur'an, dan menyetorkan hafalannya langsung kepada saya. Bahkan seringkali setiap saya berjalan saat hendak berangkat ke RuQu atau pun setiap saya hendak pulang seusai mengajar, mereka selalu menunggu kehadiran saya dan saat mereka melihat saya, mereka langsung memanggil-manggil saya dengan menyapa "ustadz Manhaj,... ustadz Manhaj." Subhaanallaah, saya pun ikut menyapa mereka sambil memberikan senyuman manis kepada mereka. Bahkan setiap saya berangkat shalat ke masjid Al-Abror, banyak dari mereka yang setelah melihat saya, mereka langsung tersenyum  dan memanggil nama saya "Ustadz Manhaj" dan ingin bersalaman dengan saya. Termasuk setiap seusai shalat dan terkadang saya masih berdzikir atau berdo'a, mereka masih sangat setia menunggu saya selesai hanya untuk salim saja. Sungguh, ini adalah bagian terindah yang pernah saya rasakan dalam kehidupan ini. Kedekatan saya dengan mereka sudah sangat dekat, kami penuh rasa kasih sayang dan kami sudah seperti keluarga sendiri.

Menurut saya, banyak dari santri-santi Rumah Qur'an Daru Hasbi yang berasal dari keluarga yang biasa dan bersahaja, sehingga seringkali saya ingin hidup sederhana seperti layaknya mereka, ini benar-benar tersirat dalam hati kecil saya untuk juga bersikap untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bersahaja dan tetap rendah hati dimana pun berada. Mayoritas mereka setelah saya amati, adalah anak-anak yang penurut dan mudah untuk diberitahu, ya, mereka layaknya anak-anak di perkampungan yang memang notabene anak-anak didik yang 'manut' atau penurut. Meskipun juga ada segelintir anak yang memang berbeda dari yang lainnya, tapi masih bisa dimaklumi karena memang masih anak-anak dan masih suka bermain.

Hari demi hari, pertemuan demi pertemuan, waktu ke waktu, hingga tahun berganti tahun, hubungan kekeluargaan saya pun terasa sangat dekat dengan anak-anak. Hubungan kami semakin akrab layaknya adik-kakak, tapi tetap memerhatikan batasan-batasan murid terhadap gurunya. Kedekatan antara saya dan anak-anak diantaranya mungkin kelembutan saya di dalam cara mengajarkan kepada mereka dalam proses belajar dan menghafal al-Qur'an, di samping penyayang dan tidak suka marah setiap mengajar, kadang-kadang saya memiliki inisiatif sendiri untuk berbagi hadiah atau makanan ringan untuk mereka, beberapa faktor inilah yang mungkin menjadi indikasi kedekatan saya kepada mereka. Alhamdulillaah. Kegiatan Pesantren Kilat demi Pesantren Kilat selalu diadakan setiap bulan Ramadhan juga telah kami lalui bersama yang tentunya berangkat dari sanalah hubungan diantara kami semua menjadi semakin baik, akrab, dan penuh rasa kekeluargaan. Membaca al-Qur'an bersama, muroja'ah bersama, tidur menginap bersama di RuQu atau di rumah bang Nurul, shalat bersama, bahkan buka puasa bersama itu serangkaian kegiatan yang sangat indah bagi kami.

