Kamis, 20 April 2017

BERBAGI CERITA PILKADA DKI JAKARTA 2017 PUTARAN KEDUA


بسم الله الرحمن الرحيم

📝 BERBAGI CERITA PILKADA DKI JAKARTA 2017 PUTARAN KEDUA

*Ditulis oleh: Manhajuddin Z.

 

           Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017 Putaran Kedua baru saja selesai diselenggarakan. Ada banyak hal, kesan, cerita, dan kenangan manis tentunya terjadi saat momentum penyelenggaraannya hingga selesainya penghitungan suara. 

           Ya, semuanya adalah atas Kehendak dan Kuasa Allah di Pilkada DKI Jakarta 2017 Putaran Kedua pada hari Rabu, 19 April 2017. Sungguh, begitu banyak kenikmatan yang telah Allah berikan untuk Umat Islam di Jakarta khususnya. Cuaca di sepanjang pagi hingga siang hari sangat cerah, kemudian Allah kirimkan awan mendung dan hujan gerimis sebentar untuk meredakan lelah dan kantuk, khususnya bagi semua yang terlibat dalam proses kepanitiaan Pilkada DKI Jakarta di lapangan.

          Nikmat lainnya adalah Allah jadikan proses pemungutan suara di berbagai TPS berlangsung aman dan tertib, yang Alhamdulillaah juga dijaga oleh anggota TNI dan polisi di setiap TPS. Nikmat selanjutnya adalah berupa Anugerah Kemenangan Mutlak dalam hasil perolehan suara yang Allah hadiahkan kepada Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur harapan Umat Islam untuk Memimpin DKI Jakarta periode 5 tahun mendatang.

          Sungguh, puas dan bersyukur rasanya hati ini tatkala hamba-Nya yang kecil bisa menjadi bagian dalam tim saksi TPS nomor 3; pak Anies Rasyid Baswedan dan mas Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Cagub-Cawagub Muslim yang mewakili harapan Umat Islam bukan hanya di Jakarta, tetapi juga Umat Islam di berbagai wilayah, kota, provinsi, bahkan dunia yang memang menjadi sorotan publik.
Senang dan tentunya bersyukur karena Allah beri kesempatan untuk bisa ikut berpartisipasi memberikan hak suara (mencoblos) untuk Cagub-Cawagub Muslim di Pilkada DKI Jakarta tahun ini.

          Kemenangan yang Allah karuniakan juga pastinya akan selalu disyukuri oleh Umat Islam. Janji Allah sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Qur'an sudah pasti Allah tepati. Ucapan terima kasih banyak kepada suluruh ustadz, da'i, dan kyai di Indonesia yang telah menyerukan dan mengajak seluruh Umat Islam menerapkan Surah Al Maaidah Ayat 51 dan juga Ayat-ayat Suci Al-Qur'an lainnya yang Alhamdulillaah, termasuk sukses besar dalam penerapannya. Terima kasih banyak juga kepada seluruh Umat Islam yang telah melaksanakan seruan tamasya Al Maaidah 51 untuk turut serta memantau, mengawal, dan menjaga berbagai TPS saat momentum Pilkada DKI Jakarta 2017 Putaran Kedua tanggal 19 April 2017 kemarin sehingga bisa berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Jazaakumullaahu Khairan. Tidak kalah penting juga, bahwa bila Allah berkehendak atas sesuatu, maka tidak akan ada satu makhluk pun yang bisa menandingi ketetapan-Nya. Terima kasih banyak Ya Allah atas nikmat kemenangan ini. Kemenangan bagi Umat Islam di DKI Jakarta, khususnya, dan Umat Islam di seluruh Indonesia, pada umumnya. 

           Selanjutnya, marilah kita bersama-sama sambil mensyukuri hasilnya pun juga tetap harus mengawal proses penghitungan suara oleh pihak KPU Pusat hingga selesai, dan tidak lupa untuk selalu memanjatkan do'a kepada Allah. Harus optimis bersama Allah. Semoga hasil akhir penghitungan suara manual yang resmi dari pihak KPU, tidak jauh berbeda dengan hasil Hitung Cepat (Quick Count) banyak Lembaga Survei yang sudah 100% masuk datanya. Kita do'akan bersama, semoga pak Anies Rasyid Baswedan dan pak Sandiaga Salahuddin Uno bisa menjadi pemimpin yang baik, mengayomi warganya, berlaku adil, santun, bijaksana dalam memimpin, amanah, bertanggung jawab, dan sukses besar dalam menjalankan semua programnya, sehingga Maju Kotanya dan Bahagia Warganya. 👌🏻😊 Allaahumma Aamiin 

Jakarta, 23 Rajab 1438 H / 20 April 2017 M.


