Minggu, 15 Februari 2015

Nikmat dengan Bersyukur kepada Allah SWT

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Nikmat dengan Bersyukur kepada Allah SWT

Oleh: Manhajuddin Zuhudi

 

          Alhamdulillaah. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb alam semesta yang telah mengkaruniai kita berbagai nikmat yang wajib kita syukuri. Shalawat serta salam kita haturkan kepada baginda kita Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam yang telah mengantarkan Umat Islam menuju kemuliaan dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. Penulis tak lupa untuk mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pembaca setia blog ini. Semoga kita semua dapat memahami dengan pemahaman yang baik dan benar dengan sepenuh hati serta menjadi termotivasi untuk lebih giat lagi dalam memperbanyak kebaikan di dunia ini sebagai bekal untuk kehidupan yang kekal abadi kelak. Aamiin.

 

          Pada kesempatan yang baik ini. Penulis ingin menyampaikan pemikiran tentang makna bersyukur karena dipandang perlu untuk lebih mengingatkan diri penulis pribadi serta menjadikan diri ini lebih banyak bersyukur kepada-Nya serta Insya Allah menjadi hamba-Nya yang jauh lebih baik lagi. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

 

          Pada hakikatnya bersyukur itu merupakan suatu bentuk kepuasan hati dan jiwa seseorang kepada Rabbnya dan hal itu menjadi suatu kenikmatan tersendiri dalam kehidupan seseorang. Implementasi dari rasa syukur itu sendiri bervariasi. Hemat penulis, perwujudan atau implementasi dari rasa syukur itu yang pertama, dapat dilafalkan dari lisan baik secara bersuara maupun secara berbisik atau pelan dengan mengungkapkan terima kasih berkaitan dengan apa yang telah ia peroleh. Kedua, rasa syukur juga dapat diimplementasikan melalui sujud syukur dan berdo'a kepada Allah SWT. Ketiga, perwujudan dari sikap syukur itu sendiri dapat dilakukan melalui amalan-amalan shalih lainnya seperti halnya saat seseorang memperoleh rezeki dalam bentuk uang yang sangat banyak kemudian cara mensyukurinya bisa dengan mengeluarkan zakat, infak, dan shadaqah melalui masjid-masjid atau musholla-musholla. 

 

          Landasan dari anjuran bersyukur sebagaimana mengacu pada firman Allah 'Azza wa Jalla pada Al-Qur'an surah Ibrahim ayat ke-7 yang berbunyi:

 

بسم الله الرحمن الرحيم 


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ.

Terjemahnya: "(Dan) Ingatlah ketika Tuhanmu (Allah) memperingatkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." QS. Ibrahim: 14

 

              Semoga kita semua bisa menjadi hamba-Nya yang senantiasa ingat kepada Allah SWT dengan tetap menjaga kemurnian ketaatan kita hanya kepada Allah SWT serta bisa menjadi hamba-Nya yang banyak bersyukur dan pandai di dalam mensyukuri berbagai kenikmatan dari Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

 

الحَمْدُ لِلهِ رَبّش الْعَالَمِيْنَ 

 ~ Semoga Bermanfaat ~

 

          

   

     


Jumat, 02 Januari 2015

Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam

بسم الله الرحمن الرحيم 

مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ

Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam

 

          Segala puji hanya bagi Allah Rabb alam semesta. Alhamdulillaah kita bersyukur hanya kepada Allah yang telah mengkaruniai kita berbagai kenikmatan luar biasa dan nikmat-nikmat itu tidak bisa kita hitung satu per satu jumlahnya. Kita sangat bersyukur karena kita terlahir di dunia ini dalam keadaan fitrah Islam, kita memeluk agama yang mutlak kebenarannya di sisi Allah 'Azza wa Jalla yaitu Diinul Islaam atau Agama Islam. Alhamdulillaah. Shalawat serta salam juga tidak lupa penulis haturkan kepada baginda kita, Nabi akhir zaman kita, Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam Tercinta karena beliau telah menunjukkan, mengantarkan, dan menyelamatkan Umat Islam dari masa jahiliah menuju ke masa Islamiah yang terang benderang atas petunjuk Allah Ta'ala dan nikmat tersebut masih dapat kita rasakan hingga pada zaman kita saat ini. Alhamdulillaah.