Waktu mengaji mereka hanya 3 hari saja; Jum'at, Sabtu, dan Ahad. Menurut saya, hari Jum'at, Sabtu, dan Ahad itu adalah tiga hari yang selalu saya tunggu-tunggu karena kesempatan saya bertemu lagi dengan santri-santri RuQu Daru Hasbi tercinta. Tiga waktu tersebut benar-benar saya manfaatkan bersama mereka. Terkadang pertemuan tiga hari itu masih terasa kurang bagi saya bersama-sama mereka, hingga terkadang saya niat shalat berjama'ah ke masjid Al-Abror, sambil ingin melihat dan bertemu dengan mereka, karena memang banyak dari santri RuQu Daru Hasbi yang tinggal di sekitaran masjid Al Abror. Hal ini sekaligus menghilangkan kerinduan saya terhadap mereka untuk bertemu dan menyapa mereka lagi. Sejuk hati dan pikiran ini ketika melihat senyuman manis dan imut mereka saat berada di masjid. Pernah beberapa kali ketika saya masbuq atau tertinggal satu atau dua raka'at berjama'ah di masjid Al Abror, mereka sudah selesai lebih dulu daripada saya, namun mereka tetap dengan setianya menunggu saya selesai shalat dan berdo'a hanya untuk salim saja. Bahkan, pernah suatu kali adik saya yang menggunakan motor Honda Beat yang warnanya sudah sangat dihafal oleh anak-anak, ketika adik saya masih di dalam masjid dan hendak keluar masjid, adik saya bercerita ke saya kalau ada anak (murid) yang menunggu di luar masjid, mengira bahwa itu saya, padahal bukan. Subhaanaallaah, saya sampai terharu mendengarnya. Terima kasih adik-adikku tercinta RuQu Daru Hasbi. Di samping itu, sering juga setiap saya bersepeda motor melewati jalanan H. Gaim, sekitaran SDN 08 atau saat lewat di sekitar jalanan masjid Al-Abror pun anak-anak selalu berteriak menyapa dan memanggil saya, saya pun ikut menyapa mereka atau memberi senyuman dari atas sepeda motor.

Sunnguh, saya merasa bersyukur kepada Allah 'Azza wa Jalla karena telah menakdirkan saya menjadi guru ngaji dan terkhusus mengajar di Rumah Qur'an Daru Hasbi yang berada di bawah naungan Yayasan Hasbiyallah Jiban Gaim yang jaraknya juga tidak jauh dari rumah. Mereka; Keluarga Besar H. Hasbih dan al-ustadz H. Muhammad Fikri, Lc., MA sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri, mereka pun in syaa Allaah, sudah menganggap saya sebagai bagian dari keluarganya. Alhamdulillaah. Berkah untuk semua. Aamiin

Saya berharap kepada Allah, mudah-mudahan nantinya saat saya sudah berkeluarga, saya berharap kepada Allah, semoga saya akan tetap bisa mengajar di RuQu Daru Hasbi. ALLAHumma Aamiin


Bersambung...

Ditulis di rumah Jakarta, 9 Dzulhijjah 1439  H / 21 Agustus 2018 M

Kamis, 14 Juni 2018

TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH ~ TERIMA KASIH RAMADHAN

بسم الله الرحمن الرحيم 

TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH ~ TERIMA KASIH RAMADHAN

Sebuah Catatan Manhajuddin Zuhudi

*Ditulis pada hari Kamis, 29 Ramadhan 1439 H / 14 Juni 2018 M


TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH

Engkau telah Mengabulkan do'a-do'a yang hamba dan keluarga hamba panjatkan selama ini.

Engkau telah mengkaruniai kami nikmat Iman, Islam, kesehatan, dan usia yang panjang

Sehingga, kami bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tercinta tahun 1439 H ini.


TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH

Engkau senantiasa Membimbing hati dan diri ini untuk senantiasa bersyukur kepadaMu

Engkau senantiasa Memberi kami kekuatan jasmani juga rohani kami,

Sehingga, kami dapat memperbanyak ibadah, tilawah, dan kebaikan-kebaikan di bulan ini.


TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH

Atas kasih sayangmu kepada kami, selama bulan Ramadhan penuh berkah dan kebaikan ini

Atas Maha Pemurah-Mu kepada kami, sehingga kami merasa cukup dengan pemberian-Mu

Atas segala kenikmatan yang telah Engkau limpahkan kepada kami di setiap hari kami.