الحمد لله رب العالمين 

~ Semoga Bermanfaat ~

Rabu, 05 April 2017

SEGMEN TERAKHIR KULIAH UMUM DR. ZAKIR NAIK DI UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR; MASUK ISLAMNYA SEORANG PEMUDA ASAL KEDIRI


📝 SEGMEN TERAKHIR KULIAH UMUM DR. ZAKIR NAIK DI UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR; MASUK ISLAMNYA SEORANG PEMUDA ASAL KEDIRI.
*Ditranskrip oleh: Manhajuddin Z.

الحمد لله رب العالمين.

           Segmen menjelang akhir Kuliah Umum Dr. Zakir Naik di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo - Jawa Timur tadi malam (Rabu, 5 April 2017 dini hari) diakhiri dengan manis oleh penanya terakhir dari pemuda non-muslim bernama Antoni, berasal dari Kediri yang bertanya tentang "pada akhir zaman nanti Nabi Isa turun kedua kalinya ke dunia, bukankah saya (pemuda yang bertanya ke Dr. Zakir Naik) sudah mengikuti keyakinan yang benar (kristen)?...". 

          Dr. Zakir Naik kemudian memberikan penjelasan memukau bahwa Nabi Isa 'Alaihissalam turun yang kedua kalinya ke muka bumi pada akhir zaman adalah di antaranya untuk memberikan pernyataan bahwa dirinya bukanlah Tuhan, dan Nabi Isa juga tidak pernah menyuruh manusia untuk menyembah dirinya. Nabi Isa 'Alaihissalam akan datang yang kedua kalinya pada akhir zaman bukan untuk membawa ajaran baru, tetapi mendeklarasikan bahwa syari'at yang dianutnya adalah tetap pada syari'atnya Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi wa Sallam sebagai Nabi terakhir utusan Allah. Nabi Isa 'Alaihissalam juga akan menegaskan bahwa dirinya bukanlah Tuhan yang selama ini dianut keyakinannya oleh orang-orang non-Islam. Nabi Isa hanyalah utusan Allah juga, sama seperti Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. 

          Dr. Zakir Naik kemudian bertanya balik ke pemuda tadi, "Apakah kamu percaya Tuhan (Allah) itu Esa?" "Percaya", jawab si pemuda. Dr. Zakir Naik bertanya lagi, "Apakah kamu meyakini bahwa Nabi Isa 'Alaihissalam itu Tuhan atau utusan Tuhan?". "Utusan, menurut saya." Dr. Zakir Naik kemudian bertanya lagi, "Apakah kamu percaya Nabi Muhammad adalah utusan Allah?". "Sama seperti Nabi Isa (Utusan Allah)." jawab si pemuda. Dr. Zakir Naik bertanya lagi, "Apakah kamu percaya bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir utusan Allah?". "Ya, saya percaya." Dr. Zakir Naik setelah itu langsung mengatakan "Kalau begitu, kamu Muslim. Siapa pun yang percaya dan meyakini bahwa hanya ada satu Tuhan (Allah), percaya bahwa Nabi Isa adalah utusan Allah, dan percaya bahwa Nabi Muhammad adalah utusan dan Nabi terakhir Allah, maka dia telah menjadi seorang Muslim." 

          Dr. Zakir Naik kemudian bertanya lagi. "Apakah kamu setuju dengan pernyataan ini?". "Ya, saya setuju." jawabnya si pemuda. Dr. Zakir Naik bertanya lagi, "Apakah kamu mau mengucapkan (Syahadat) dalam bahasa Arab untuk persaksian ini?". "Ya, mau (bersedia)" kata si pemuda. Suara Takbir pun terdengar lantang dari para jama'ah yang hadir. Dr. Zakir Naik kemudian langsung mengajak si pemuda untuk mengikutinya mengucapkan dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab yang diikuti oleh pemuda tadi. "Asyhadu an Laa ilaaha illallaah, wa Asyhadu anna Muhammadan 'Abduhu wa Rasuuluh." Setelah itu pemuda diajak lagi oleh penerjemah Dr. Zakir Naik untuk melafalkan dua kalimat syahadat dalam bahasa Indonesia. "Saya bersaksi, bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan Utusan-Nya." Dr. Zakir Naik langsung mengucapkan ما شاء الله you are a Muslim. 