 

          Pada kesempatan yang sangat baik ini yang sebenarnya juga bertepatan pada tanggal 12 Rabi'ul Awal 1436 H, penulis memiliki niat untuk membuat tulisan spesial tentang Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam yang penulis dasarkan pada buku-buku sejarah Islam yang penulis miliki. Pada kesempatan ini penulis hanya akan menyampaikan secara ringkas saja berkenaan dengan kehidupan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam untuk lebih membuka wawasan pengetahuan kita tentang sejarah mulia beliau. 

 

          Sekitar tahun 570-571 M, seorang bayi keturunan Quraisy lahir di Mekah. Hingga saat ini tidak diketahui secara pasti berkaitan dengan apa nama yang diberikan oleh ibunya saat bayi itu dilahirkan. Bangsa Quraisy memberinya julukan al-Amiin الأَمِيْنْ yang artinya 'yang terpercaya'. -- sebuah gelar yang cukup terhormat. Al-Qur'an menyebutkan nama Muhammad secara jelas di dalam beberapa surah di antaranya surah Ali Imran ayat ke- 144, surah Al- Ahzab ayat ke- 40, surah Al-Fath ayat ke-29, dan surah Muhammad ayat ke-2. Nama seterusnya yang ia sandang adalah Muhammad (yang terpuji). Ayah bayi itu, 'Abdullah, meninggal saat ia masih dalam kandungan. Saat setelah dilahirkan, kemudian diserahkan kepada ibu pengasuh, Halimah Sa'diyyah. Dalam asuhannyalah Muhammad dibesarkan sampai usia empat tahun. Setelah itu, kurang lebih dua tahun dia berada dalam asuhan ibu kandungnya. Ketika berusia enam tahun, ibunya meninggal. Seakan-akan Allah ingin melaksanakan sendiri pendidikan Muhammad, orang yang dipersiapkan untuk membawa risalah-Nya yang terakhir. 

 

          Setelah ibunya Muhammad, Aminah meninggal, 'Abdul Muthalib kakeknya mengambil alih tanggung jawab merawat dan mengasuh Muhammad. Namun, dua tahun kemudian 'Abdul Muthalib meninggal karena renta. Tanggung jawab selanjutnya beralih kepada pamannya, Abu Thalib. Dalam usianya yang masih muda, Muhammad hidup sebagai penggembala kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Diriwayatkan bahwa ketika berusia dua belas tahun, Muhammad menyertai Abu Thalib, pamannya, dalam sebuah kafilah dagang menuju Suriah (Syam), tempat kemudian ia berjumpa dengan seorang pendeta yang dalam berbagai riwayat disebutkan bernama Bahira atau Buhairah. Pendeta itu kemudian melihat tanda-tanda kenabian pada Muhammad sesuai dengan petunjuk cerita-cerita sebelumnya. 

 

          Pada usia yang kedua puluh lima, Muhammad berangkat ke Syiria (Suriah) membawa barang dagangan saudagar wanita kaya raya yang telah lama menjanda, Khadijah. Dalam perdagangan ini, Muhammad memperoleh laba atau keuntungan yang cukup besar. Khadijah kemudian melamarnya. Lamaran itu diterima dan perkawinan segera dilaksanakan. Ketika itu Muhammad berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah berusia 40 tahun. Dalam perkembangan selanjutnya, Khadijah adalah wanita pertama yang masuk Islam. Perkawinan bahagia dan saling mencintai itu kemudian dikaruniai enam orang anak, dua putra dan empat putri. Mereka adalah: Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum, dan Fatimah. Dalam sejarah dijelaskan bahwa dua anak laki-laknya meninggal pada saat mereka masih kecil. Nabi Muhammad tidak kawin lagi sampai Khadijah meninggal ketika Muhammad berusia 50 tahun.  