TERIMA KASIH RAMADHAN

Engkau telah datang lagi menemani kami selama satu bulan lamanya bersama kami

Engkau telah mengajarkan kami kesabaran, perjuangan, dan semangat dalam kebaikan

Engkau telah menjadikan kami termotivasi untuk meningkatkan ibadah dan tilawah kami


TERIMA KASIH BANYAK YA ALLAH ~ TERIMA KASIH RAMADHAN

Atas segalanya selama ini. Sungguh, hamba sangat berharap kepadaMu Ya RABB

Tolong senantiasa karuniai kami sekeluarga besar, nikmat usia yang sangat lama 

Nikmat kesehatan, sehingga kami bisa berjumpa lagi dengan bulan RamadhanMu di tahun-

tahun yang akan datang yang semoga kami bisa jauh lebih baik lagi. ALLAHumma Aamiin


Ya ALLAH 

Semoga seluruh amal ibadah dan amal baik kami selama ini, 

khususnya selama bulan Ramadhan 1439 H ini, Engkau terima seluruhnya

Engkau maafkan kami atas segala bentuk kekurangan kami selama ini

Engkau ampuni seluruh dosa dan kelalaian kami selama ini

Serta yang Terpenting tolong jadikanlah kami menjadi hamba-hambaMu yang sukses meraih 

derajat Takwa di sisiMu, senantiasa tetap istiqamah dalam menjaga kualitas dan kuantitas

 ibadah shalat berjama'ah 5 waktu kami

 sehari-hari, shalat Dhuha kami, membaca Al-Qur'an kami, infak dan sedekah kami, shalat tahajjud (qiyaamu al-

Lail), kesabaran, serta menjaga perkataan dan perilaku kami di luar Ramadhan Ya RABB. 

ALLAHumma Aamiin


الحمد لله رب العالمين

~ Semoga Bermanfaat ~


Senin, 18 Desember 2017

HARI BAHASA ARAB SEDUNIA (INTERNASIONAL)

بسم الله الرحمن الرحيم 


اليوم العالمي للغة العربية 

HARI BAHASA ARAB SEDUNIA (INTERNASIONAL)

Ditulis oleh: Manhajuddin Z., S.S 


          Assalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh. Saudara-saudaraku se-Iman dan se-Islam, di manapun berada, semoga kita semua senantiasa dalam bimbingan, perlindungan, dan ridha dari Allah 'Azza wa Jalla. Allaahumma Aamiin. Rasa syukur diri ini kepada Dzat Yang telah Menciptakan diri ini dari diri yang satu; Nabi Adam 'Alaihi al-Salaam, atas sangat banyaknya kenikmatan yang tidak terhingga nilai dan jumlahnya dalam kehidupan ini, Alhamdulillaah. Shalawat beriring salam juga tidak lupa kepada Nabi kita tercinta; Muhammad bin 'Abdullah Shallallaahu 'Alayhi wa Sallam yang telah berjuang untuk umat dan agama Islam ini semasa hidupnya. Semoga kelak di hari Akhir, kita semua bisa memperoleh pertolongan (syafa'at) langsung dari Rasullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. Aamiin 


          Pada kesempatan yang baik ini, bertepatan pada tanggal 18 Desember 2017, sebenarnya sederhana saja, saya ingin menginformasikan, memberitahukan kepada banyak orang, bahwa pada tanggal ini lah 18 Desember itu diperingati sebagai Hari Bahasa Arab se-Dunia. Berdasarkan informasi yang saya baca pada kiriman artikel di salah satu media sosial terkemuka, bahwa Organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan PBB atau lebih populer dengan istilah singkatan UNESCO yang telah menetapkan tanggal 18 Desember yaitu sebagai Hari Bahasa Arab se-Dunia. 


             Bahasa Arab, bagi saya, bahasa Arab adalah bahasa yang sangat penting untuk dikuasai. Bahasa Arab juga memiliki banyak keistimewaan, di antaranya, bahasa Arab adalah bahasa Kitab Suci Al-Qur'an, bahasa yang senantiasa lafalkan dalam shalat,  bahasa internasional yang digunakan jutaan orang di banyak negara, khususnya kawasan Timur Tengah, dan masih banyak lagi. Bahkan dikatakan oleh imam al-Syafi'i rahimahullaah, bahwa bahasa Arab adalah bahasa pemersatu umat Islam. Bahasa Arab juga memiliki peran yang sangat besar dan luar biasa dalam sejarah peradaban Islam yang terus berkembang dan semakin maju dalam brbagai bidang ilmu pengetahuan.  Alhamdulillaah. Semoga, saya pribadi dan juga teman-teman semua semakin cinta dan mau membaca buku-buku tentang bahasa Arab Allahumma Aamiin  ALLAHu AKBAR!