          Pemuda tadi langsung menangis terharu dan langsung sujud syukur. Dr. Zakir Naik mengatakan lagi kepada pemuda, InsyaAllah, Allah akan memasukkanmu ke dalam Surga, dan Allah akan mengampuni semua dosamu (sebelum masuk Islam), dan mendo'akan ada yang membimbing orang lain untuk bisa memeluk agama Islam juga. "Takbir! Takbir! Takbir!" Seruan Dr. Zakir Naik untuk seluruh jama'ah yang hadir. "wa Aakhiru Da'waanaa 'an Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin." Kemudian pemuda tadi berkata, "karena saya ngefans sama doktor, bolehkah saya berjabat tangan? dan meminta izin untuk naik ke atas panggung untuk memeluk dan berjabat tangan dengan Dr. Zakir Naik sambil menangis haru. Dr. Zakir Naik langsung bisa memahami keinginannya dan mengatakan "Coming here, welcome". "Datanglah ke sini (atas panggung), selamat datang." sambil tersenyum bahagia, kemudian pemuda tersebut diantar ke atas panggung sambil menangis haru dan memeluk dan berjabat tangan dengan Dr. Zakir Naik dan diantar kembali lagi ke tempatnya.

~ Semoga Bermanfaat ~ 

Ditulis / Ditranskrip di Jakarta. Rabu, 8 Rajab 1438 H / 5 April 2017 M

Senin, 06 Maret 2017

KEDATANGAN RAJA SALMAN BIN ABDUL AZIZ AALU SA'UUD KE JAKARTA ~ INDONESIA

بسم الله الرحمن الرحيم 

أَهْلًا وَ سَهْلًا يَا خَادِمَ الْحَرَمَيْنِ الشَّرِيْفَيْنِ الْمَلِكُ سَلْمَانُ بْنُ عَبْدُ الْعَزِيْزِ آلُ سَعُوْدٍ ~ حَفِظَهُ اللهُ ~ فِيْ جَاكَرْتَا ~ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذَا الْيَوْمَ، فِيْ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ، التَّارِيْخُ ٢ جُمَادَى الْآخِرِ ١٤٣٨ ه‍ / ١ مَارِسُ ٢٠١٧ م.

Selamat Datang wahai Tamu yang mulia; Pelayan Dua Kota Suci; Raja Salman bin Abdul Aziz Aali Sa'uud di Jakarta ~ Indonesia pada hari ini. Rabu, 2 Jumadil Akhir 1438 H / 1 Maret 2017 M

📝 Raja Salman bin Abdul Aziz Aali Sa'ud yang Dimuliakan Allah 'Azza wa Jalla Sang Penjaga Dua Kota Suci; Makkah dan Madinah. Dua kota suci tempat singgah bersejarah para Nabi.

Terima kasih banyak wahai Raja Salman yang sudah mengagendakan kunjungan ke negeri Indonesia ini dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia.

Semoga melalui kunjunganmu, wahai raja, negeri ini semakin berkah dan Diridhai Allah serta dapat mempersatukan Umat Islam. Allaahumma Aamiin

Saya termasuk yang ikut senang dan bangga, yang pertama karena engkau adalah seorang Muslim dan terlebih engkau telah hafal Al Qur'an sejak usia 10 tahun. Saya senang dan bersyukur engkau saat ini mengunjungi negeri tercinta ini. Kedua, karena engkau adalah seorang Pemimpin Kerajaan Arab Saudi yang baik hati, tersirat dari pancaran wajahmu yang rendah hati (Tawadhdhu'). Saya kagum denganmu wahai Raja.