 

          Peristiwa penting yang memperlihatkan kebijaksanaan Muhammad  terjadi pada saat ia berusia 35 tahun. Pada waktu itu bangunan Ka'bah rusak berat. Perbaikan bangunan Ka'bah itu dilakukan secara gotong royong. Para penduduk Mekah membantu pekerjaan itu dengan sukarela. Tetapi pada saat pekerjaan akan selesai, ketika pekerjaan tinggal mengangkat dan meletakkan batu hajar aswad di tempatnya semula, sempat timbul perselisihan di antara mereka. Setiap suku merasa berhak melakukan tugas terakhir dan terhormat tersebut yaitu mengangkat dan meletakkan batu hajar aswad. Perselisihan itu semakin tegang dan memanas hingga pada akhirnya para pemimpin Quraisy sepakat untuk mamutuskan bahwa orang yang pertama masuk ke Ka'bah melalui pintu Shafa, akan dijadikan hakim untuk memutuskan perkara ini. Ternyata orang yang pertama masuk ke Ka'bah itu melalui pintu Shafa adalah Muhammad. Ia pun dipercaya menjadi hakim. Ia lantas membentangkan kain dan meletakkan hajar aswad di tengah-tengah, lalu meminta seluruh kepala suku memegang tepi kain itu dan mengangkatnya bersama-sama. Setelah sampai pada ketinggian tertentu kemudian Muhammad meletakkan batu itu pada tempat semula. Dengan demikian, perselisihan yang tadinya sempat terjadi dapat diselesaikan dengan bijaksana dan semua kepala suku merasa puas dengan cara penyelesaian seperti itu. 

 

          Menjelang usianya yang keempat puluh tahun, Muhammad sudah terbiasa memisahkan diri dari kegalauan masyarakat, dan ia pun berkontemplasi ke gua Hira yang berjarak beberapa kilometer di sebelah utara Mekah. Di sana mula-mula Muhammad berjam-jam kemudian berhari-hari bertafakkur. Tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan tahun 611 M, Malaikat Jibril muncul di hadapannya, kemudian menyampaikan wahyu Allah yang pertama kepadanya. Wahyu tersebut adalah surah Al-'Alaq ayat ke-1 hingga ayat ke-5. Dengan turunnya wahyu pertama itu, berarti Muhammad telah dipilih Allah sebagai nabi. ~ Subhaanallaah ~

 

*Sumber Referensi:

Buku History of the Arabs, karya Philip K. Hitti

Al-Qur'anul Kariim

Buku Sejarah Peradaban Islam (jilid II), karya Dr. Badri Yatim, M.A. 

 

~ Semoga Bermanfaat ~

Jumat, 26 Desember 2014

Do'a Sapu Jagad

بسم الله الرحمن الرحيم 


Do'a Sapu Jagad


بسم الله الرحمن الرحيم

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. آمين

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Wahai Tuhan kami, Karuniailah kami Nimat Kebaikan di dunia dan di akhirat. Serta Lindungilah kami dari api neraka." Aamiin 

 

الحمد لله رَبّ الْعالمين 

~ Semoga Bermanfaat~

 



Kamis, 18 Desember 2014

Bahasa Arab dan Keistimewaannya

بسم الله الرحمن الرحيم 


اللُّغَةُ الْعَرَبِيَّةُ وَ مَزِيَّاتُهَا

 Bahasa Arab dan Keistimewaannya

Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi


          Alhamdulillaah. Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT Rabb Alam Semesta yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita dalam kehidupan ini. Shalawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada baginda kita Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam yang telah sangat berjasa bagi kemajuan Islam di muka bumi ini. Pada kesempatan yang baik ini terlebih bertepatan pada momen spesial Hari Bahasa Arab se-Dunia yang telah ditetapkan dan diperingati setiap tanggal 18 Desember seperti pada hari ini penulis akan sedikit membahas dan mengulas tentang bahasa Arab itu sendiri.