الحمد لله رب العالمين 

ّ Semoga Bermanfaat ~

Ditulis oleh: Manhajuddin Z.,S.S 
Jakarta, 18 Desember 2017 



Sabtu, 02 Desember 2017

REUNI DAN MAULID AKBAR ALUMNI 212 UMAT ISLAM DI MONAS

بسم الله الرحمن الرحيم 

REUNI DAN MAULID AKBAR ALUMNI 212 UMAT ISLAM DI MONAS
Ditulis oleh: Manhajuddin Z.

           Alhamdulillaah. Segala puji dan rasa syukur saya panjatkan kepada Allah 'Azza wa Jalla, karena melalui berbagai kenikmatan dari-Nya kepada saya selama ini, sehingga saya bisa menghadiri agenda besar Umat Islam yaitu Reuni Alumni 212 di Monas pada hari ini; Sabtu, 2 Desember 2017 M / 13 Rabi'ul Awal 1439 H. Shalawat beserta salam, semoga senantiasa tetap tercurah kepada Nabi tercinta; Nabi akhir zaman; Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. Semoga kita sebagai Umat Islam kelak bisa memperoleh pertolongan (Syafa'at) dari beliau langsung, aamiin. Sungguh nikmat yang sangat luar biasa dan menjadi momentum yang sangat indah rasanya ketika diri yang kecil ini bisa ikut hadir bersama jutaan saudara Muslim di Monas dan sekitarnya. Keberkahan dari Allah pun sangat bisa dirasakan, yaitu bisa dilihat dari cuaca yang cerah di sepanjang hari, tidak panas, dan tidak hujan, khususnya selama acara berlangsung. Bahkan sangat banyak dan sering angin sejuk yang berhembus di sekitaran Monas. Harapannya, semoga kebangkitan Islam di bumi Indonesia bisa berjaya dan kemenangan mutlak untuk kaum Muslimin. Semoga bisa menghadiri lagi acara Reuni Akbar 212 tahun depan. Allaahumma Aamiin


الحمد لله رب العالمين

Sabtu, 25 November 2017

TERIMA KASIHKU SEBANYAK-BANYAKNYA TERUNTUK SELURUH GURUKU

بسم الله الرحمن الرحيم 


TERIMA KASIHKU SEBANYAK-BANYAKNYA TERUNTUK SELURUH GURUKU (SEDARI TK SAMPAI KULIAH)

Oleh: Manhajuddin Zuhudi

Melalui tulisan singkat ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih banyak kepada seluruh guruku, sejak saya masih anak-anak yang duduk di bangku TK, SD (Madrasah), Mts dan Aliyah (di Pondok Pesantren), hingga di bangku kuliah atas segala ilmu, nasehat-nasehat, dan juga dedikasi tulusmu dalam mendidik dan mengajariku dengan tulis dan penuh rasa kasih sayang. 


Mungkin, saya saat ini belum bisa memberi kado spesial satu per satu kepada seluruh guru, tapi baru bisa mendo'akanmu dari jarak jauh yang kusisipkan di setiap do'aku seusai shalat. Meskipun, tidak semuanya membaca tulisan di blog ini. Semoga Allah 'Azza wa Jalla Yang memberimu semuanya nikmat kesehatan, kebahagiaan di dunia dan di akhirat, dan nikmat usia yang sangat panjang hidup di dunia ini karena begitu besarnya peran dan kiprahmu dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Allaahumma Aamiin 


Selamat Hari Guru Nasional 2017

JAZAAKUMULLAAHU KHAIRAN KATSIIRAN :-) 


Ditulis di Jakarta
Sabtu, 25 November 2017 / 6 Rabi'ul Awal 1439 H


الحمد لله رب العالمين