  Saya merasa senang saat bisa berkumpul, berkomunikasi, dan bersilaturrahmi dengan tamu-tamu dari kalangan bangsa Arab yang beberapa tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2010 pernah menghadiri acara Seminar Internasional Bahasa Arab Terbesar di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta yang pada saat itu saya adalah termasuk bagian dari anggota Panitia Seminar. Meskipun dalam foto tersebut, raja tidak bersama saya, saya berharap kepada Allah 'Azza wa Jalla, semoga suatu saat nanti Allah perkenankan saya untuk bisa foto berdampingan dengan engkau wahai Raja Salman bin Abdul Aziz yang mulia. Aamiin

Saya cinta bangsa Arab karena mereka adalah bangsa keturunan Nabi tercinta; Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam di jazirah Arab. Saya cinta bahasa mereka yaitu bahasa Arab. Saya cinta bahasa Arab karena bahasa Al-Qur'an, juga bahasa yang diterapkan dalam ibadah Shalat sehari-hari, bahasa Arab adalah bahasa pemersatu Umat Islam khususnya di saat jutaan Umat Islam berkumpul di tanah suci. Rasa cinta saya ini, Alhamdulillaah. terealisasi dalam wujud pernah menjadi Santri dan Mahasiswa Program Studi Sastra Arab. Saya saat ini juga senang dengan kedatangan Raja Salman yang baik hati ke Indonesia, yang pertama kali menginjakkan kakinya di kota Jakarta (Bandara Halim P.K.) yang tentunya sama dengan saya berada di satu kota yaitu Jakarta meskipun kita tidak berada dalam satu ruangan yang sama.
😍
الحمد لله رب العالمين 

*Tulisan: Manhajuddin Zuhudi
Ditulis di Jakarta
Rabu, 2 Jumadil Akhir 1438 H / 1 Maret 2017 M

Kamis, 05 Januari 2017

KEMBALILAH KE PONDOK

بسم الله الرحمن الرحيم 


KEMBALILAH KE PONDOK 

Oleh: Manhajuddin Zuhudi


📝✍🏻 Puisi ini kudedikasikan untuk Santri Al Mukmin Ngruki.

Kembalilah ke Pondok
Wahai adik-adikku, para pecinta ilmu.

Kembalilah ke Pondok
Niatkanlah sedari rumah untuk niat ikhlas menuntut ilmu tuk menjadi 'Alim 'ulama generasi baru.

Kembalilah ke Pondok
Yakinlah, kedua orangtuamu pasti meridhoi kepergianmu kembali ke Pondok.

Kembalilah ke Pondok
Hadis pun menyeru, ridha Allah juga terletak pada ridha kedua orangtuamu.

Kembalilah ke Pondok
Sungguh, pondok sangat merindukanmu. Bilasaja pondok bisa bersuara, ia akan terus memanggilmu.

Kembalilah ke Pondok
Sungguh, pondok merindukan ayunan langkah kedua kakimu saat bergegas menuju Masjid.

Kembalilah ke Pondok
Sungguh, pondok rindu suara kedua sandalmu mendatangi majelis ilmu.

Kembalilah ke Pondok
Liburan segera usai, namun perjuanganmu belumlah usai.

Kembalilah ke Pondok
yang sudah jadi alumni saja rindu suasana pondok, apalagi kamu yang masih mondok.

Kembalilah ke Pondok
Pondok telah menjadi saksi kehebatan para alumni, ketika mereka datang menghadiri Reuni dan Muktamar IKAPPIM sepenuh hati.

Kembalilah ke Pondok
Pondok masih sangat membutuhkan sosok seperti dirimu.

Kembalilah ke Pondok
Pondok rindu lantunan bacaan Al-Qur'anmu yang ramai bersahut padu.

Kembalilah ke Pondok
Perjalananmu masih panjang, perjuanganmu belumlah usai, prestasimu masih menantimu di depan, masa depanmu juga masih setia menunggumu datang.

Kembalilah ke Pondok
Wahai adik-adikku tercinta meski kita berada di satu zona yang berbeda, namun perjuangan kita tetaplah sama. Menjadi penuntut ilmu sejati yang selalu setia menjadi hamba-Nya yang mulia dan didamba Surga.

الحمد لله رب العالمين 

~ Semoga Bermanfaat ~ 

Senin, 12 Desember 2016

GERAKAN SHALAT SHUBUH BERJAMA'AH 1212

بسم الله الرحمن الرحيم

 

GERAKAN SHALAT SHUBUH BERJAMA'AH 1212

Ditulis oleh: Manhajuddin Z.

 

          Assalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh. Bagaimana kabar antum semuanya? pembaca setia blog ini... Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan, ridho, dan hidayah dari Allah 'Azza wa Jalla. Allaahumma Aamiin. 