            Bahasa Arab adalah satu di antara sederet bahasa yang sudah berskala Internasional di bumi ini. Betapa tidak, bahasa Arab memiliki berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya seperti di antaranya teknis penulisannya diawali dari sisi sebelah kanan kemudian ke kiri, bahasa Arab adalah bahasa kitab suci Al-Qur'an al-Karim yang langsung berasal dari Firman Allah SWT. Beberapa huruf Arab dapat ditumpangi oleh titik atau harakat tertentu sehingga dapat terbentuklah huruf Arab lainnya tentu dengan pelafalan yang berbeda pula, bahasa Arab adalah bahasa yang selalu kita manfaatkan dan tuturkan di setiap Shalat kita. Bahasa Arab juga memiliki cakupan kosa-kata yang jauh lebih banyak dan memiliki berbagai ragam makna dalam satu kata yang menunjukkan kekayaan perbendaharaan kosa-kata dari bahasa Arab itu sendiri. Berdasarkan sejarahnya, bahasa Arab juga ternyata banyak diserap oleh bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Di samping itu, sistem pelafalan tiap huruf dalam bahasa Arab harus mengikuti kaidah cara baca yang benar berdasarkan ilmu Tajwid dan Makhoorijul huruuf yang sesuai dan benar. Bahasa Arab juga bisa dijadikan berbagai model gaya penulisannya yang indah seperti apa yang kita sebut dengan kaligrafi dengan segala model dan bentuknya. Ada tulisan Arab yang dihias dengan model kaligrafi berbentuk masjid, berbentuk orang sedang shalat dan lain sebagainya yang kesemuanya itu tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. ~Subhaanallaah~

 

 الحمد لِله رَبِّ الْعالمين


~ Semoga Bermanfaat ~



          


 

Jumat, 31 Oktober 2014

Kunjungan Syaikh dan Imam Besar Masjidil Haram ke Indonesia

بسم الله الرحمن الرحيم 


Catatan kecilku

Kunjungan Syaikh dan Imam Besar Masjidil Haram

Syaikh Abdurrahman Al-Sudais

ke Indonesia

Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi


          Sungguh senang dan bersyukur rasanya pada hari Jum'at, 7 Muharram 1436 H / 31 Oktober 2014 M saya baru mendapatkan pengalaman pertama menjadi makmum shalat Jum'at Diimami langsung oleh Syaikh dan Imam Besar Masjidil Haram; Syaikh Abdurrahman Al-Sudais yang bernama lengkap Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad Al-Sudais di Masjid Istiqlal Jakarta. Suara dan bacaannya saat melantunkan surah Al-A'la pada rakaat pertama dan surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua Shalat Jum'at sungguh sangat merdu dan enak didengar dengan penuh kekhusyukan. Ini adalah pengalaman baru pertama yang bagi saya sangat luar biasa juga karena langsung diimami oleh Imam Masjidil Haram Makkah Al-Mukarromah. ~Subhaanallaah~ Harapan saya ke depan. Semoga saya bisa berkunjung langsung ke kota suci Makkah dan Madinah. Aamiin Yaa ALLAH. 


          Seusai menjadi khotib dan imam shalat Jum'at di Masjid Istiqlal - Jakarta Pusat. Syaikh Abdurrahman Al-Sudais segera bergegas untuk menuju ke arah Kebayoran Baru - Jakarta Selatan tepatnya di kampus tercinta Universitas Al Azhar Indonesia yang sangat saya banggakan yang telah dijadwalkan untuk mengisi Kuliah Umum terkhusus untuk segenap Civitas Akademika termasuk Alumni UAI pada jam 13.00 s/d 15.00 WIB di Auditorium Arifin Panigoro Universitas Al Azhar Indonesia. Saya sebagai lulusan dan alumni Universitas Al Azhar Indonesia sungguh turut bersyukur dan bangga dengan diselenggarakannya acara yang sangat penting dan bermanfaat tersebut di kampus tercinta. Alhamdulillaah wa Subhaanallaah~ 


الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 



Sabtu, 25 Oktober 2014

Semangat Tahun Baru Islam 1436 Hijriah

بسم الله الرحمن الرحيم 


Semangat Tahun Baru Hijriah 1436 H

Edisi Spesial Tahun Baru Islam

Ditulis oleh: Manhajuddin Zuhudi



          Assalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh. Alhamdulillaah 'alaa kulli Haalin. Bagaimana kabar Anda?... Semoga tetap dalam keadaan sehat dan baik ya. Aamiin. :-)

          Alhamdulillaah. Tepatnya pada hari ini kita Umat Islam mulai memasuki Tahun Baru Islam 1436 Hijriah. kita Harus bersyukur kepada ALLAH SWT yang telah Mengkaruniai kita nikmat kesehatan dan umur panjang sehingga kita tetap dapat menikmati indahnya Tahun Baru Islam 1436 H ini. kita juga Harus Bangga karena kita terlahir dalam keadaan suci dan atas fitrah Islam Agama yang Benar. Alhamdulillaah wa Al Syukru lillaah. Tentu kita selalu ingat Do'a yang pernah bahkan sering kita lantunkan sejak kita masih kecil yaitu:


بسم الله الرحمن الرحيم رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَ بِالْإِسْلاَمِ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَ رَسُوْلاً. رَبِّيْ زِدْنِيْ عِلْمًا وَ ارْزُقْنِيْ فَهْمًا. رَبِّيْ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَ يَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ. وَ احْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُ قَوْلِيْ. آمين يَـاالله


Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

aku rela ALLAH sebagai RABBku, Islam sebagai Agamaku, dan Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam sebagai Nabi sekaligus Rasulku. 

          Kita cermati dengan saksama khususnya untuk kalimat pada Do'a tersebut di atas yang saya garis bawahi. Bahwa kita telah mengakui dengan sebenar-benarnya bahwa Tuhan kita Hanyalah ALLAH. Agama kita Hanyalah Islam, dan kita meyakini bahwa nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam adalah sebagai Utusan ALLAH untuk kita. 

          Kembali lagi ke topik bahasan di atas, sebagai Umat Islam Umat yang Besar di dunia ini kita yang menjadi bagian darinya sudah seharusnya kita merayakan dan memeriahkan saat pergantian tahun baru kita sendiri yaitu Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah yang semestinya dijadikan sebagai bagian dari Hari Besar Islam yang dapat dijadikan tolok ukur kita untuk Introspeksi diri 'Muhasabah' di dalamnya untuk senantiasa terus ada perbaikan dari diri kita dan juga bertekad kuat untuk selalu ada peningkatan Ilmu, Iman, Takwa, dan juga Ketaatan kita kepada ALLAH SWT. Perlu kita ingat bersama bahwa negara kita Indonesia adalah negara dengan komposisi penduduk Muslim Terbesar di jagad raya ini. Maka dari itu, sudah semestinyalah kita sebagai Umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam sebagai Hari Besar Islam dan menjadi Peringatan Nasional sehingga bisa kita tunjukkan lagi bahwa kita adalah bangsa yang besar dan unggul dan bukan malah sebaliknya kita malah ikut-ikutan merayakan dan memeriahkan tahun baru yang bukan dari Islam yaitu tahun baru masehi yang jatuh setiap tanggal 1 Januari. 

          Pada kesempatan yang sangat baik ini dalam tulisan ini sebenarnya saya ingin mengajak saudara-saudara seiman untuk mensyi'arkan lagi semarak Tahun Baru Islam yang mesti kita banggakan dan syukuri dalam hidup kita sebagai bangsa dan Umat Islam yang Besar dan Unggul baik dari segi Kualitas maupun dari segi Kuantitasnya. Umat Islam harus menjadi Bangsa Besar yang Kaya dalam hal Keilmuan dan Berperadaban Tinggi. Mari kita Tunjukkan bersama!. 

Saya mengucapkan Selamat dan Semangat Hari Besar Islam Tahun 1436 Hijriah!. 

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

الحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

 آمِيْنْ يَـالله 


~Semoga Bermanfaat dan Menginspirasi~


Sabtu, 18 Oktober 2014

Semakin Kaya dengan Bersyukur

بسم الله الرحمن الرحيم 


Semakin Kaya dengan Bersyukur
Oleh: Manhajuddin Zuhudi


Edisi Spesial 18 Oktober 2014 M / 24 Dzulhijjah 1435 H


          Pada kesempatan yang sangat baik ini saya akan membuat tulisan dan membahas tentang makna dan hakikat bersyukur kepada Allah SWT. Hal ini saya dasarkan pada kutipan Firman~Nya yang artinya: "Jika kalian bersyukur, maka Aku akan tambahkan untuk kalian. ......". Secara sederhana, bersyukur itu adalah dengan cara kita memanfaatkan potensi serta segala sesuatu yang telah Allah SWT karuniakan kepada kita. Misalnya seperti mensyukuri nikmat Sehat yang ada pada diri kita yang kemudian direalisasikan melalui pemanfaatan waktu luang yang kita miliki dengan sebaik-baiknya.