 

          Segala pujian hanya berhak kita tujukan kepada Allah 'Azza wa Jalla Yang telah menciptakan kita dari diri yang satu yaitu Nabi Allah; Nabi Adam 'Alaihis Salam dan Yang telah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isi yang ada pada keduanya. Maha Suci Allah atas segala ciptaan-Nya. Shalawat dan salam juga tidak lupa saya haturkan kepada Nabi dan Rasul tercinta tauladan umat Islam ini, calon pemberi syafa'at kelak di hari Akhir, orang yang pertama masuk ke dalam surga-Nya; Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam tercinta. 

 

          Pada kesempatan yang baik ini dan dalam momen dan nuansa indah yang ada pada hari ini; Senin, 12 Rabi'ul Awal 1438 H / 12 Desember 2016 M ini, saya terinspirasi untuk membuat tulisan sederhana lagi berkaitan dengan hari ini. Saudara-saudara seiman dan seislam yang dirahmati Allah. Ada agenda yang sangat indah pada hari ini yaitu Gerakan Shalat Shubuh Berjama'ah yang dilaksanakan secara serentak di masjid-masjid juga musholla hampir di setiap daerah dan propinsi di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini adalah bagian dari syi'ar dan komando GNPF  Majelis 'Ulama Indonesia (MUI) kepada seluruh umat Islam Indonesia di berbagai wilayah untuk bisa meramaikan masjid-masjid di daerahnya masing-masing. Meski hal tersebut bagian dari syi'ar dakwah dan komando dari pihak 'alim-'ulama GNPF-MUI, namun, إن شاء الله niat dan tujuan kita dalam beribadah adalah hanya semata-mata ikhlas serta mengharap ridho dan pahala dari Allah 'Azza wa Jalla. Aamiin 

 

          Saudara-saudaraku seiman dan seislam di manapun antum berada. Sungguh, agenda yang Alhamdulillaah telah terlaksana dengan baik ini menjadi nikmat tersendiri bagi setiap kita yang ikut serta meramaikan masjid karena meramaikan masjid-masjid Allah itu termasuk bagian dari memakmurkan dan menghidupkan sunnah Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam dan para sahabat beliau. Bahkan sebelum pelaksanaan Shalat Shubuh Berjama'ah ini beberapa jam sebelumnya dilaksanakan terlebih dahulu Shalat Malam (Tahajjud / Qiyaamul Lail) secara berjama'ah juga, ما شاء الله. Kegiatan ini juga ternyata bertepatan dengan hari Senin, tanggal 12 Rabi'ul Awal 1438 H yang berdasarkan literatur sejarah Islam pada tanggal dan bulan tersebut telah menjadi catatan sejarah tersendiri bagian dari dimulainya kehidupan dengan lahirnya bayi calon Nabi besar Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam sekitar 14 hingga 15 Abad silam yang juga kita ingat dan peringati bersama untuk dapat diambil hikmah dan pelajaran-pelajaran dari kisah kehidupan beliau. 

 

          Kegiatan ini, menurut saya juga menjadi bagian terpenting dalam meningkatkan iman dan takwa setiap orang kepada Rabb-Nya, kegiatan ini sangat baik dan positif untuk umat Islam secara keseluruhan karena mungkin yang sehari-harinya (dalam tanda kutip) masih agak jarang mengerjakan shalah Shubuh berjama'ah di awal waktu di masjid, melalui kegiatan baik ini dia bisa memulainya lagi untuk bisa menjaga shalat Shubuh berjama'ah di awal waktu. Kegiatan ini, menurut saya juga dapat meningkatkan rasa persaudaraan sesama umat Islam (Ukhuwah Islamiyah) yang berkumpul di masjid. Kegiatan ini juga إن شاء الله dapat menjadikan umat Islam semakin kompak, semakin rapat barisannya, serta semakin kuat dan kokoh persatuannya. Aamiin 

 

          Harapannya untuk seterusnya, mudah-mudahan kita tetap dapat secara konsisten menerapkan apa-apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam dalam kehidupan kita sebagai umatnya. Semoga kita juga bisa konsisten terus dalam mendirikan shalat malam (Tahajjud / Qiyaamul Lail) dan tetap bisa menjaga shalat Shubuh secara berjama'ah di masjid atau musholla sekitar kita. Allaahumma Aamiin Yaa Mujiiba As-Saa'iliina. Semoga tulisan sederhana ini yang saya buat bisa bermanfaat bagi banyak orang. Aamiin. Wassalamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh. 

 

الحمد لله رب العالمين 

 

Ditulis di Jakarta. Senin, 12 Rabi'ul Awal 1438 H / 12 Desember 2016 M

Sabtu, 12 November 2016

UNTUKMU IBU

بسم الله الرحمن الرحيم 

UNTUKMU IBU

Ditulis oleh: Manhajuddin Z. 

Tulisanku untuk Ibu 

Ibu... kau lah surga yang tergelar lembut bagiku.
Kepadamu, ku berbagi bahagia. Kepadamu juga, kuberbagi cerita. 

Ibu, belaian lembut kasih sayangmu takkan tertandingi.
Dalam tiap do'amu, selalu kau sebut nama anakmu.

Ibu, kaulah pendamping setiaku, tatkala diri ini sendiri. Wajah tulusmu, pertanda kasih cintamu untuk anak-anakmu. Keningmu, menandakan kesungguhan perjuanganmu. 

Ibu, kau selalu menyiapkan segala perlu anak-anakmu. Inginmu, melihat sukses anak-anakmu. Harapmu, selalu yang terbaik bagiku. 

Ibu, kasih sayang dan pengorbananmu, tak akan pernah hilang dari memoriku. Jerih payahmu, tak akan terganti oleh apa pun itu. Keikhlasanmu, akan Allah balas dengan limpahan pahala untukmu. 

Ibu, maafkan aku, bila kini, ku belum sepenuhnya membahagiakanmu. Maafkan aku, bila belum sepenuhnya bisa banyak membantu. Maafkan aku, bila terkadang diri ini terkalahkan oleh kemauan diri yang tak menjadi harapmu. 

Ibu', do'akan aku selalu, agar kelak cita-citaku juga segala harapmu bisa terealisasi, agar dunia-akhirat sukses dalam ridhamu, ridha Rabbku, juga Rabbmu, melalui untaian do'a-do'amu yang kau panjatkan selalu.



*Ditulis oleh seorang yang masih miskin ilmu:
Manhajuddin Zuhudi Al-Baataafy
12 November 2016
#Ibu

Sabtu, 05 November 2016

PERSATUAN UMAT ISLAM INDONESIA

بسم الله الرحمن الرحيم 

PERSATUAN UMAT ISLAM INDONESIA

Ditulis oleh: Manhajuddin Z. 

 

 

Sedikit Berbagi Cerita Seputar Aksi Bela Islam II di Jakarta... 

           Masjid Istiqlal pada hari Jum'at, 4 Shafar 1438 H / 4 November 2016 M kemarin benar-benar tidak seperti biasanya. Umat Islam dari berbagai penjuru daerah mulai berdatangan pada Jum'at dini hari kemudian melanjutkan Shalat Fajr berjama'ah di Masjid. Pagi harinya bakda Shubuh, Umat Islam semakin banyak berdatangan hingga menjelang Jum'atan, jumlahnya pun semakin jauh lebih banyak, ratusan, bahkan ribuan yang memenuhi halaman dan Masjid Istiqlal. Semua sudut tempat wudhu dan kamar mandi pun terlihat telah banyak dipenuhi antrian. Menjelang pelaksanaan shalat Jum'at, Umat Islam telah memenuhi setiap lantai masjid, dari lantai utama hingga lantai paling atas juga terisi penuh bahkan hingga sampai membuat shaf-shaf di halaman luar masjid. Maasyaa Allaah. Benar-benar fenomena yang sangat jarang terjadi. Alhamdulillaah juga, setelah pagi harinya BMKG memprediksi DKI Jakarta pada hari Jum'at akan hujan, ternyata Allah berkehendak lain. Prediksi manusia terkalahkan oleh do'a-do'a dan harapan Umat Islam Indonesia yang sedang ada agenda penting pada hari itu.

           Waktu pelaksanaan shalat Jum'at pun semakin dekat. Diawali dengan beberapa informasi, himbauan, dan maklumat penting oleh MC, disambung dengan suara beduk tanda telah masuknya waktu Zhuhur / Jum'at. Mu'adzin bergegas mengumandangkan adzan pertamanya hingga usai. Jama'ah Jum'at melaksanakan shalat sunnah qabliyah hingga terdengan pembacaan ayat Al-Qur'an tentang anjuran shalawat Nabi kemudian khotib berujar salam dan dikumandangkanlah adzan kedua oleh Mu'adzin yang berbeda. Khotib Jum'at dipimpin oleh al-ustadz Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Beliau menyampaikan ceramahnya tentang "Keutamaan Syukur" yang menurut saya penyampaian ilmu dan materinya bagus disertai istilah-istilah bahasa Arab dan tafsir Al-Qur'an yang disampaikannya dengan seruan semangat. Dalam kurun waktu kurang lebih sekitar 35 menit, khotib menyudahi ceramahnya di hadapan ribuan Jama'ah yang memenuhi tiap lantai masjid Istiqlal.

          Iqamah kemudian dikumandangkan oleh Mu'adzin dan shalat Jum'at segera didirikan. Imam yang memimpin shalat Jum'at di masjid Istiqlal berdasarkan jadwal adalah al-ustadz al-haafizh Drs. H. Muhasyim Abdul Majid, MA (beliau sepertinya sedang berhalangan hadir) sehingga digantikan oleh al-ustadz al-haafizh H. Ahmad Husni Ismail, MA yang memimpin pelaksanaan shalat Jum'at di masjid Istiqlal. Pada raka'at pertama, imam melantunkan surah Al-Faatihah dan Al-A'laa dan di raka'at kedua, imam melantunkan surah Al-Faatihah dan surah Al-Ghaasyiyah dengan lantunan sangat merdu emosional menyentuh hati. 

           Seusai dilaksanakannya shalat Jum'at, dilanjutkan dengan shalat Jama' taqdim qashar 'Ashar dua raka'at bagi jama'ah musaafir. Bagi jama'ah muqiimiin tetap duduk berdzikir dan berdo'a masing-masing. Setelah selesai shalat, kemudian imam melanjutkan shalat ghaa'ib bersama jama'ah baru setelah itu dilanjutkan dengan do'a bersama dan ada beberapa jama'ah yang mendirikan shalat sunnah bakdiyah Jum'at. 


           Hari Jum'at, tepatnya pada tanggal 4 Shafar 1438 H / 4 November 2016 M adalah menjadi hari yang sangat luar biasa bagi Umat Islam Indonesia. Siang itu, seusai Jum'atan, Umat Islam yang berada di Masjid Istiqlal mendapatkan 'briefing' dan beberapa himbauan penting sebelum aksi demo digerakkan. Di antara himbauan yang saya dengar di antaranya himbauan agar kita berdemo secara rapi dan tertib, mau mengikuti komando (dari para tokoh Ulama'), kami dihimbau untuk tetap menunjukkan dan membuktikan bahwa Islam dan kita sebagai Umat Islam adalah umat yang cinta kebersihan, himbauan untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusak fasilitas umum, serta himbauan untuk tidak mudah terprovokasi dengan keadaan selama demo. 

          Tidak lama setelah beberapa himbauan disampaikan, kemudian al-ustadz KH. Arifin Ilham menyampaikan yel-yel Islami kepada kami agar lebih kompak lagi dalam Aksi Bela Islam II. Berikut yel-yel yang sempat saya rekam dan dipimpin langsung oleh al-ustadz KH. Arifin Ilham adalah: "Aksi bela Islam, Aksi bela Islam, Aksi bela Islam, Allah Allahu Akbar!. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar! Al-Qur'an imam kami, Al-Qur'an pedoman kami, Al-Qur'an petunjuk kami, Al-Qur'an satukan kami. Aksi bela Islam, Allah Allahu Akbar!. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar! Al-Qur'an imam kami, Al-Qur'an pedoman kami, Al-Qur'an petunjuk kami, Al-Qur'an satukan kami. Aksi bela Islam, Allah Allahu Akbar!. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar!. 

           Komandan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MU (GNPF-MUI) adalah al-ustadz KH. Bachtiar Nasir. Beliau-lah yang memimpin jalannya gerakan ini. Setelah 'briefing' selesai. Umat Islam kemudian bersiap-siap untuk turun keluar masjid Istiqlal bersama-sama, beramai-ramai, ada juga yang memanfaatkan waktu antri turun tangga dengan makan siang terlebih dahulu, ada juga beberapa yang kumpul terlebih dahulu dengan rombongannya masing-masing di lantai utama masjid. Subhaanallaah ~ 

           Hari tersebut benar-benar menjadi hari Jum'at yang sangat luar biasa dahsyat. Ulama'-ulama', Kiai-kiai, ustadz-ustadz, santri-santri, tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai penjuru daerah, dari berbagai Pondok Pesantren dan Majelis Ilmu, dari banyak luar kota dan bahkan dari luar pulau Jawa termasuk hadir di antaranya Wakil Ketua DPR, bapak Fadli Zon, dan hadir juga gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diiringi dengan seruan Takbir yang menggema masjid. Maasyaa Allaah ~ 

           Siang itu, kami beramai-ramai secara tertib keluar masjid Istiqlal dan turun memenuhi ruas-ruas jalan raya di sekitar masjid menuju ke arah Istana Merdeka yang kebetulan lokasinya tidak begitu jauh dari Masjid Istiqlal. Di tengah-tengah aksi demo yang sedang berlangsung, Alhamdulillaah. Allah pertemukan saya dengan sahabat saya, teman satu Pondok Al Mukmin seangkatan, seperjuangan yang juga ikut berdemo bersama rombongan dari Magelang (Jawa Tengah); Qomaruz Zaman, suami dari Amalia Sabila Zaman yang juga teman satu angkatan di Pondok. Sebelumnya juga di dekat pintu keluar masjid Al-Fattaah, saya sempat menyapa dan ngobrol sebentar dengan alumni yang baru saja lulus dari Pondok, namanya Humam Fikri yang datang bersama temannya. Siang itu juga saya sempat melihat rombongan dari Papua yang banyak di antaranya kalangan ikhwan dan akhwatnya, ada juga rombongan dari Madura. Maasyaa Allaah ~ Begitu dahsyat dan luar biasanya Agenda persatuan Umat Islam pada hari itu (Jum'at, 4 Shafar 1438 H / 4 November 2016 M). 

           Sekitar jam 14:54 WIB, adzan 'Ashar dikumandangkan dan kami masih dalam suasana berdemo di jalan raya. sebagian besar jama'ah dari luar daerah (Musaafiriin) yang sudah menjamak shalatnya tetap melanjutkan demonya dan sebagian besar dari kami (Muqiimiin) berbalik arah bergegas ke Masjid Istiqlal lagi untuk mendirikan kewajiban kami yaitu shalat 'Ashar berjama'ah. Alhamdulillaah, seusai kami shalat 'Ashar, banyak yang berlama-lama dalam dzikir dan do'anya, banyak juga yang membaca Al-Qur'an, sebagian ada juga yang rehat dan tidur di dalam dan luar ruang masjid. 

           Waktu terus berjalan, sore pun mulai datang menghampiri kami. Kami harus bergegas lagi untuk turun ke jalan raya bersama-sama untuk melanjutkan aksi kami dalam membela Agama tercinta ini juga pembelaan kami terhadap Al-Qur'an tercinta kami. Bakda 'Ashar, kami beramai-ramai berjalan kaki menuju ke titik kumpul; istana merdeka yang berdekatan dengan Monumen Nasional (Monas). Di sanalah tempat sentral berkumpulnya Umat Islam, tempat orasi Ulama'-ulama', Kiai-kiai, Ustadz-ustadz, dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang berada di atas panggung persis di depan istana merdeka dengan dijaga ketat oleh para petugas keamanan. Waktu semakin sore dan masih banyak rombongan Umat Islam yang terus berdatangan ke titik sentral di dekat istana. Gemuruh Takbir dan Shalawat mengiringi. Kalimat-kalimat "Adili", "Tangkap", "Turunkan" juga kerap kali terdengar. Suasanya sore itu Alhamdulillaah masih dalam kondisi tenang, tertib, aman, dan kondusif. Ketika jam menunjukkan sekitar jam 5 lewat hingga menjelang waktu Maghrib, banyak dari kami yang berjalan berbalik arah ke Masjid Istiqlal untuk persiapan mendirikan shalat Maghrib berjama'ah dan sebagian besar masih berada di titik kumpul di dekat istana dan sekalian mendirikan shalat Maghrib di jalan raya secara berjama'ah. ~ Allaahu Akbar! 


Demikian yang dapat saya bagikan sedikit cerita Umat tercinta ini. Semoga bermanfaat dan ada hasilnya. Allaahumma Aamiin. 


*Ditulis di Jakarta, 5 Shafar 1438 H / 5 November 2016 M.

 الحمد لله رب العالمين